
Dua bulan kemudian....
Arumi sangat sabar merawat suaminya. Cintanya yang begitu besar pada belahan jiwanya ini sungguh tak diragukan lagi.
Sore itu seperti biasa Arumi membantu suaminya mandi. Arumi sudah menyiapkan semua keperluan suaminya termasuk bangku untuk menjaga agar kaki suaminya tetap bisa lurus.
"Makasih ya istriku," ucap Yudha.
"Iya honey," jawab Arumi, seperti biasa dia tak pernah mengeluh meski harus merawat suaminya sendiri. Senyum terus mengembang diwajah cantiknya. Keiklasan batinya terus memancar dari sinar matanya yang begitu indah.
Yudha tak henti hentinya bersyukur atas karunia indah yang telah Tuhan berikan padanya. Istri yang begitu setia mendampinginya dalam susah maupun senang. Bahkan dalam keadaan dirinya tak bisa melakukan suatu apapun seperti sekarang ini pun. Arumi tak pernah sekalipun berucap kasar atau mengeluh lelah.
"Kapan mau potong rambut Bi?" tanya Arumi sambil mengguyur kepala suaminya.
"Bukannya tampan begini Bun," balas Yudha dengan senyuman khas nya.
"Dih PeDe," jawab Arumi tanpa menghentikan aktifitasnya memakaikan shampoo diatas kepala suaminya.
"Ya PeDe lah buktinya Bunda tergila gila sama Abi kan," balasnya tak mau kalah.
Arumi hanya tersenyum, suaminya ini memang tampan. Dia memang tergila gila sungguh padanya.
"Bi, besok Bunda ke restauran ya bantu masak," ucap Arumi.
"Oke bunda, Abi bisa bantu apa?" tanya Yudha.
__ADS_1
"Bagi resep rahasia Abi aja hehe," goda Arumi.
"Resep rahasia apa to Bun, perasaan udah Abi kasih tau semua," jawab Yudha pelan. Entah mengapa sejak pertemuan mereka dirumah sakit rasanya hati mereka kembali merasakan bunga cinta yang susah di deskripsikan. Sungguh indah pokoknya.
Arumi membantu suaminya mengeringkan badanya dan memakaikam baju juga. Mengeringkan rambut Yudha dengan hairdrayer seperti biasa.
"Bun, kira kira kapan ya Abi boleh belajar jalan," tanya Yudha.
"Kata dokter lusa udah bisa mulai Bi, dokter yang mau bantu Abi terapi datengnya besok dan lusa praktek. Abi udah ga sabar ya," goda Arumi.
"Tentu saja sayang, Abi udah ga sabar mau menghajar bunda," jawab nya. Sungguh baru kali ini Yudha melontarkan candaan mesumnya sejak kecelakaan yang menimpanya.
"Dih kumat mesumnya," gerutu Arumi.
"Biarin, biar ga bisa apa apa gini Abi juga masih punya rasa ingin Bunda," jawab Yudha memelas.
Meski hati nya pernah terluka tapi kesungguhan Yudha untuk berubah telah membuatnya kembali jatuh cinta. Arumi melepaskan ciumanya meski rasanya masih ingin.
"Bi, Deren kok ga pernah main kemana ya?" tanya Arumi tiba tiba.
"Dia lagi tugas di Papua Bun, kenapa kangen ya," jawab Yudha sambil menggoda istrinya.
"Ooo, pantesan ga pernah main, ngapain Bunda kangen cowol lain Bi, suami Bunda lebih ganteng gini. Enggak itu lo Ditya nanyain kok uncle tato ga pernah main. Kata Ditya dia pengen seperti uncle Deren bisa bawa helikopter katanya," ucap Arumi.
"Boleh aja, terserah mereka aja Bun mau jadi apa, Abi ma dukung dukung aja," jawab Yudha lagi. Kembali dia menjalankan kursi rodanya dan meraih ponselnya.Banyak sekali notice di ponselnya, mulai dari customer sampai teman teman pribadinya. Yudha meletakan ponsel itu kembali saat istrinya membawkanya segelas air putih.
__ADS_1
"Makasih sayang," ucap Yudha. Agaknya Arumi sangat penasaran dengan pria idola putranya. Dia pun kembali bertanya.
"Emang Deren ama Abi tuaan siapa Bi,?" tanya Arumi.
"Dia adek Abi setahun, kalau Juan seumuran dulu kami bertiga sekolahnya bareng terus Bun, tapi dia yang paling ga mau terlibat ama cewek hahaha," jawab Yudha.
"Heemm, kalau Abi?" pancing Arumi.
"Kalau pacaran sih belum pernah sampek ketemu Bunda. Cuma kalau dipacar pacarin pernah. Dikerjar cewek sering. Ampek Ibuk sama Mbak Arti marah marah gara gara tiap minggu ada aja cewek yang dateng kerumah," jawab Yudha jujur. Arumi menatap tajam kearah suaminya.
"Kenapa Bun?" tanya Yudha heran.
"Oh, dari dulu emang Abi digadrungi cewek cewek ya," ucap Arumi ketus.
"Loh tadi nanya Abi jawab sekarang manyun, piye to Rum Arumi Fitriani," jawab Yudha kembali meledek istri cantiknya.
Arumi menciutkan matanya tanda dia mulai kesal."Awas aja kalau masih nakal," ancam Arumi. Dia pun memilih keluar dari kamarnya.
"Dasar ratu drama, nanya dijawab malah marah," ucap Yudha sambil menggeleng gelengkan kepalanya heran.
Ya begitulah Arumi sekarang, makin hari makin cinta tapi juga makin gampang cemburu dengan suaminya.
Bersambung...
Visual Mamas Yudha menurut kehaluan Author. Semoga kalian sukak.
__ADS_1