
Sesampainya dirumah sakit Arumi langsung disambut oleh Arti dan Deka. Arumi menangis dipelukan Arti.
"Ssstt, jangan menangis sayang semua akan baik baik saja," bisik Arti sambil menenangkan adek iparnya.
"Rum takut Mbak, mereka mau perkosa Rum," ucap Arumi.
"Ya Tuhan, tapi mereka ga sempet ga nglakuin itu?" tanya Arti. Arumi menggeleng.
Deka langsung memboking satu ruangan khusus untuk adek iparnya. Anak buahnya sudah mengurus semua prosedur yang diperlukan untuk merawat Arumi.
Arti membantu Arumi membersihkan diri sebelum semua luka lukanya diobati oleh petugas medis. Arti juga membantu Arumi memakai baju nya.
Arti tau jika Arumi sangat mencintai Yudha, maka orang pertama yang dia tanyakan adalah suaminya.
"Mas gimana Mbak, apakah oprasinya berjalan lancar?" tanya Arumi saat memakai bajunya.
"Sudah Rum, Masmu baik baik saja. Dia juga udah sadar," jawab Arti.
"Syukurlah Mbak, apakah dia nanyain Rum Mbak?" tanya Arumi.
"Mbak ga tau Rum, soalnya yang jagain dia bang Joker Mbak kan pulang tadi anak anakmu udah dirumah sekarang, Mbak kan belum ketemu dia juga," jawab Arti.
"Alhamdulilah, Rum kangen ama mereka Mbak. Rum kangen ngumpul bareng anak anak bareng Mas juga," ucap Arumi.
"Sabar ya Rum, percayalah badai pasti berlalu," jawab Arti mencoba menguatkan adek iparnya.
"Iya mbak," jawab Arumi.
Tim medis diperbolehkan masuk oleh Arti kala Arumi sudah siap. Wajah cantik Arumi terlihat menakutkan.
Matanya lebab biru biru, pipinya juga bahkan mulutnya disudut bibir nya pun sedikit sobek.
__ADS_1
Lutut dan sikut Arumi luka luka, bahkan pant*t Arumi pun luka karena sempat diseret paksa dalam keadaan duduk.
Arumi tak bisa duduk normal karena pantatnya sebelah kanan babak belur.
Arti yang melihat luka luka ditubuh adek iparnya menjadi geram dengan orang orang yang berlaku keji padanya.
"Bu, untuk sementara pakai CD nya yang longgar dulu ya," ucap sang Dokter.
Arumi menjawabnya dengan anggukan. Karena dia tiba tiba mengingat saat saat mengerikan dalam hidupnya.
Arumi pun kembali menangis dalam diamnya sesaat setelah petugas medis mengobatinya.
"Sabar ya Rum, kamu makan dulu gi biar cepet pulih. Mbak suapin ya," ucap Arti.
"Ga mau mbak Rum pengen lihat mas," pinta Arumi.
"Boleh, tapi makan dulu biar kamu kuat berdebat dengan pria menjengkelkan itu, mengerti," Arumi tersenyum mendengar candaan Arti. Arti bisa aja membuat orang disekelilingnya merasa terhibur.
"Udah Mbak," ucap Arumi sambil meletakan piringnya.
"Rum udah ga sabar pengen ketemu mas mbak, kita datengin mas yuk," ajak Arumi.
"Ayuk," tak ada alasan lagi bagi Arti untuk mencegah Arumi untuk bertemu dengan tambatan hatinya.
Arti memapah Arumi yang jalanya sedikit pincang. Deka menawarinya kursi roda tapi Arumi menolaknya. Sesampainya diruang rawat Yudha, Deka pun membukakan pintu untuk kedua wanita yang disayanginya ini.
Yudha menatap tak percaya pada siapa yang datang menemuinya. Kemarin Deren membawa Deka, pas dia sadar Joker ada didepan matanya. Dan sekarang Arti serta Arumi yang datang.
