HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 42 Perhatian Tersembunyi


__ADS_3

HAI CHINGU..... 😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Bella mematung mendengar perkataan terakhir Ilham.


"Dan jangan pernah menemuk saya lagi. Selamat malam." ulang Bella dalam hati. Tanpa terasa air matanya jatuh lagi.


Bella masih setia memandang Ilham yang mulai menghilang dari jangkauan matanya. Ia bejongkok karena dadanya terasa sesak. Ia beberapa kali memukuli dada agar sesaknya hilang.


hukk huuk


Bella sampai terbatuk-batuk saat menahan tangisnya. Ia menangis dalam diam. Beberapa bulan kerja dengan Ilham membuatnya nyaman. Meskipun terkadang laki-laki itu membuatnya jengkel.


Cukup lama Bella berjongkok di depan restoran. Bahkan ia sudah tidak mempedulikan lagi orang-orang yang memperhatikannya.


Setelah cukup tenang, Ia berdiri dan mepangkahkan kakinya meninggalkan restoran. Restoran yang memberikannya duka.


Ia menyeret kakinya menyusuri jalanan yang ramai dengan pemuda dan pemudi yang menghabiskan waktu berdua. Ia membawa tasnya asal. Kepalanya terus tertunduk.


Kakinya membawanya ke danau tak jauh dari restoran. Bella mendudukkan badannya di kursi panjang yang ada di sekitar danau. Kepalanya kembali menunduk. Air matanya kembali menetes.


"Bagaimana gue bisa menjauhi lo, saat hati gue saja nyaman dengan lo." ucap Bella.


"Tolong kasih tahu gue, Perasaan apa ini? Gue tgak ngerti sama sekali."


Cukup lama Bella berada di danau. Menumpahkan segala perasaannya hingga dirinya merasa lelah. Ia melangkahkan kakinya meninggalkan danau. Membuka ponselnya untuk memesan taxi online.


Setelah taxi datang, Bella segera masuk ke dalam. Meletakkan kepalanya pada sandaran kursi sambil memejamkan kedua matanya. Memikirkan kembali perasaan apa yang ada di hatinya.


"Terimakasih, Pak." ucap Bella sambil menutup pintu mobil.


Bella langsung memasuki kamarnya. Setelah membersihkan diri, Bella langsung membaringkan badannya.


"Semoga perasaan ini menghilang saat gue buka mata besok,"


Tanpa ia sadari, ada mobil yang mengikuti taxi yang ia tumpangi. Bahkan mobil tersebut mengikutinya sejak keluar dari restoran hingga sampai pulang ke rumah.


"Syukurlah kalau kamu sudah sampai rumah," ucap seseorang dari dalam mobil. Setelah melihat Bella memasuki rumah, mobil itu pergi. Pemilik mobil itu tidak terkejut dengan rumah mewah orang tua Bella. Ia sudah beberapa kali mengantar Bella pulang setelah menyelesaikan pertemuan di luar.


____________________


Ilham berangkat ke kantor lebih pagi daripada jam biasanya. Ia semalam tidak bisa tidur karena memikirkan ucapannya sendiri saat menyuruh Bella menjauh darinya.


Bahkan Ilham semalam menghabiskan satu bungkus rokok untuk menghilangkan beban fikiran terkait pekerjaannya dan masalahnya dengan Bella. Ia berkali-kali mengepulkan asap rokok, membuangnya tinggi-tinggi.


Dilahatnya jam menunjukkan pukul 8 pagi. Ia penasaran dengan apa yang dilakukan Bella. Ia berinisiatif untuk bertanya pada Nindia.


📲 Nindia : Hallo, Ham. Ada apa?


Ilham : Hallo Nyonya. Mau tanya jadawal kuliah hari ini. Nyonya masuk pukul berapa?

__ADS_1


📲 Nindia : Ada apa? Gak biasanya kamu tanya.


Ilham : (Ilham menghela nafas. Ia jadi ragu untuk bertanya atau tidak.)


📲 Nindia : Ada apa?


Ilham : Cuma mau tanya.


📲 Nindia : (Nindia diam dan seakan tahu titik permasalahannya.) Nanti ada kuliah pukul 10.20 kita pulang waktu makan siang. Udah dulu ya. Reyhan panggil aku. Assalamualaikum


📲 Ilham : Siap. Makasih Nyonya. Waalaikumsalam


Ilham langsung menuju meja kerjanya. Ia berusaha menyelesaikan dokumen yang tertunda sebelum pukul 10.20. Entah mengapa hari ini Ilham ingin sekali melihat Bella. Berbeda dengan pernyataannya tadi malam yang menyuruh Bella untuk menjauh dan tidak bertemu lagi.


Rasa rindu mengalahkan segala macam rasa yang Ilham rasakan. Yang ada dikepalanya adalah bertemu dengan Bella secepatnya.


Ilham sudah menghubungi Yuda untuk menggantikan rapat yang akan diadakan setelah makan siang. Rapat kali ini tidak terlalu penting, sehingga dapat diwakilkan. Ilham juga berpesan agar tidak ada orang yang mengganggunya. Bahkan ia juga menolak beberapa kunjungan pentung dengan alasan tidaj enak badan.


