
Oma Rose sudah diizinkan pulang ke rumah, karena tekanan darahnya sudah mulai stabil. Tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Robet sangat tenang sekarang, wanita yang kini jadi ayah sekaligus ibunya telah selamat dari maut. Kebahagiaan Robet bertambah mana kala dia melihat wanita yang mengganggu pikiranya beberapa hari ini sedang tersenyum tulus di samping Oma kesayangannya.
Yunita terlihat sangat cantik dengan penampilan barunya. Hijab warna pink yang menghiasi mahkotanya sungguh terlihat sangat manis di sana.
"Eheemm," deheman Yudha mengagetkan sahabatnya. Deren masih saja dingin, sedangkan Arumi paham jika sahabatnya itu sangat terpesona dengan istri cantiknya.
"Ck...," Robet hanya melirik kesal kearah Yudha.
"Ayune bojone sopo kui (cantiknya istri siapa itu)!" puji Yudha sambil menggoda Robet. Robet hanya tersenyum malu, Arumi langsung mencubit pinggang suaminya.
"Jaga mata," bisik Arumi ketus.
"Iya Bunda, gitu aja sih. Bunda tetap nomer satu sayangku," ucap Yudha sambil merangkul istrinya.
Mereka berempat masih jadi penonton mana kala Yunita berbincang dengan dokter pasal obat yang harus dikonsumsi Oma Rose.
Yunita memanggil Robet. "Mas sini..." panggil Yunita.
"Ciee dipanggil," goda Yudha. Robet hanya tersenyum, kalian bisa bayangin kan betapa bahagianya pria itu saat dipanggil sang pujaan hati.
"Iya ada apa?" tanya Robet sambil mendekati Yunita.
"Nanti bilang sama Kopri ya, obat yang ini adanya di apotik Mangga Dua. Di sini stoknya habis," ucap Yunita memberi tahu.
"Iya siap," jawab Robet. Yunita pun kembali berbincang dengan dokter, tak lupa dia juga berterima kasih pada dokter yang telah merawat Oma Rose untuknya.
Deren membantu Yunita mendorong Oma Rose sampai ke mobil. Sedangkan Yudha dan Arumi langsung berpamitan karena ada urusan mendadak.
Robet terlihat sangat berhati hati dalam bersikap, bagaimana tidak sekarang ada dua orang yang akan menjadi benteng hubungannya dengan Yunita. Oma nya akan terus mengawasinya, begitupun kakak iparnya.
"Makasih tampan, apakah kau mau menginap di rumah Oma?" tanya Oma Rose.
"Maaf Oma, saya harus kembali ke Malang, ada sesuatu yang harus saya urus di sana. Nanti kalau ada waktu senggang saya pasti main dateng Oma. Gimana, tapi janji dulu harus selalu sehat," jawab Deren sambil membujuk Oma Rose, agar wanita itu sedikit melupakan kesedihanya.
"Asal mereka cepat kasih cicit buat Oma, Oma pasti sembuh, Oma pasti sehat. Kapan kamu menikah hah," jawab Oma Rose sambil bercanda pasal penikahan pria yang sudah beliau anggaobsebagai putranya ini. Deren hanya tersenyum. Yunita dan Robet hanya saling lirik. Yunita hendak duduk dibelakang tetapi Oma Rose mengusirnya dengan alasan dia mau sendiri. Astaga Oma, alhasil Yunita pun menuruti keinginan wanita tua itu.
"Bang, makasih banyak ya," ucap Robet pada Yudha.
"Hemm, jangan sakiti dia lagi," ucap Deren memperingatkan.
"Pasti bang, Robet akan jagain dia Robet janji, Robet akan jadi yang terbaik Bang. Maafin Robet ya bang," ucap Robet. Deren pun mengangguk, tak ada alasan baginya untuk tidak memberi kesempatan pada pria yang sudah dikenalnya sejak lama.
__ADS_1
"Tolong kamu jaga rahasia tentang hubungan darah antara kami. Biar nanti aku sendiri yang kasih tahu," pinta Deren.
"Siap Bang, tolong restui kami ya Bang," ucap Robet.
"Yang penting kamu ingat janjimu padaku ," balas Deren.
"Siap Bang, Robet akan selalu ingat itu," jawab Robet. Deren dan Robet saling berpelukan, status mereka kini berbeda mungkin mereka masih sahabat, tetapi persahabatan ini terasa berbeda saat Robet mengetahui bahwa Deren adalah kakak kandung istrinya.
Robet masuk ke mobil di mana ada Oma dan istrinya . Mereka berdua dengan sabar menunggunya berbincang dengan Deren.
"Oma mau istirahat di mana?" tanya Robet.
"Oma mau pulang ke rumah aja sayang," jawab Oma Rose.
