HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Malu Tapi Mau


__ADS_3

Seminggu kemudian...


Berkat bantuan Deren dan tim nya Yudha pun berhasil menyelesaikan masalahnya tanpa Kendala. Tinggal bagaimana caranya dia meminta maaf dan menyampaikan duduk permasalahan yang membelitnya ini dengan wanita pemarah ratu drama pemilik hatinya itu.


Yudha meminta Yunita tinggal diapartemen miliknya bersama putri Desi. Sedangkan Yudha pulang kerumah Arumi. Tak perduli Arumi akan menerimanya atau tidak nyatanya sekarang dia sudah ada didepan pagar rumah yang Arumi tempati.


"Abi!!" teriak Ditya saat melihat Abinya ada didepan pintu. "Hay jagoan Abi," balas Yudha.


Ditya langsung menaruh makan malamnya dan berlari menghampiri orang yang disayanginya. Mawar gadis cilik yang menggemaskan itu pun tak mau kalah.Dia langsung turun dari gendongan pengasuhnya dan berlari tertatih tatih menuju Abinya.


"Haaayyy...sini kesayangan Abi!!" sambut Yudha dengan kegembiraan yang ada.


Arumi berdiri dari tempat duduknya, memilih meninggalkan meja makan dan enggan menyaksikan drama yang membuatnya muak itu.


Yudha tak ambil pusing dengan kemarahan ratu dramanya itu. Dia memilih menyibukan diri bermain bersama buah hatinya.


"Gimana sekolahnya bang seru ga?" tanya Yudha.


"Seru bi, Abang suka. Abang dapet rangking 2 bi hehehe," anak ini menggemaskan sekali, lihat giginya yang tanggal itu membuat anak ini semakin cute.


"Wahhh, selamat ya Abang emang best," jawab Yudha, lama mereka berbincang bincang dan bersanda gurau hingga malam mulai larut.


Mawar sudah terlelap ditemani pengasuhnya, sepertinya Ditya pun sudah ngantuk dia pun berpamitan pada Abinya untuk masuk kekamarnya.


Yudha pun menghiyakan, senyum licik mengembang di wajah pria dua anak ini. Dia pun memilih masuk kedalam kamar istrinya. Mengunci pintu itu dan menyembunyikanya. Mungkin Arumi lupa menguncinya hingga pria banyak akal ini bisa masuk.


Arumi sudah terlelap kala itu, Yudha kembali tersenyum licik. "Dasar wanita pemarah tukang drama," gumam Yudha.


Yudha pun memilih masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan dirinya Yudha pun langsung masuk kedalam selimut istrinya dan mencium kening wanita yang membuatnya tergila gila ini

__ADS_1


Arumi tau jika saat ini suaminya ada disampingnya, dia memilih untuk tetap diam.


Malas rasanya jika dia bangun dan meladeni kenakalan suami konyolnya ini.


Yudah meraih kepala istrinya dan membawanya kedalam dekapanya. Berkali kali Yudha mencium kening dan juga pipinya bahkan Yudha memaksa Arumi membuka mulutnya dan menikmati setiap sudut mulut istrinya. Arumi sadar akan itu tapi dia tetap memejamkan matanya dan membiarkan pria arogan ini berbuat semaunya.


Puas bermain main diwajah istrinya, Yudha pun kembali mendekap tubuh mungil itu dan menghentikan kenakalanya.


Malam semakin larut, Arumi masih terjaga dalam diam nya. Terdengar suara nafas Yudha mulai beraturan terbukti bahwa pria tampan ini sudah terlelap.


Arumi membuka matanya, menatap mesra kearah pria yang selalu jadi pemenang dihatinya. Senyum mengembang diwajah cantik Arumi. Arumi memberanikan diri mengambar di garis wajah suaminya. Dia memang tampan bahkan sangat tampan. Bulu matanya lentik hidungnya mancung allisnya sangat tebal menambah kesan tegas diwajahnya.


