
HAI CHINGU..... ๐๐๐๐
SELAMAT MEMBACA
๐น
๐น
Sejak pulang dari mall, Nindia masih senantiasa mengjrung dirinya di dalam kamar. Bahkan Bi Minah tak berhasil memebujuk hanya sekadar untuk makan. Bi Minah semakin bingung karena Tuannya belum pulang. Bi Minah tetap berusaha untuk membujuk Nindia agar mau makan.
"Non, buka pintunya. Bibi sudah menyiapkan makanan kesukaan, Non. Makan ya," bujuk Bi Minah.
"Anin belum lapar, Ami bisa makan." jawab Nindia dengan suara serak. Kelihatan sekali kalau Nindia menghabiskan waktunya untuk menangis.
"Tapi, Non belum makan malam." ucap Bi aminah membujuk. "Makan ya, Non."
"Non,"
"Ami, ambilkan ya."
Tak ada jawaban lagi dari dalam kamar. Lampu kamar yang semula menya, sekarang sudah mati. Menandakan orang di dalamnya tak ingin diganggu.
Bi Minah meninggalkan depan kamar sang majikan dengan wajah khawatir. Ia segera menuju ruang keluarga untuk menelepon Reyhan.
Bi Minah : Hallo, Den. (sapa Bi Minah dengan nada khawatir yang terdengar jelas)
โ Reyhan : Hallo, Bi. Ada apa?
Bi Minah : Begini, Den. Non Anin ngurung diri di kamar. Bahkan belum makan dari tadi sore.
โ Reyhan : Ngurung diri gimana, Bi? (tanya Reyhan yang mulai khawatir).
Bi Minah : Bibi juga tidak tau, Den. Tadi sehabis pulang diantar sama Non Bella, Non Anin langsung ngurung diri di kamar.
โ Reyhan : Makasih Bi infonya. Reyhan pulang sekarang.
Bi Minah : Sama-sama, Den. Jangan ngebut, hati-hati (pesan Bi Minah yang sudah menganggap Reyhan seperti anaknya).
โ Reyhan : Baik, Bi. Assalamualaikum
Bi Minah : Waalaikumsallam
Setelah selesai menghubungi Reyhan, Bi Minah memutuskan untuk menunggu kedatangan sang majikan di dapur. Menyimpan makanan terlebih dahulu sebelum nanti di hangatkan. Bi Minah sesekali juga menaiki tangga untuk mengecek kamar Nindia.
Satu jam sudah berlalu. Tapi masih belum ada tanda-tanda kedatangan Reyhan yang semakin membuat Bi Minah khawatir.
Berrrmmm...
Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Bi Minah langssung menuju pintu depan untuk menyambut sang tuan.
"Dimana Nindia, Bi?" tanya Reyhan setelah masuk ke rumah.
"Masih di dalam kamar, Den. Mau bibi buatkan teh anget?" tanya Bi Minah yang mengikuti Reyhan dari belakang.
"Tidak usah, Bi. Lebih baik bibi istirahat sekarang. Ini sudah pukul 23.00. Terimakasih karena sudah menjaga Nindia." ucap Reyhan dijawab Bi Minah dengan menganggukkan kepalanya sebelum Reyhan menaiki tangga.
____________________
Reyhan yang mendapati pintu kamar dikunci dari dalam tak tinggal diam. Ia melangkahkan kakinya ke ruang kerja untuk mengambil kunci cadangan. Setelah menemukan, Reyhan langsung berusaha membuka pintu kamarnya.
Reyhan cukup terkejut melihat kamarnya yang sangat berantakan. Bantal dan guling berserakan di lantai, sedangkan Nindia sedang tidur meringkuk seperti bayi di atas ranjang.
Secara perlahan Reyhan melangkahkan kaki mendekati ranjang, Ia merangkak untuk memeluk Nindia dan mengusap kening istrinya dengan lembut.
Sayangnya elusan di rambut membuat tidur Nindia terganggu. Nindia mulai mengerjapkan matanya karena merasa tubuhnya tertimpa oleh tangan seseorang.
"Kamu kenapa?" tanya Reyhan saat melihat sisa air mata di pipi Ninidia ketika membalikkan badan.
__ADS_1
Nindia mengamati Reyhan dari atas sampai bawah. Ia sama sekali tak ingin menjawab pertanyaan dari Reyhan. Ia kembali tidur memunggungi Reyhan. Sebenarnya ia ingin sekali bertanya tentang siapa perempuan itu, tapi rasa kecewnya lebih dominan daripada rasa penasarannya.