"Oke," jawab Robet
Yunita hanya manut saja, Robet melirik istri cantiknya yang terlihat masih cuek padanya.
Dalam perjalanan menuju rumah Oma Rose tak ada percakapan sedikitpun antara Robet dan Yunita. Yunita terus membuang padangannya ke jendela. Sedangkan Robet konsentrasi pada jalanan yang ada di depannya. Walau tak di pungkiri dia juga sering melirik wanita pujaan hatinya ini.
Robet memarkirkan mobilnya dengan sempurna, dia membantu Oma Rose keluar dari mobil dan memapahnya. Sedangkan Yunita membawa tas tangannya.
"Ahhh....Oma baik baik saja, kalian istrirahat saja di kamar kalian. Suruh Sum aja kesini temenin Oma," ucap Oma Rose. Asik Oma ma tahu aja perasaan Robet dah, Oma emang best.
"Udah sana, ga ada tapi tapi selesaikan masalah kalian. Jangan seperti anak kecil, ga boleh," ucap Oma Rose sambil mendorong Yunita dan Robet keluar kamarnya.
"Robet ingat pesan Oma," ucap Oma Rose.
Robet tersenyum, kalian tahu kan bagaimana gemuruh di hati Robet. Rasanya semua ini seperti mimpi baginya, bagaimana tidak baru kemarin dia berada di fase terendah sampai tadi siang pun masih. Tiba tiba angin segar membawanya menanjak keatas, sebuah kebahagiaan memeluknya. Ya Tuhan terima kasih untuk semua ini.
Robet membukakan pintu kamarnya untuk Yunita.
"Masuk yuk," ajak Robet, Yunita menatap sekilas pria yang membukakan pintu untuknya, sebenarnya Yunita ragu. Tapi dia harus menyelesaikan masalah ini bukan.
"Mau mandi dulu heemm?" tanya Robet pada Yunita, rasa canggung menyelimuti keduanya. Terlebih Robet, dia bingung bagaimana harus bersikap.
Yunita menganggukan kepalanya.
"Tapi Nita ga punya ganti," jawab Yunita.
"Kamu pakek baju Mas aja," balas Robet.
"Boleh memangnya?"
__ADS_1
"Tentu saja kenapa enggak,"
Robet pun membawa istrinya masuk keruang gantinya, dan menyuruh Yunita mengambil baju yang ingin dia pakai.
"Yang mana?" tanya Yunita.
"Sesuai yang kamu ingin sayang," jawab Robet.
Yunita melirik Robet sekilas, jujur saja saat ini Robet ingin memeluk istrinya. Rasa rindu yang dia pendam sungguh menyiksanya, tapi tak berani mengekspresikanya. Ya Tuhan dia istriku kenapa menyentuhnya aku tak berani, batin Robet.
Yunita pun memilih kaos dan juga celana pendek untuknya, "Dalemannya?" tanya Yunita.
"Mas ga punya kalau bra, kalau daleman bawah pilih aja," ucap Robet sambil membuka laci tempat dia menyimpan dalamannya.
"Kan itu punya cowok," ucap Yunita, ingin rasanya Robet tertawa, tapi bagaimana wanita ini kadang tegas anti cengeng, tapi juga lugu astaga.
"Ya kan Mas cowok sayang, gimana sih," jawab Robet.
"Ga papa ya cewek pakek daleman cowok?" tanya Yunita lagi.
"Ga papa, ga ada yang nglihat ini. Udah pilih aja mana yang kamu mau,"ucap Robet, dengan ragu Yunita pun mengambil satu dalaman Robet untuknya. Yunita pun melangkah menuju kamar mandi diikuti oleh Robet.
"Mas,"
"Hemm,"
"Nita laper,"
"Ya udah mandi dulu, nanti Mas suruh mbak nya siapin makan untuk kamu,"
"Tapi Nita malu ga pakek bra," ucap Yunita jujur.
"Ya udah nanti Mas suruh mbak nya anter kesini,"
"Ga pa pa?" tanya Yunita lagi, astaga ni perempuan, kamu tu tanya terus. Menggemaskan sekali sih ih, gemes mas, ingin rasanya mas makan sekarang kamu nya batin Robet. Bang omesnya ditahan dulu bang, kamu ga tahu kan apa yang ada di dalam hati wanita cantik ini.
Yunita pun masuk kekamar mandi dan mengunci pintunya, Robet tersenyum kala mendengar Yunita mengunci pintu. Lucu sekali.
"Dia memang menggemaskan," gumam Robet, kemudian dia pun pergi ke dapur dan meminta asisten rumah tangga di sana untuk menyiapkan makan malam untuk istrinya.
Bersambung...
Like dan komennya jangan lupa..salam sayang buat kalian😘
__ADS_1