Wajah mulus tanpa jerawat milik Yudha menjadi daya tarik tersendiri buat Arumi. Dia pun pelan pelan menundukkan kepala Yudha.


"Emangnya mamas doang yang pengin cium cium, heemmm nakal," ucap Arumi pelan, seakan sudah lupa dengan masalah yang membelit hubungan mereka Arumi pun menciumi wajah Yudha. Bahkan bibir Yudha yang sedikit tebal itu pun tak luput dari sasaranya.


Yudha yang merasakan tidurnya terusik pun mengeliat hendak bangun. Cepat cepat Arumi menutup matanya lagi.


Arumi sedikit mendengar suara yang tak jelas itu, dia pun tertawa dalam hati. Yudha kembali mempererat pelukanya rasanya nyaman sekali. Sudah lama dia merindukan saat ini tapi halangan selalu datang menghampiri hubungan cinta kasih antara mereka.


......


Keesokan harinya...


Azan subuh telah berkumandang, Arumi membuka matanya pelan, mengintip apakah pria yang mendekapnya semalaman ini masih nyenyak atau sudah terjaga. Ahhh sepertinya dia masih terlelap.


Pelan pelan Arumi melepaskan tubuhnya dari dekapan suaminya. Malu dong kalau sampai ketahuan dia suka dipeluk sama suaminya. Kan lagi marahan ceritanya.


Selesai melaksanakan sholat shubuh, Arumi pun pergi kekamar putranya dan meminta Ditya untuk membangunkan abinya.

__ADS_1


Ditya hanya menurut perintah bundanya tanpa bertanya apapun. Sayangnya Ditya telat Yudha sudah keluar dengan pakaian rapi.


"Eh, Abi udah bangun. Baru abang mau bangunin Abi," ucap Ditya dan langsung meminta gendong Abinya. Dengan penuh kasih sayang Yudha pun mencium kening Ditya.


"Iya Abi ada kerjaan pagi ini sayang, mau sekalian Abi anter kesekolah ga?" jawab Yudha sambil bertanya pada putranya.


"Mau," jawab Ditya.


"Oke, Inces kita mana bang?" tanya Yudha.


"Lagi mandi bi, no suaranya ribut ga mau selesai pasti," jawab Ditya.


"Mandi sama siapa?" tanya Yudha.


"Sama mbak Cicik,"


"Oh, biarin aja lah si tukang rewel itu. Abang siap siap aja Abi tungguin dimeja makan oke?"ucap Yudha. Ditya pun menurut dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Tinggalah sekarang hanya ada Arumi yang sedang sibuk didapur dan Yudha duduk manis di meja makan.


Arumi menghidangkan omlet telur plus sayur dan teh manis kesukaan Yudha. Mulut mereka masih tertutup rapat, walau hanya untuk berucap terimakasih. Harga diri sama sama mereka junjung tinggi sekarang entah kapan perang dingin antara dua sejoli ini akan berahir.


Yudha sudah siap dengan kunci mobilnya, Dia menitipkan amplop berisi uang untuk pembantunya dia bilang itu adalah uang bulanan untuk keperluan dapur.


Arumi kembali merasa tak dianggap tapi dia cuek aja. "Minta cium sana sama pembantumu, dia kan yang kamu nafkai," gerutu Arumi dalam hati.


Yudha terlihat tak peka dengan apa yang istrinya mau, tapi menyenangkan mempermainkan perasaan ratu dramanya ini.


Ahh sudahlah nikmati aja. Arumi mengantar Ditya sampai masuk kedalam mobil Yudha, Arumi juga menghadiahi kecupan sayang dikedua pipi imut putranya. Yudha tak mau kalah, ketika Arumi lengah dia pun menarik kepala itu dan mengecup bibir mungil itu tanpa ijin.Kemudian dengan cueknya dia memakai kacamata hitamnya dan masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


Arumi menatap penuh permusuhan pada Yudha, tak ada sedikitpun senyum yang terselip disana. Tapi Yudha tak perduli sudah dapat ini kan.


Bersambung...


__ADS_2