HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Bonchap 1


__ADS_3

HAI CHINGU.... 😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Lima tahun kemudian


"Buna, Ayah jahatin Kakak," teriak anak yang baru berusia lima tahun.


"Enggak, Buna. Kakak bohong,"


"Ayah!" tegur wanita dewasa dengan perut besar dengan piring berisikan roti bakar untuk keluarga kecilnya.


"wlekkk, Kakak enggak bohong Buna," elak anak kecil itu.


Wanita dewasa itu hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak dan Ayah yang tak pernah akur. Sang ayah sangat suka mengganggu, sedangkan sang anak sangat tidak suka diganggu. Maka jadilah keramaian setiap harinya.


"Nafeezaa," teriak perempuan paruh baya dari ambang pintu.


"Oma," teriak nya sambil berlari menghampiri sang Oma.


Seperti itulah keramaian keluarga Nindia dan Reyhan setiap pagi. Pernikahan mereka yang sudah memasuki tahun ke lima mengukirkan banyak cerita. Rintangan tak hanya datang sekali atau dua kali yang mengharuskan mereka lewati untuk sampai pada titik ini. Beruntung bagi Nindia dan Reyhan selalu percaya satu sama lain sehingga hubungan mereka masih harmonis hingga lima tahun ini.


Keluarga Reyhan semakin lengkap karena hadirnya keluarga baru. Tepat sekali, Nindia sekarang sedang mengandung anak kedua mereka. Tidak hanya mereka yang antusias, Nafeeza adalah orang pertama yang bahagia mendengar sang Buna mengandung calon adiknya. Pasalnya setiap hari Nafeeza selalu meminta adik karena di sekolahan ada anak laki-laki yang selalu menganggu Nafeeza dan anak laki-laki itu telah memiliki adik yang sangat lucu.


"Gimana kabar kamu, Nin?" tanya Maya setelah pelukan terurai.


"Alhamdulillah Mih, Nindia sehat. Babynya juga enggak rewel, pokoknya beda banget waktu Nindia hamil Nafeeza,"


Maya memperhatikan Nindia dari atas sampai bawah, "Kamu enggak suka dandan ya?"


Nindia mengangguk, "Kelihatan ya mih?" Maya mengangguk. "Nindia akhir-akhir ini malas dandan,"


"Mami rasa kamu hamil anak laki-laki," ucap Maya dengan mata berbinar. Jika iya, ini akan menjadi cucu laki-laki pertamanya.


"Amiin, Nindia sama Mas Reyhan sepakat buat enggak melihat jenis kelaminnya,"


"Perut kamu juga lebih menonjol. Sama seperti Mami hamil Reyhan,"


"Semoga ya, Mih," Nindia memukul keningnya pelan. "Ayo duduk, Mih. Nindia sampai lupa menawari Mami minum,"


____________________


Nindia duduk di sofa ruang tamu sambil memperhatikan anak dan suaminya yang sedang bermain. Sebelah tangannya ia gunakan untuk mengelus perut yang sudah membesar. Tendangan pun cukup sering dirasakan oleh Nindia. Ia juga merasa perbedaan saat hamil anak pertama dan anak kedua. Saat hamil Nafeeza, ia mengalami morning sickness yang cukup parah, sedangkan dikehamilan ke dua hampir tidak mengalami morning sickness. Mungkin hanya beberapa kali.


"Buna, gambaran Nafeeza bagus kan?" tanya Nafeeza.


Nafeeza termasuk anak yang pintar dan kritis. Setiap ada hal baru, ia selalu menanyakan kepada Ayah atau Bunanya sampai ia benar-benar mengerti. Jika belum, Nafeeza akan terus bertanya sampai membuat orang tuanya garuk-garuk kepala. Mungkin gen ayah dan Bunanya menurun kepada Nafeeza.


Waktu Nafeeza berusia dua tahun, Nindia sudah berhasil mendapatkan gelar sarjananya. Ia harus mengerjakan skripsi sambil sebelah tangannya menepuk-nepuk pantat Nafeeza agar tidak rewel. Untunglah sang suami memiliki tingkat kepekaan yang tinggi. Setelah pulang dari kantor, Reyhan akan mengambil alih dalam hal menjaga dan bermain dengan Nafeeza. Sebenarnya Reyhan ingin Nindia melanjutkan S2 nya, tetapi dengan tegas Nindia menolak dan ingin fokus mengurus buah hati dan suaminya.


