
HAI CHINGU.....😀😀😀😀
SELAMAT MEMBACA
🌹
🌹
Setelah keluar dari dosen dan mendapatkan ceramah, Nindia melangkahkan kakinya menuju kantin dengan lunglai.
Ia harus kembali masuk ke ruang dosen karena terlambat dan tidak mengerjakan tugas yang diberikan minggu lalu.
Padahal menurut dosen, beberapa bulan Ini Nindia mengalami perubahan. Nindia menjadi mahasiswa yang rajin dan jarang membuat masalah. Tetapi hari ini, Nindia kembali mematahkan persepsi dosen dengan kejadian tadi pagi
Reyhan yang ada di ruang dosen tak bisa melakukan apa-apa meskipun tahu mengapa Nindia tidak mengerjakan tugas.
Saat sampai di kantin, Ia langsung menghampiri Bella, Tia, Gita, dan juga Satria? Satria? Ya... ia sudah dengar kalau Satria sering jalan dengan Bella.
"Nihh... Ini anak yang bikin satu kelas heboh" sungut Bella sambil menunjuk Nindia.
"Heboh gimana?" tanya Satria yang tidak tahu apa-apa.
"Gimana gak buat heboh. Udah datang terlambat dan tidak mengerjakan tugas. Bahkan dia terlambat satu jam pelajaran penuh." ucap Gita menggebu-gebu.
"Dia bahkan berani adu mulut sama Bu Rifki, sampai diusir dari kelas," sambung Gita.
"Mulai deh.." ucap Nindia sambil menyeruput jus alpukat kepunyaan Bella tanpa ada rasa bersalah.
"Gini nih kebanyakan micin. Minum punya orang tapi gak ijin," sindir Bella.
"Oh iya.. Gue lupa. Minta ya, Buk" izin Nindia.
"Telat bego," sahut Gita.
"Bodo," dengan cuek Ia menghabiskan satu gelas jus alpukat kepunyaan Bella.
"Gelasnya sekalian," sinis Tia.
Nindia menyodorkan gelas dengan tampang polos, "Lo mau?"
"Bodo Nin," jawab ketiga sahabatnya.
"Pulang sana," usir Bella.
"Idihhh, gue masih mau makan." cuek Nindia sambil mencomot somay yang di depan Gita.
Satria yang melihat kelakuan mantan pacarnya dan sahabat hanya bisa menggelengkan kepala. Ia sudah tahu kalau Nindia sering membuat onar, tapi kalau ke 'abstrak' an Nindia, ia baru melihatnya hari ini.
__ADS_1
____________________
Satria jalan beriringan dengan Bella setelah keluar dari kelas. Setiap hari, Satria akan menjemput Bella ke kelas. Bahkan banyak yang mengira kalau Satria dan Bella sudah menjalin hubungan.
"Lo mau kemana?" tanya Satria.
"Biasa, gue mau kerja."jawab Bella singkat.
Satria mengambil alih buku yang dibawa Bella, "Lo mau gue antar?" tawar Satria.
"Boleh deh, tapi lo harus putar arah lagi dong," ucap Bella.
Satria tersenyum, "Udah sering kali. Kayak baru aja, lo kan sering nebeng," sindir Satria.
plakkk
"Apa lo bilang? Gue juga gak mau kali kalau bukan karena Gi.." ucap Bella yang belum selesai.
"Bel, lo mau bareng?" tanya Gita yang tahu-tahu sudah berdiri di sampingnya.
Bella terdiam sebentar karena masih terkejut dengan kedatangan Gita. Tak lama kemudian, Ia bisa menguasai diri.
"Malah bengong," sindir Gita.
"Ehe,," Bella menggaruk rambutnya yang tidak gatal. "Telat lo, gue udah sama Satria. Lain kali ya,"
Gita memandang Bella dan Satria secara bergantian, "Kenapa gue gak suka kalau Satria dekat dengan Bella. Ada apa ini? Apa yang terjadi dengan gue?" tanya Gita dalam hati.
"Git.. Gita," panggil Bella sambil menggoyangkan tubuh Gita.
"He... Apa tadi, gue gak dengar."
"Lo ngelamun ya?" tanya Bella penuh selidik.
"E... Enggak kok. Ya udah kalu gitu. Gue duluan ya. Bye," ucap Gita sambil melambaikan tangan.
Satria memandang kepergian Gita tanpa berkedip. Ia terus memperhatikan Gita sampai tubuh gadis itu tak terlihat lagi.
"Kedip lo. Entar kesambet gue yang repot," ucap Bella setengah mengejek.
"Doa lo emang gak ada yang bener tahu gak," kesal Satria.
"Sebelah lo juga cewek kali. Gak usah segitunya lihat Gita." ucap Bella menyindir.
"Elo? Cewek? Gue gak salah dengar?" tanya Satria mengejek.
plaakkk
__ADS_1
"Bangke lo. Gini-gini gue juga cewek. Emang dasarnya mata lo aja yang perlu diobati,"
"Cewek kok gak peka, hobinya main tangan, nyablak lagi. "
"Terus! Hina terus sampai lo puas. Lo mau ngantar gue atau enggak? Kalau enggak gue pesen ojol aja. Kelamaan nunggu lo." ucap Bella sambil membuka aplikasi untuk memesan ojol.
"tsk. Gitu aja ngambek. Buruan jalannya! Lelet amat," ucap Satri sambil berjalan meninggalkan Bella.
"Sialan Lo. Tunggu!" teriak Bella. Ia kemudian berlari untuk mengejar Satria.
Tanpa disadari ada empat pasang mata yang memperhatikan kedekatan dan interaksi antara Bella dan Satria.
"Ternyata hanya saya yang memiliki perasaan ini ke kamu,"
"Sakit! Kenapa bisa sesakit ini melihat kedekatan mereka."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬
Jadikan Favorit ❤
Bila berkenan silakan beri Tip ⭐
Baca juga karya ku yang lain :
- My Wife's Beautiful Widow
- BINTANG
__ADS_1
A/n : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Terimakasih 😊😊