Arumi ingin sekali berlari dan langsung memeluk tambatan hatinya. Sayangnya dia tak mampu melakukan itu, karena pant*tnya yang terluka membuat dia ga bisa berjalan cepat.
Yudha menatap heran kearah Arumi, Kenapa dia jalanya seperti itu. Wajah Arumi pun ditutupi rambut panjangnya.
__ADS_1
Arumi berdiri disebelah ranjang Yudha, Yudha terus menatap penasaran pada istri yang dirindukanya.
"Bun," sapa Yudha. Arumi pun mengangkat wajahnya, matanya menatap kerah suaminya. Mata mereka pun bertemu. Yudha tertegun melihat banyak luka diwajah cantik istrinya.
"Bunda...," ucap Yudha, suara itu hampir tak terdengar. Matanya menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya. Ingin sekali dia menyentuh wajah itu sayangnya kedua tanganya di gips. Wajah terluka Arumi seketika mampu menghapus luka kemarahan yang sempat Yudha rasakan untuk Arumi.
"Bunda kenapa?" tanya Yudha lagi.
Arumi diam, dia tak tau harus jawab apa. Arumi bingung. Mulut cantik itu pun terkunci. Joker sebenarnya sudah tau hanya dia ga mau dianggap lebay. Tapi kalau boleh jujur ingin sekai saat ini dia memeluk adek kasayanganya tapi ada yang lebih berhak dari pada dia bukan. Deka pun menepuk pundak Joker agar sahabatnya ini bisa menahan perasaanya.
Arti pun melangkah mendekati mereka. "Istrimu habis diculik sama Desi Yudh, dia dianiaya oleh orang orang suruhanya. Bahkan dia hampir mendapatkan pelecehan. Untung dia bisa melawan dan anak buah Deren tiba tepat waktu untuk menyelamatkanya," jawab Arti. Arumi menundukan kepalanya karena takut Yudha akan marah padanya.
"Bener bun apa yang dikatakan Mbak hah?" tanya Yudha geram. Arumi menunduk dan menangis.
"Ssttt, sayang jangan nangis sini peluk Mas," pinta Yudha. Arumi pun memeluk suaminya dan menangis menjadi jadi disana.
"Sayang maafin Mas ya ga bisa jagain kamu," bisik Yudha sambil menangis sedih. Arumi membenamkan wajahnya dilher pria yang sangat dicintainya.
"Mas Rum kangen, janga pergi lagi ya. Jangan tinggalin Rum sama anak anak mereka nanyain mas terus," ucap Arumi masih setia dengan isak tangisnya.
"Iya sayang mas ga akan kemana mana," ucap Yudha, tak terasa air mata pria tampan ini juga membasahi pipi lebab istrinya. Arumi membantu mengelap air mata pria itu. Mata mereka kembali menatap. Binar cinta dan kerinduan pun tampak jelas disana. Semua orang yang ada diruangan itu tau betul bahwa mereka saling mencintai saling merindu. Maka mereka pun membiarkan dua sejoli itu saling menumpahkan kerinduanya dengan cara mereka.
"Mas boleh cium kamu sayang," bisik Yudha.
"Mas ga takut dengan wajah Rum?" Arumi malah merendah.
"Enggak sayang aku mencintaimu," balas Yudha. Arumi pun mendekatkan wajahnya menempelakan bibirnya pada bibir suaminya. Yudha tak menunggu lagi, dipangutnya bibir yang sangat dia rindukan.
Mereka berciuman mesra, saling mengecup dan menumpahkan segala rasa yang ada. Ciuman itu terkadang juga diiringi dengan tangisan kebahagiaan. Bagaimana tidak rindu menggunung yang mereka rasakan ahirnya mampu mereka salurkan.
Arumi dan Yudha tak menghiraukan orang orang disekelilingnya. Mereka sudah tak punya malu lagi. Yanh mereka pikirkan saat ini adalah mereka saling mencintai dan berhak saling memiliki.
__ADS_1
Bersambung...