
HAI CHINGU..... 😀😀😀😀
SELAMAT MEMBACA
🌹
🌹
Entah perasaan Gita atau memang benar bahwa Satria dua hari ini sikapnya berbeda. Memang Satria masih mengantar dan menjemput Gita, tapi suasana di dalam mobil terkesan hambar. Tak ada yang berbicara, seperti hari ini saat Satria mengantarkan Gita pulang.
"Sat, kamu kenapa?" tanya Gita yang sudah jengah dengan kediaman Satria.
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Satria. Dugaan Gita semakin kuat bahwa ada hal yang tidak baik-baik saja.
"Kamu beda dua hari ini. Ada apa?" tanya Gita seraya memegang tangan kiri Satria.
Sayang upaya Gita tak mendapatkan sambuatan baik dari Satria. Ia justru menepis tangan Gita, tidak kasar tapi berhasil membuat hati Gita tersentil.
Gita menelan salivanya, "Aku ada salah sama kamu?"
"Kamu merasa ada salah enggak?" bukannya menjawab, Satria justru melontarkan pertanyaan baru.
Ini lah yang sangat tidak disukai Gita. Bukannya menyelesaikan masalah, justru Satria menghindar. Sikap kekanak-kanakan Satria inilah yang membuat Gita awalnya ragu menerimanya.
"Kalau aku ada salah, tolong kasih tahu. Aku enggak akan tahu kalau kamu hanya diam aja. Ayolah Sat, kuta udah dewasa. Udah bukan saatnya seperti anak kecil." ucap Gita yang mulai jengah.
Satria tersenyum sinis, "Ohhhh, jadi menurut lo gue kaya anak kecil?"
"Bukan gitu, Sat." sanggah Gita.
"Terus apa? Kalau elo enggak merasa ada salah, ya udah. Enggak usah diambil pusing." ucap Satria yang mulai menggenggam setir kemudi dengan erat.
"Kalau enggak ada, kamu enggak mungkin kaya gini. Aku mohon Sat. Dari awal aku udah pernah bilang, jujur. Aku lebih suka kalau kamu jujur, bilang aja kalau aku ada salah. Tegur kalau perlu, jangan diam aja. Enggak akan menyelesaikan masalah kalau kamu hanya diam saja." jelas Gita panjang lebar.
Satria membelokkan mobil ke salah satu cafe yang cukup terkenal dikalangan anak muda. Terlihat dari banyaknya Anak berpakaian SMA dan mahasiswa. Baik untuk mengerjakan tugas atau hanya sekadar nongkrong saja.
"Kita makan dulu,"
Git menghembuskan nafas, "Oke. Habis itu kamu harus jelasin, ada apa. Aku enggak mau kalau kita bertengkar hanya karna hal sepele.
"Hmm,"
Gita hanya memperhatikan Satria yang masih mendiami selama masuk ke cafe.
"Mbak," panggil Satria terhadap salah satu pelayan cafe.
"Selamat siang Mas Mbak," sapa pelayan tersebut.
Gita memperhatikan saat pelayan tersebut tersenyum genit ke Satria. Ia memang akui kalau Satria memabg tampan dan dirinya tidak rela Satria menjadi pusat perhatian, apalagi diperhatikan oleh cewek-cewek genit.
khemm
Pelayan tersebut akhirnya kembali ke alam sadarnya.
"Maaf," tersenyum kikuk. "Mau pesan apa?" tanyanya.
Satria sebenarnya menahan ketawanya saat melihat wajah Gita yang sudah memerah menahan amarah. Dirinya bahkan tidak merespon pelayan tersebut.
"Saya pesan ice green *** tee, avocado toast with egg ang tomato, coffe latte, mozarella cheese stick," ucap Satria tanpa bertanya ke Gita. Ia sudah katam dengan menu favorit saat makan bersama Gita.
Gita tersenyum sangat tipis saat Satria memesankannya makanan meskipun sedang marah dan jujur saja Gita sangat senang.
"Itu aja Mas?" tanya pelayan tetsebut dijawab anggukan oleh Satria tanpa menoleh.
"Baik, silakan ditunggu,"
Gita melirik sinis pelayan yang mulai meninggalkan meja mereka dan kembali fokus pada Satria.
"Enak ya dilihatin cewek cantik," ucap Gita sinis.