Nindia mengangguk, "Bagus, sayang. Siapa sih yang ngajarin?"


"Ayah Nafeeza yang ganteng kaya Lee Min Ho oppa," jawab Nafeeza dengan bangga. Entah dari mana Nafeeza mengetahui aktor papan atas Korea itu. Mungkin karena Aunty Tia nya yang selalu menonton drama kang mas Lee Min tersayang.


Memang setelah pandai berjalan, Nafeeza lebih dekat dengan sang ayah meskipun sering diusili. Pilihan Nafeeza lebih klop dengan Reyhan daripada dengan Nindia. Awal-awal Nindia merasa cemburu dengan kedekatan Nafeeza dan Reyhan, tetapi setelah Helena dan Maya mengatakan biasanya anak perempuan cenderung lebih dekat dengan sang ayah, Nindia memakluminya.


"Buna nya enggak cantik?" tanya Nindia pura-pura merajuk.


Nafeeza mengangguk, "Cantik, tapi lebih cantik Princess Nafeeza. Kan Nafeeza kembarannya Lisa Blackpink," Nindia dan Reyhan terkekeh mendengar jawaban Nafeeza yang sangat percaya diri.

__ADS_1


"Perasaan gue enggak ngajarin jadi Blink, kenapa jadi begini?" ucap Nindia dalam hati sambil geleng-geleng kepala.


"Emang kakak bisa tahu lagunya?" tanya Nindia.


Nafeeza menganggu mantap, "Ha.. hau yu lek det, igon lek dat det det det det," ucap Nafeeza tak fasih. Meskipun begitu Nindia tetap memberikan apresiasi kepada anaknya karena apresiasi sekecil apapun akan berdampak pada rasa kepercayaan diri anak.


"Pinter banget sih, sekarang Nafeeza lanjutin gambarnya ya," ucap Nindia.


Nafeeza mengangguk dan kembali fokus pada aktivitas menggambarnya.


"Aku bersyukur memiliki kamu di kehidupan aku dan maaf jika aku belum membahagiakan kamu," ucap Artha sambil mengelus perut buncit Nindia.


Nindia menyenderkan kepalanya pada bahu Reyhan dan memainkan jari-jari tangan suaminya.


"Aku juga bersyukur mendapatkan kamu di kehidupan aku. Merubah aku dari yang nakal menjadi patu, merubah aku yang malas menjadi rajin, mengajarkan aku mana yang baik dan mana yang buruk, membimbing aku menuju jalan Tuhan, membuat Nindia yang kekanak-kanakan menjadi dewasa. Intinya, hidup aku yang awalnya kurang menjadi lengkap karena kamu," jelas Nindia. "Jadi, kamu enggak perlu merasa bersalah atau merasa tidak bisa membahagiakan aku. Dengan semua pengorbanan, pengertian, dan kesabaran kamu, aku sudah merasa bahagia. Maaf jika dulu aku menyakiti kamu dengan segala sikap aku,"


"Enggak sayang. Lupakan masalalu, yang ada sekarang hanyalah hari ini dan masa depan. Kita boleh sesekali menengok kebelakang. Bukan untuk menjatuhkan, tetapi jadikan sebagai pelajaran,"


Nindia mengangguk dan mengucup sudut bibir Reyhan. Sungguh, dirinya sangat bersyukur karena berjodoh dengan Reyhan.


"Terimakasih."


Nindia mengelus rahang Reyhan. Semakin lama, badannya semakin maju. Nindia mulai mengecup bibir Reyhan. Saat akan menyudahi, Reyhan terlebih dahulu menahan tengkuknya, yang awalnya hanya kecupan berubah menjadi *******.


Artha mulai ******* bibir bawah dan bibif atas Nindia bergantian. Nindia pun dengan suka rela memberikan akses dengan membuka mulutnya.


"Ayah, kenapa bibir Buna di makan?" tanya Nafeeza yang berhasil menghentikan kegiatan keduanya.


"Kamu sih," bisik Nindia sambil mencubit perut Reyhan. "Enggak sayang, Ayah nggak makan bibir Buna,"


"Maaf, aku kadang suka lupa udah ada Nafeeza diantara kita kalau lagi berduaan sama kamu," ucap Reyhan dengan penuh penyesalan. Sekarang, mereka harus bersiap dengan pertanyaan ajaib yang akan keluar dari bibir mungil Nafeeza.