Sementara itu, Reyhan mengernyitkan dahinya karena bingung melihat sikap dingin Nindia. Ia belum pernah melihat sikap Nindia yang sedingin ini. Ia bertanya dalam hati. Apakah terjadi sesuatu? Apa dirinya melakukan kesalahan?
Reyhan mencoba untuk bertanya lagi, tapi lagi-lagi Nindia tidak menjawabnya. Di dalam kamar itu membuat Reyhan seperti orang gila yang bicara dan menjawab pertanyaan nya sendiri.
Mulai menyerah dengan kediaman Nindia, Reyhan memutuskan untuk membersihkan badan. Setelah selesai, Reyhan mulai membersihkan kamarnya yang sangat berantakan. Menaruh guling dan bantal pada tempatnya. Cukup puas dengan keadaan kamarnya, Ia kembali mengerjakan pekerjaan kantor untuk beberapa saat. Ia tak menyadari bahwa Nindia belum tidur karen tidurnya terganggu oleh kedatangan Reyhan.
Nindia menemani Reyhan dengan membisukan mulut. Nindia beberapa kali menangkap Reyhan tetap melanjutkan pekerjaannya, meskipun beberapaka kali terlihat menguap. Apakah pekerjaan Reyhan jauh lebih penting daripada kesehatannya? Entahlah. Detik berganti menit, menit berganti jam, tapi Reyhan masih setia menatap pacarnya.
Nindia mulai bosan. Perutnya mulai berbunyi karena tak mendapat asupan. Ia meraba perutnya karena teringat nyawa lain yang ada di perutnya. "Maafkan Bunda ya, Nak. Sekarang kita makan". Nindia yang tak kuat menahan laparnya langsung membasuh mukanya di kamar mandi agar segar kembali.
"Kamu mau kemana?" tanya Reyhan saat mendapati Nindia hendak masuk ke kamar mandi. Namun, nasib baik tak berbihak padanya. Nindia masih membisu dengan segala pertanyaan.
____________________
"Kamu mau apa?" tanya Reyhan saat melihat Nindia di dapur. Sejak tadi ia selalu memperhatikan kemana Nindia pergi.
"tsk... Bikin kaget aja sih" gerutu Nindia. Bagaimana tidak, ia sama sekali tak merasakan ada yang mengikuti. Tapi tiba-tiba ada yang bertanya kepadanya. Siapa coba yang tidak kaget. Ia melanjutkan membuka kulkas untuk mencari makanan yang bisa dimakan langsung.
"Mau apa?" tanya Reyhan.
"Makan," jawab Nindia dengan ketus. Tapi berbeda dengan Reyhan yang tersenyum tipis. Ia bersyukur Nindia mau menjawab pertanyaannya meskipun dengan nada ketus.
"Mau apa? Biar aku masakin" ucap Reyhan. Ia tidak tega untuk membangunkan Bi Minah yang baru saja tidur.
Mata Nindia berbinar mendengar tawaran Reyhan. Ia memang menginginkan makanan yang dimasak langsung oleh Reyhan. Tapi ia gengsi untuk meminta karena sejak tadi sudah mencuekkan Reyhan.
Akhirnya tawaran Reyhan berhasil meruntuhkan rasa gengsi yang sejak tadi menyelimuti Nindia.
"Nasi goreng sama telur mata sapi, tapi setangah matang." Reyhan langsung menganggukkan kepalanya antusias.
Reyhan mulai sibuk dengan alat dan bahan masaknya. Ia mulai memotong sawi sebagai sayuran pendamping nasi gorengnya. Ia membuat untuk porsi dua orang.
Setelah selesai menyiapkan bahan masakan, Reyhan mulai menumis bumunya. Setelah cukup harum, Reyhan memasukkan nasi dan yang terakhir sawi agar tidak lembek. Setelah nasi selesai, Reyhan segerang menggoreng dua telur mata sapi setengah matang.
"Silakan dimakan," ucap Reyhan dengan lembut. Ia juga tak lupa menungkan air putih ke dalam dua gelas.
Sebelum Reyhan bicara, Nindia audah menyuapkan satu sendok nasi goreng. Saat rasa sesuai dengan ekspektasinya, Nindia menggoyangkan kedua tangan dan badannya sambil bergumam tidak jelas. Ia sangat mesakan Reyhan.
