HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 7 Uring-uringan


__ADS_3

HAI CHINGU.....😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


 


Sejak kejadian pagi, Nindia sudah seperti macan betina yang mencari anaknya. Senggol dikit cakar mungkin itu yang saat ini akan terjadi. Bahkan Nindia tidak pandang bulu siapa uang dia cakar. Termasuk Tia, Gita, dan Bella. Tak terkecuali Bu Rani.


"Gila ni bocah, ngapa uring-uringan sih?" bisik Gita kepada Bella.


"Kalau gue tahu makalah gue mau diajuin ke seminar pasti gue buat yang baik. Bu Rani juga sih! kenapa gak kasih


tau gue sih?" kata Nindia dengan amarah yang meledak-ledak. Nindia marah karena makalahnya batal dikirim ke seminar nasional.


"Kan biasanya lo buat semaksimal mungkin," kata Tia.


"Kalau gue tahu, gue akan buat yang maksimal begok!"


"Eh begok. Yang salah itu lo, kenapa gue yang jadi lo semprot sih?" kesal Tia


"Diam gak lo!" Anin menunjuk Tia dengan jari telunjuknya.


Bella dan Gita hanya bisa geleng-geleng kepala dengan amarah Nindia yang meluap-luap.


 


Flashback On


Nindia yang mendapatkan perintah untuk kereruangan Bu Ranj langsung menjalankan perintah tersebut. Entah kenapa kali ini dia hanya menuruti apa yang dikatan Bu Rani.


tok tok tok


" Silakan duduk," mempersilakan Nindia yang sudah berada di depan meja.


"Ada apa Bu?"


"Ada apa dengan kamu? Kenapa makalah kamu bisa seburuk ini?" hardik Bu Rani sambil melemparkan makalah ke depan Nindia.


"Maksud ibu?" tanya Nindia bingung karena tiba-tiba mendapatkan kemarahan Bu Rani.


"Makalah kamu. Kamu tahu, kalau makalah kamu mau saya ajukan ke seminar yang akan datang? Kenapa jadi seperti ini? Kamu niat gak sih?" pertanyaan Bu Rani terlempar terus menerus.


"Seminar? makalah?"


"Iya. Kamu kenapa Nindia?"


"Saya tidak ada masalah."


bla bla bla ..... omelan panjang Lebar Bu Rani berhasil membangunkan macan yang sudah lama tertidur.


"Menurut saya yang salah itu Ibu. Ibu yang memberikan saya tugas, mana saya tahu materi mana yang ibu inginkan!  Kenapa jadi saya yang salah? seharusnya Ibu beritahu saya kalau makalahnya akan diajukan ke seminar!"

__ADS_1


Entah setan apa yang merasuki Nindia sehingga berani menyalahkan Bu Rani. Memang benar, bukan salah Nindia


seluruhnya. Tapi tidak seharusnya Nindia berkata kurang sopan kepada Bu Rani.


"Kamu menyalahkan saya?" Bu Rani mulai terpancing.


"Ya jelaslah salah Ibu. Itu kan pelajaran Ibu. Seharusnya materi apa yang saya akan kerjakan, Ibu seharusnya beritahu saya! Ibu kan yang akan bertanggung jawab? Kenapa mesti saya yang kena omel? " Nindia masih berkata dengan berapi-api.


"Iya, memang kewajiban saya memberitahu. Tapi apa kamu ada usaha untuk bertanya kepada saya? apa kamu pernah menemui saya untuk konsultasi? Apa saya yang harus bertemu dan menanyakan lebih dulu kepada kamu?"


Nindia hanya bisa diam saat diserang pertanyaan oleh Bu Rani.


Flashback Off


 


Tak lama setelah pertengkaran Tia dan Nindia, mahasisawa berhamburan masuk kelas. Banyak dari mereka yang mulai berbisik-bisik.


"Asdos ganteng akhirnya masuk juga,"


"Beneran?"


"Ya ampun udah gak sabar lihatnya!"


Akhirnya yang menjadi bahan pembicaraan sudah berada di depan kelas.


"Permisi,"


"Gila ganteng banget,"



Asdosnya ganteng banget ! ! ! !😍 😍 😍


 


Berbeda dengan temannya yang mengagumi asdos baru tersebut, Nindia melotot melihat kedatangan seseorang yang tidak ingin dia temui saat ini. Memang setelah kejadian di kamar, Nindia tidak tahu ke mana perginya curut satu itu. Tak disangka Reyhan akan mulai mengajar hari ini.


"Pagi semuanya," sapa Reyhan ramah dengan senyuman yang membuat hati kaum wanita meleleh.


"Pagi pak," jawab semua siswa perempuan dengan mata berbinar.


"Perkenalkan saya Reyhan Aristarco,"


"Hay pak," sapa Karin. Salah satu siswa yag suka cari perhatian.


Reyhan hanya menanggapinya dengan senyuman, Menurutnya sudah biasa mendengar sapaan yang lebih  menggoda.


"Saya akan menggantikan Bu Rani mulai hari ini. Untuk dikelas saya, saya sangat melarang yang namanya TA (Titip Absen)."


"Mampus lo!" bisik Bella kepada Nindia dengan penuh penekanan.


"Untuk tugas, saya minta dikerjakan secara maksimal. Ada kemungkinan tugas kalian akan saya ajukan ke Seminar-seminar. Kalian mengerti?" dengan rasa percaya diri, Reyhan membuat kontrak kuliahnya.


"Mengerti pak,"

__ADS_1


"Oh Ya... Satu lagi! saya akan memberikan waktu kalian terlambat maksimal Tiga Puluh Menit. Untuk absensi saya akan lakukan sendiri!" skakmat bagi Nindia yang selalu menghindari pelajaran Bu Rani.


Nindia hanya bisa menggeleng0gelengkan kepalanya mendengar keputusan yang diambil oleh Asdosnya kali ini. Nindia sudah mengeluarkan sumpah serapahnya kepada suami sekaligus asdosnya tersebut.


"Kalau belum ada yang ditanyakan, saya akan memulai pelajaran hari ini. Silakan buka handphone kalian masing-masing!"


 


____________________


 


Nindia, Bella, Gita, dan Tia sudah berada di kantin. Nindia masih memikirkan kontrak perkuliahan yang diajukan oleh Asdos barunya.


"Nin, gimana menurut lo?" tanya Gita.


"Apanya?"


"Asdos baru sayang," sahut TIa.


"Tuh, Tia aja pinter," Bella menunjuknya dengan tangan yang memegang minuman dingin.


"Gila. Asdos tu bener-bener gila. Kalau kontraknya seperti itu, mana bisa gue bolos? Gue sama Bella sebagai penanggung jawab matapelajaran apa gunanya? Nganggur doang?"


"Lo yang gila," umpat Tia.


"Bilang aja kalau lo udah gak bisa bolos sama TA lagi,"


"Nah pintar," Nindia mengacungkan dua jempolnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


MAAF YA...


AUTHOR LAGI SIBUK UTS, JADI LAMA TIDAK UPLOAD.


A/n : Kalau asdosnya kaya yang diatas mah, author masuk tiap hari. Tapi jangan galak-galak atuh Babang Tampan, Boleh bolos ya? ya? ya?

__ADS_1


__ADS_2