
HAI CHINGU..... 😀😀😀😀
SELAMAT MEMBACA
🌹
🌹
Setelah berada di dalam birung terbang selama dua jam, akhirnya Nindia dan Reyhan mendarat di bandara Juanda.
"Walcomeback" ucap Nindia seraya melabarkan tangannya.
Reyhan yang datang dari belakang langsung mengelus rambut Nindia, "Baru juga 4 hari udah kangen aja sama Surabaya. Gimana kalau aku jadi pindah ke Bali, hmm?"
"Itu mah beda, kalau ini kan liburan." sanggah Nindia.
"Iya in biar cepat." Nindia cemberut. "Kamu mau langsung ke rumah atau makan malam di luar?"
"Makan di rumah aja deh. Capek banget pinggang aku, lagian dedeknya juga ngantuk."
Reyhan mengangguk kemudian melanjutkan jalan mereka dengan tangan kanan menggenggam tangan Nindia. Sedangkan koper mereka menjadi urusan Mang Tejo yang menjemput mereka. Reyhan sudah tidak sanggup membawa koper mereka sendiri. Saat berangkat mereka sudah membawa tiga koper. Dua koper berisi pakaian mereka, sedangkan satu koper rencananya mau buat diisi oleh-oleh. Tapi yang namanya perempuan bisa langsing melipat gandakan koper. Mereka harus mencari 2 koper lagi untuk menampung jumlah oleh-oleh.
Flashback On
"Sayang, kamu beneran beli sebanyak ini?" tanya Reyhan karena melihat banyaknya jumlah oleh-oleh yang dibeli Nindia.
"Iya, ini aja menurutku masih kurang. Masih banyak baju-baju unik yang mau aku beli. Tapi sayangnya kopernya udah enggak muat." ucap Nindia dengan nada sedih.
Reyhan hanya bisa melongo mendengar perkataan Nindia. Mereka sudah membeli tambahan koper sebanyak dua, tapi masih nelum bisa menampung oleh-oleh yang Nindia beli. Mulai baju, makanan, mainan, tas, kain, dan masih banyak lagi hal-hal yang dibeli Nindia.
"Kita udah nambah 1 koper lho, tapi masih belum bisa angkut ini semua?" tanya Reyhan seraya menunjuk semua baju yang masih berantakan di lantai kamar.
Nindia mengangguk lemas. Ia menginginkan hampir semua barang yang menurutnya menarik. Bahkan pernak-pernik yang menurut Reyhan tidak penting tetap saja di ambil oleh Nindia.
Reyhan menghela nafas, "Butuh berapa koper lagi?"
Nindia menunjukkan jari telunjuknya, "Cuma satu sih menurut aku."
"Ya udah kalau gitu, aku minta Daryo buat beliin. Kamu istirahat aja dulu, jangan lupa! nanti penerbangan kita pukul 6 sore."
"Siap bos"
Flasback Off
Langit malam berubah menjadi pekat saat sedikit demi sedikit air turun dari langit. Merubah udara menjadi sejuk cenderung dingin. Di kanan kiri jalan menjadi saksi bagi mereka yang terjebak dalam indahnya kuasa Tuhan.
"Yakin mau makan di rumah aja?" tanya Reyhan.
"Iya, Bee. Lagian juga hujan, males kalau keluar masuk mobil. Dingin." ucap Nindia seraya mendekap tubuhnya.
Reyhan menyerong memghadap Nindia, kemudian didekapnya tubuh kecil istrinya itu.
"Ya udah, sekarang tidur aja." Nindia hanya mengangguk, tak berapa lama terdengan hembusan nafas teratur yang menandakan Nindka sudah berada dalam alam mimpi.
____________________
Setelah selesai makan malam, Reyhan dan Nindia memutuskan untuk berdiam diri di dalam kamar. Rasa lelah menjadi salah satu faktornya.
"Bee, aku pinjam ponsel dong." ucap Nindia seraya membuka telapak. tangannya.
"Ada di nakas, ambil aja. Mau buat apa?" tanya Reyhan penasaran.
__ADS_1
Nindia tak langsung menjawab pertanyaan Reyhan. Ia lebih sibuk mengoperasikan ponsel Reyhan dan langsunh menuju salah satu media sosial milik laki-laki itu. Memang semenjak menikah, Reyhan sudah memberitahukan Nindia sandi ponselnya.
a_reyhan11
❤ 💬 ↗
548.780 Suka
a_reyhan11 Thank you for your time 💕 'N'
.
.
#bukitcampuhan #pantaikuta #pantaidoublesix
Komentar dibatasi
_ilham.mhmmd Ini yang buat gue kerja ekstra waktu
profreyhanfans1 Ya ampunn jadi beneran? udah nikah. Potek hati adek.
kania.rumansayu Ya. Kasian deh lo Kak @_ilham.mhmmd
bella_william 😐 no comment
luvita_pramudya Kayaknya gue kenal sama yang perempuan. Gak asing deh
gita.anggrita no comment (2)
bahari.pramestia no comment (3)
Reyhan mengangguk, "Iya. Tapi bentar," Reyhan mengambil ponsel dari tangan Nindia. "Lihat komentar Luvita, sepertinya dia curiga. Kamu enggak apa-apa?"