Senyum Reyhan merekah saat melihat ekspresi Nindia. Ia senang saat mengetahui Nindia menyukai masakannya. Ia terus memperhatikan Nindia yang terus-terusan melahap nasi goreng buatannya.
Suapan terakhir berhasil masuk ke dalam mulut Nindia. Ia tanpa sengaja bersendawa di depan Reyhan, padahal Nindia tahu bahwa Reyhan sangat menjaga tata krama saat makan.
"Maaf," ucap Nindia sambil menutup mulutnya. Tapi pandangannya justru terarah pada piring nasi goreng Reyhan yang belum tersentuh. Ia sangat ingin memakannya, tapi ia malu untuk mengatakan.
Reyhan yang tahu istrinya menatap nasi gorengnya, tanpa ragu ia menyodorkannya ke depan Nindia, "Makan, gih. Aku tau kamu masih mau lagi." ucap Reyhan yang disambut wajah ceria Nindia.
"Beneran? Kamu gak mau makan?" tanya Nindia.
Reyhan hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Nindia. Meskipun ia sangat lapar, tapi ia rela menahannya saat melihat wajah bahagia sang Istri. Itu salah satu tujuan hidupnya, membahagiakan dan menjaga istrinya.
Nindia membawa piringnya untuk duduk di sebelah Reyhan. Ia sedikit memiringkan tubuhnya untuk menyuapi Reyhan. Ia tahu Reyhan belum makan karena makanan masih tersimpan di dalam lemari pendingin, sedangkan sejak pulang kerja Reyhan berada di depan pacar kesayangannya.
"aaakkk... Aku tahu kamu belum makan," ucam Nindia. Meakipun sedang marah, Ia tak akan melupakan kewajibannya untuk mengurus semua kebutuhan Reyhan.
Nindia bergantian menyuapi dirinya dan Reyhan. Tapi suapan nasi goreng mengarah ke mulutnya. Tentu saja hal itu tak membuat Reyhan marah. Justru membuat Reyhan tertawa. Padahal baru beberapa hari yang lalu Nindia bilang sedang diet karena berat badannya yang naik. Faktanya sekarang Ia menghabiskan hampir dua porsi nasi goreng. Ingat, Na-si go-reng.
"Alhamdulillah...." ucap Nindia setelah suapan terakhir masuk ke dalam perutnya.
Reyhan dengan telatenya memberikan satu gelas air untuk Nindia dan mengembalikan ke tempat asal setelah Nindia meminumnya.
"Katanya kamu mau die, tapi malam-malam hampir habis dua porsi" sindir Reyhan yang berhasil membulatkan mata Nindia.
Nindia memukul jidatnya, "Astaga aku lupa." Nindia beranjak dari kursinya.
__ADS_1
"Gak boleh dimuntahin. Ingat! Masih banyak orang yang gak bisa makan. Jadi jangan sekali-kali memuntahkan atau membuang makanan meskipun tidak habis. Sebaiknya ambil secukupnya, bila kurang bisa nambah." jelas Reyhan. Ia sama sekali tidak suka orang yang membuang-buang makanan.
"Tapi nanti aku gendut," ucap Nidia sambol membulatkan pipinya.
"Lihat tuh, pipi aku udah chubby." tunjuk Nindia pada kedua pipinya.
"Gak apa-apa. Aku suka pipi kamu yang chubby. Makin mempermudah aku buat cubitin kamu," ucap Reyhan sambil mencubit pipi Nindia.
"awwwa,,," teriak Nindia saat merasakan panas dikedua pipinya.
๐
๐
Ekstra jaga kesehatan saat ini
**1. Cuci tangan menggunakan sabun setelah berpergian.
Hindari kontak fisik dengan orang lain
Pakai masker jika sakit (batuk, pilek)
Tutup mulit jika bersin.
Segera pergi ke dokter jika merasa badan tidak enak badan dan sesak nafas.
Konsumsi jamu herbal (Sesuai anjuran Bapak Jokowi**)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Likeย ๐ย & Komentarย ๐ฌ
Jadikan Favoritย โค
Bila berkenan silakan beri Tipย โญ
Baca juga karya ku yang lain :
- My Wife's Beautiful Widow
- BINTANG
A/nย ย : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Terimakasih ๐๐
__ADS_1