"Bohong! Tadi ayah makan bibir Buna," kekeh Nafeeza.


Nafeeza beralih menatap Reyhan, "Bener Ayah?"


Reyhan mengangguk. Pasti sebentar lagi akan ada pertanyaan dari bibir mungil Nafeeza dan Reyhan harus bersiap dengan jawabannya agar segera memuaskan rasa ingin tahu Nafeeza.


"Tapi kenapa Ayah tadi seperti memakan bibir Buna?"


Nah kan? Muncul lagi pertanyaan dari anak perempuan cantik ini.


"Itu bukan makan bibir Buna, Sayang. Ayah hanya mengungkapkan rasa terimakasih," jelas Reyhan hati-hati.


Nafeeza mengetuk-ngetuk dagunya seperti berfikir, "Jadi, kalau mau terimakasih sama Niknik, Nafeeza harus makan bibirnya juga?"


Reyhan mengerutkan dahinya, sedangkan Nindia sudah terlihat gelisah.


"Enggak boleh sayang. Kamu hanya boleh begitu kalau sama Buna, Ayah, Oma, Opa, Nenek, dan Kakek. Selain dengan keluarga, kamu enggak boleh melakukannya," jelas Nindia.


"Emang Niknik siapa?" tanya Reyhan setengah berbisik.


"Anak laki-laki teman pertama Nafeeza."


Mata Reyhan melotot, hampir saja dirinya menjerumuskan anaknya, "Sayang,"Reyhan memegang bahu Nafeeza. "Ingat apa yang dikatakan Buna, ya. Nafeeza hanya boleh melakukan itu dengan Ayah, Buna, Oma, Opa, Nenek, dan Kakek. Nafeeza paham?"


"Kenapa sama Niknik enggak boleh?" tanya Nafeeza yang masih belum puas dengan jawaban yang diberikan Nindia juga Nafeeza.


Nindia memejamkan mata. Sifat kritis Nafeeza memang mbuatnya bersyukur, tetapi terkadang membuat darahnya naik. Seperti saat ini.


"Nak, dengar kata Ayah. Hal itu hanya boleh dilakukan oleh keluarga. Contohnya Buna dan Ayah. Buna sama Ayah keluarga kan?"


Nafeeza mengangguk, "Iya. Buna sama Ayah orang tua Nafeeza. Jadi, maksud ayah Nafeeza boleh lakuin itu sama keluarga aja? Kayak Ayah sama Buna, gitu kan?" tanya Nafeeza dengan wajah polosnya.

__ADS_1


Reyhan mencubit pelam hiding mancung Nafeeza, "Pinter banget sih. Anak Ayah udah paham?"


"Paham, Ayah." jawab Nafeeza tegas. Seperti inilah sikap Nafeeza. Ia akan selalu menjawab tegas bila sudah bisa menerima penjelasan orang tuanya.


"Oke sayang. Sekarang kamu mandi sama Bi Murni ya. Kita mau ke rumah Mama Bella dan Papa Ilham, Kamu mau kan main sama dedek Annisa?"


"Yeee, Nafeeza mau ketemu dan main sama dedek Anisa. Anisa mandi dulu Buna, Ayah," pamit Nafeeza.


Setelah hilang dari pandangan, Reyhan dan Nindia saling pandang kemudian tertawa bersama.


"Hampir saja," ucap Reyhan yang diangguki Nindia


"Untungnya Nafeeza enggak terlalu kepo seperti biasanya."


"Lain kali kalau aku mau cium kamu, enaknya langsung di kamar. Siapa tahu dapat service lebih," ucap Reyhan.


"Awwwww, sakit sayang,"


"Makanya, gak usah mesum,"


*


*


Yuhuuuu, jangan lupa baca cerita Artha dan Zeline terbaru ya. Langsung aja cari "Tz" dan kalian akan menemukannya.



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬


Jadikan Favorit ❤


Bila berkenan silakan beri Tip ⭐


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow (DIHAPUS)


- BINTANG (SLOW UPDATE)


- My Destiny (NGEGANTUNG)


- ArLine (NEW)

__ADS_1


A/n    : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Semua informasi dan gambar berasal dari pinterest dan google, jadi mohon maaf kalau ada kekeliruan dan kesamaan baik nama tempat, tokoh maupun role model. Usahakan memberikan apresiasi kepada author walau hanya satu atau dua kata agar semakin semangat update nya. Terimakasih 😊😊


__ADS_2