Nindia tersenyum tulus, "Biarin aja. Toh dia sendiri yang bikin puzzel, jadi biar dia yang menyelesaikannya. Kalau berhasil berarti dia dapat bonus."
Nindia tak lagi memusingkan hubungannya dengan Reyhan yang akan terbongkar. Bila terbongkar berarti sudah waktunya, kalau belum memang Tuhan hanya menginginkan pernikahannya bahagia.
"Siapa sih yang nagajarin ngomong sok bijak gini?" tanya Reyhan yang gemas dengan Nindia.
Nindia berdecak, "Aku bukan sok bijak ya. Aku bicara fakta."
"Iya sayang. Udahan ya main pinselnya, sekarang waktunya bobok. Dedeknya pasti udah ngantuk juga." bujuk Reyhan.
"Bentar lagi ya,"
"Enggak sayang, besok kamu juga masih ada kuliah. Kamu enggak niat bolos kan?" tanya Reyhan penuh selidik.
Nindia hanya menyengir saat rencananya diketahui oleh Reyhan.
"Yahhh... ketahuan deh." sesal Nindia dengan nada yang dibuat-buat.
"Aku udah hafal. kamu luar dalam, Sayang. Jadi, kamu enggak bisa bohongin aku. Apalagi track record kamu yang sering bolos." sindir Reyhan.
"Itu dulu ya,"
"Sekarang?" tanya Reyhan.
"Ya masih lah. Tapi kan udah enggak separah dulu. Lagian aku juga kangen jadi bahan nyinyiran dosen." ucap Nindia.
__ADS_1
"Jadi nyinyiran dosen kok kangen."
"Iya lah. Kalau diomongin dosen kan jadi terkenal. Semuanya jadi tahu aku siapa." jawab Nindia yang membuat Reyhan geleng-geleng kepala.
"Dedek kalau udah besar jangan ikutin tingkah Bunda yang ini ya. Ikutin tingkah baik Ayah aja." ucap Reyhan pada calon anaknya.
"Diihhh, gak bisa gitu dong. Gini-gini aku pintar, gak kalah sama kamu." protes Nindia.
"Nakal sekali-kali itu boleh. Jadi hidup kita bewarna, enggak lurus aja kaya kamu." sambung Nindia.
Reyhan menarik Nindia agar lebih mendekat dan meletakkan kepela Nindia pada dada bidangnya.
"Hidup aku juga enggak lurus-lurus amat kok. Tapi aku enggak nakal kaya kamu." bela Reyhan.
Jujur saja, masa mudanya juga tidak setenang yang dipikirkan banyak orang. Dulu waktu Nindia tak melihatnya dan sering silang pendapat dengan Reno, hidupnya hampa dan lari pada hal-hal yang bersifat negatif seperti merokok. Tapi untungnya adalah Reyhan tak pernah menyentuh yang namanya alkhohol dan narkoba. Dua nama tersebut tak ada dalam daftar yang ingin dicoba ataupun dilakukannya.
Nindia memainkan rambut Reyhan, "Tahu kok. Aku tahu dari Mami. Kata Mami waktu kamu gagal deketin aku ataupun kalau lagi berantem sama Papi larinya pasti ke rokok."
"Iya. Tapi utu dulu. Sekarang aku udah jauh leboh dewasa dan bisa menyelesaikan masalah secara langsung tanpa pelarian." jawab Reyhan dengan tegas.
Nindia mengangguk, "Aku juga gak suka kalau lihat kamu merokok. Apalagi aku sekarang lagi hamil. Asap rokok tidak baik bagi ibu hamil dan janinnya." jelas Nindia.
"Aku tahu sayang. Aku juga tidak mungkin menyelakakan kamu dan anak kita." ucap Reyhan. "Sekarang tidur kamu tidur ya. Udah malam."
Reyhan dan Nindia akhirnya mengakhiri sesi pillow talk yang tak pernah absen mereka lakukan. Ini merupakan salah satu cara mereka untuk berkomunikasi setelah seharian tidak bertemu. Setelah acara pillow talk, Reyhan dan Nindia saling berpelukan dan menghangatkan.
Tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Tinggal bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Jika komunikasi lancar, maka penyelesaian masalah akan mudah dan cepat. Hindari sikap egois, salinh memahi dan mendengarkan penjelasan pasangan menjadi cara ampuh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬
Jadikan Favorit ❤
Bila berkenan silakan beri Tip ⭐
Baca juga karya ku yang lain :
- My Wife's Beautiful Widow
- BINTANG
__ADS_1
- My Destiny
A/n : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Semua informasi dan gambar berasal dari google, jadi mohon maaf kalau ada kekeliruan. Terimakasih 😊😊