Setelah menghabisakan waktu satu jam dengan tumpukan dokumen, akhirnya Ilham beranjaj menuju lobi untuk pergi ke kampus Bella sesuai dengan petunjuk dari Nindia.


Hari ini seperti bersahabat dengan Ilham. Bagaimana tidak. Jalanan yang biasanya macet menjadi lenggang, sehingga Ilham tak membuang banyak waktu dijalanan.


Saat ini ia sudah berada di depan gerbang, repatnya di seberang jalan. Ia mengamati satu persatu mahasiswa yang keluar masuk kampus.


Cukup lama Ilham menunggu hingga orang yang dicarinya kelihatan. Bella hari ini begitu cantik dengan kemeja navy yang dipadukan dengan celana kain putih dan saddle bag coklat.



Ia berjalan dengan Gita yang juga terlihat cantik hari ini. Gita memakai kemeja polkadit yang dipadukan dengan celana Palazzo navy.



Sambil menunggu Bella, Ilham membuka laptopnya untuk mengerjakan beberapa dokumen yang baru saja dikirim Yuda melalui email.


Tak terasa sudah waktunya Bella keluar dari kampus. Ilham mengedarkan pandangannya untuk menemukan Bella, namun tak kunjung menemukan.


Ilham mulai melihat arlojinya. Ini sudah lebih satu jam dari jam pulang Bella. Ia tersu saja mengedarkan pandangannya sampai bertemu dengan wanita cantik yang keluar daru gerbang, bersisihan dengan laki-laki.


"Brengsek!" umpat Ilham sambil mengepalkan tangannya dan memukulkannya pada setir mobil.


"Kenapa dia bisa tersenyum dengan laki-laki lain. Kenapa kalau bersama saya, kamu tidak pernah sebebas itu?"


Ilham terus mengamati gerak-gerik Bella dengan laki-laki itu. Ia sudah mati-matian menahan emosinya, terlebih saat pria itu berani menyentuh kepala Bella.


Cukup lama interaksi di antara mereka, hingga laki-laki itu meninggalkan Bella sendirian. Ingin hati mendekati, namun takut termakan omongan sendiri.


____________________


Ilham terus saja mengikuti mobil Bella hingga mobil tersebut berhenti disalah satu mall besar yang diketahui masih merupakan milik keluarga Aristarco.


Ia turun dan mengikuti kemanapun kaki Bella melangkah. Bella beberapa kali keluar masuk toko pakaian wanita hingga ia keluar dari salah satu toko dengan membawa dua tas belanja yang bisa dipastikan di dalamnya ada baju keluaran terbaru. yang baru rilis kemarin.


Ilham tak henti-hentinya tersenyum melihat Bella yang berjalan sambil menyanyikan lagu yang Ilham sendiri tidak tahu.


Langkah Bella berhenti di supermarket yang ada di dalam mall tersebut. Bella berkeliling mencari beraneka macam bahan makanan, makanan ringan, dan minuman. Cukup lama Bella berada di supermarket. Bella menghabiskan waktu tiga puluh menit untuk belanja.

__ADS_1


Bella keluar dengan empat kantong belanjaan yang cukup besar plus dua kantong belanja yang berisikan baju. Ia terlihat menelepon seseorang untuk meminta bantuan.


Ilham yang melihat Bella kesulitan lang memanggil security yang kebetulan berada di dekatnya.


"Mas mas," panggil Ilham.


Merasa dipanggil security tersebut menghampiri Ilham, "Ada apa ya mas?"


"Kamu lihat perempuan itu?" Ilham menunjuk Bella. Kemudian security yang ada di dekatnya mengangguk.


"Saya minta tolong kamu untuk membawakan belanjaannya," ucap Ilham. Ia kemudian mengambil lima lembar uang seratus ribuan dari dalam dompet. "Ini untuk kamu"


"Tudak usah, Pak. Ini sudah tugas saya untuk membantu pengunjung" tolak security tersebut.


Ilham menyelipkan uang tersebut pada saku baju, "Tidak apa-apa. Tidak baik menolak rezeki."


"Terimakasih, Pak." ucap security sambil menunduk. Setelah melihat Ilham mengangguk, security tersebut langsung berjalan menuju Bella.


Sedikit ada perdebatan antara security suruhan Ilham dengan Bella. Namun, security tersebut menjadi pemenangnya karena sopir yang dihubunginya tak kunjung datang. Security itu membantu Bella sampai lobi dan membantunya memasukkan barang bawaan.


Ilham langsung mengukuti mobil Bella yang sudah meninggal lobi mall dan dipastikan langsung pulang ke rumah.


"Syukurlah," ucap Ilham saat meluhat Bella masuk ke dalam rumah dengan supir yang membawa barang belanjaan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬


Jadikan Favorit ❤


Bila berkenan silakan beri Tip ⭐


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow


- BINTANG

__ADS_1


A/n    : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Terimakasih 😊😊


Source : pintrest dan google


__ADS_2