Sumpah demi apapun Satria sudah ingin meledakkan ketawanya melihat kecemburuan kekasihnya. Ia hanya ingin Gita merasakan apa yang ia rasakan saat melihanya dengan mantan.
"Silakan dinikmati,"
Gita dan Satria kembali hanyut dalam pemikiran masing-masing meskipun sedang makan.
Gita tidak suka saat melihat Satria hanya menikmati coffe latte saja, padahal Gita tahu kalau Satria tak pernah sarapan. Dengan inisiatif, Gita memotong toast miliknya kemudian menyuapkan ke Satria.
Satria tersentak ditengah kegiatannya melihat sosial medianya, "Lo aja yang makan,"
Gita berdecak, "Udah deh, tinggal buka mulut aja apa susahnya sih," gerutu Gita.
Entah terpaksa atau memang lapar, Satria akhirnya membuka mulut dan menerima suapan Gita.
"Aku enggak suka ya kamu belum makan tapi udah minum kopi," ucap Gita disela kegiatannya menyuapi Satria.
__ADS_1
"Hmm,"
Setelah makanan habis dan tinggal minum nya saja, Gita gunakan unuk ngobrol dengan Satri. Ia ingin apa yang mengganggunya 2 hari yang lalu cepat hilang.
"Sat," panggil Gita.
"Hmm,"
"Satria," panggil Gita sekali lagi,
Satria hanya menyahuti sekenanya dan tetap fokus pada ponselnya.
Gita yang sudah kesal akhirnya merebut ponsel Satria. Sedangkan yang diganggu hanya bisa diam dan melihat kekesalan Gita.
"Sayang,"
"Apa?" jawab Satria dengan sudut bibir tertarik ke atas.
"Dasar, kalau disayang-sayang baru respon. Nyebelin," gerutu Gita.
"Jangan ngedumel," ucap Satria.
Gita membolakan matanya, "Kok tahu sih? Atau jangan-jangan Satria cenayang lagi,"
"Enggak usah mikir yang aneh-aneh. Muka kaku udah bisa ditebak," ucap Satria sekali lagi.
Gita berdeham menetralkan keterkejutannya, "Kamu kenapa? Harus jawab pokoknya. Aku enggak mau tahu."
"Gila. aja kalau gue ngaku cemburu sama mantannya, gengsi kali. Kalau enggak, masalah ini akan terus berlanjut. Gue udah kangen sama dia," gumam Satria dalam hati seraya menatap Gita lekat. Bucin lo Bang Sat!
"Sayang," panggil Gita seraya menggenggam tangan tangan Satria.
"Dua hari yang lalu kamu pergi kemana?" tanya Satria pada akhirnya.
Gita mengernyit dan mengingat-ingat sesuatu, "Kapan?"
"Dua hari yang lalu. Sekitar pukul 6 atau 7 malam," jawab Satria.
Gita membulatkan mulutnya, "Ohhh... Aku pergi ke mall sama Tia, Bella, dan Nindia."
Satria menaikkan satu alisnya, "Kamu yakin?"
"Iya. Emangnya ada apa? Jangan main teka-teki Sat." ucap Gita.
"Dua hari yang lalu aku lihat kamu makan di salah restoran yang ada di mall," jawab Satria.
"Sama Tia, Bella, dan Nindia?" tanya Satria memastikan.
Gita mengangguk, "Udah ya, aku capek. Kamu langsung aja."
Satria menghela nafas, "Aku lihat kamu makan sama mantan kamu, Akas."
Boleh tidak kalau sekarang Gita tertawa terbahak. Jujur saja Gita mengira dirinya melakukan kesalahan yang fatal, ternyata Satria hanya salah faham sehingga membuat dirinya didiamkan selama 2 hari.
"Jadi itu yang buat kamu jadi mendiamkan aku 2 hari? Oh God, Satria Gautama." ucap Gita yang masih berusaha menahan tawanya.
Gita menarik tangan Satria sehingga membuat tubuh Satria mencondong ke Gita. Tangan Gita kemudian terulur untuk mengelus pipi Satria.
"Aku banyak dosa hari ini karena kontak langsung sama yang belum mukhirm. Tapi ya udah lah, lagian pacar aku lagi marah dan aku harus bujuk."
"Jawab aja Git! benar atau engggak."
"Emang benar kalau aku makan di resto itu. Tapi sebelum Akas datang, aku makan sama Tia, Bella, dan Nindia. Kalau kamu enggak percaya tanya aja ke mereka." jelas Gita.
"Tapi gue enggak lihat mereka," sanggah Satria.
Gita mengangguk dan paham akan yang dikatakan Satria, "Saat itu aku mulai bersitegang dengan Akas. Nindia yang melihat aku dan Akas butuh waktu mengajak Tia dan Bella keluar resto. Mungkin saat kamu datang atau lihat, mereka lagi belanja atau pergi kemana gitu," lanjut Gita.
"Tapi enakkan yang rambutnya dielus sama mantan?"
Akhirnya tawa Gita pecah melihat ekspresi Satria saat mengatakan itu. Sungguh lucu sekali pacarnya ini.
"Kan kamu juga sering gitu, masa dia enggak boleh?" bukannya menjawab dengan serius, Gita justru menggoda Satria.
"Ohhh, jadi kamu beneran suka di elus sama mantan kamu itu?" tanya Satria seraya melepaskan genggaman Gita tapi.
"awww," ringis Gita saat tangannya terantuk meja karena Satria cukup menggunakan energi.
Satria langsung menarik tangan Gita untuk mengelusnya kemudian meniup. Sedangkan kan Gita hanya tersenyum melihat perhatian Satrai.
Tangan Gita terulur untuk mengelus surai lebat milik Satria, "Masih marah?"
Satria mendongak tak menghiraukan pertanyaan Gita.
"Aku sama dia udah selesai lama. Jadi kamu enggak perlu cemburu lagi,"
__ADS_1
"Aku enggak cemburu," bantah Satria.
"Udah ya. Kan aku udah jujur. Kalau nanti ada hal yang mengusik pikuran kamu, bilang aja sama aku. Begitupun aku, jadi kita enggak saling salah paham. Bisa kan?" pinta Gita.
Satria mengangguk dan tersenyu, "Maaf karena aku seperti anak kecil. Aku cuma taku kamu ninggalin aku.
"Hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi untuk saat ini aku tegas mengatakan kalau aku enggak akan ninggalin kamu," jawab Gita tulus.
Setelah menyelesaikan masalah, Gita dan Satria meninggalkan cafe dan mengajak Gita jalan kembali pada malam harinya.
Besikaplah dewasa untuk menyikapo segala masalah. Jangan menghindar dan segera selesaikan agar tidak berkepanjangan.
gita.anggrita
❤ 💬 ↗
253.099 Suka
gita.anggrita trust me for the present and future 😊
Lihat semua 5.873 komentar
anindiaputri1102 Udah baikan Neng?
luvita_pramudya Satria gak cocok sama lo, cocoknya sama @valentine.micelle
geprekenak01 Silakan di order ayam gepreknya, dipasti puas. Ukurannya jumbo lhooooo.
real_satriagautama I'm sorry and I believe in you @gita.anggrita
jual_subcribe Yang mau nambah subcribe youtube bisa langsung DM.
bella_william Yang udah baikan mah beda.
rachel_cantikkk Pacaran terus, tugas apa kabar?
tiktokers_lucu Mau lihat video yang lucu?
bahari.pramestia Nasib jomblo mah gini :(
peninggi.badan.nomor.1 Tinggi badan kurang, silakan coba produk kami! Dijamin bertambah 5cm dalam waktu 1 minggu.
kettyyyyyy_ Sok cantik banget sih... Cantikan juga @valentine.micelle
valentine.micelle Yayang gue itu mah.
gita.anggrita Udah dong @anindiaputri1102 | baru tahu kalau kalian tukang stalker @luvita_pramudya @valentine.micelle @kettyyyyyy_ | 💖 @real_satriagautama | @bella_william beda gimana @bahari.pramestia Buruan cari pacar | Tugas itu apa ya? Kok saya mendadak lupa @rachel_cantikkk
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬
Jadikan Favorit ❤
Bila berkenan silakan beri Tip ⭐
Baca juga karya ku yang lain :
- My Wife's Beautiful Widow
- BINTANG
- My Destiny
__ADS_1
A/n : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Semua informasi dan gambar berasal dari google, jadi mohon maaf kalau ada kekeliruan. Terimakasih 😊😊