HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 37 Serba Salah


__ADS_3

HAI CHINGU..... 😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Hari-hari Nindia seakan lebih berwarna semenjak menikah dengan Reyhan. Laki-laki yang selalu menjadi musuhnya semenjak mereka kecil. Bahkan saat sudah menjadi suami istri, keduanya tetap seperti kucing dan tikus.


Kebahagiaan selalu Reyhan berikan. Teguran-teguranpun selalu Reyhan layangkan guna membenarkan jalan Nindia. Bimbingannya sebagai seorang suami tak dapat Nindia pungkiri menjadikan dirinya lebih baik.


Kini pernikahannya hampir menginjak satu tahun. Sayangnya Tuhan belum memberikan amanah kepada Reyhan dan Nindia untuk dijaga. Meskipun begitu, usaha tetap mereka jalankan. Doa pun tak pernah mereka lupakan.


Reyhan semakin disibukkan dengan urusan perusahaan setelah Reno memutuskan untuk tidak terlalu terlibat dengan urusan bisnis Aristarco Corp. Sehingga mewajibkan Reyhan untuk mengurusnya sebagai penerus satu-satunya.


Sedangkan perusahaan yang ia bangun sendiri sekarang dipimpin oleh Ilham. Reyhan sangat percaya pada Ilham.


Nindia sendiri sekarang sudah menginjak semester enam. tugasnya pun semakin banyak. Tapi masih tertolong dengan bantuan yang diberikan Reyhan. Sebenarnya Nindia merasa kasihan dengan Reyhan yang harus membagi waktunya sebagai dosen dan sebagai ceo perusahaannya.


"Baru pulang?" tanya Nindia saat merasakan tangan melingkar di pinggangnya.


"Hemm," Reyhan meletakkan dagunya di bahu kiri Nindia.


Nindia menggenggam tangan Reyhan yang melingkari pinggangnya, "Capek?" dijawab dehaman oleh Reyhan. "Seharuanya kamu itu fokus salah satu aja. Jangan dua-duanya."


"Aku masih belum bisa. Setelah kamu lulus, baru aku bisa fokus sama salah satu." ucap Reyhan yang semakin mengetatkan pelukan.


"Terserah kamu saja, yang penting jaga kesehatan." pesan Nindia.


"Mandi gih... Bau tau.." ucap Nindia sambil menutup hidungnya.


Reyhan melepaskan pelukannya dan mulai membaui diri sendiri, "Masih wangi kok."


"Udah sana mandi," Nindia mendorong Reyhan menuju kamar mandi.


"Iya bawel. Kiss nya mana?" pinta Reyhan.


Nindia menggelengkan kepalanya. Tapi tak urung ia mencium Reyhan juga. cupp


"Dah sana mandi,"


"Love you," teriak Reyhan dari dalam kamar mandi.


"Love you too," balas Nindia yang juga berteriak.


____________________


Nindia sedang memanaskan masakan untuk makan malam. Sebenarnya ia sudah makan terlebih dahulu. Tadi Nindia begitu merasakan kelaparan padahal sudah menghabiskan beberapa bungkus makanan.


Bi Minah sedang izin pulang kampung untuk menjenguk suaminya yang sakit. Jadi, selama tiga hari Nindia selalu mengurus rumah sendiri. Ia baru merasakan menjadi ibu rumah tangga yang sebenarnya. Tanpa ada campur tangan dari orang lain. Lelah, tapi nikmat.


"Bi Minah belum pulang?" tanya Reyhan saat duduk di meja makan.


"Besok baru pulang. Kenapa?" memberikan piring yang sudah diisi oleh lauk.


"Kamu gak capek?" tanya Reyhan disela-sela menyuapi diri.


"Sedikit sih. Kemarin sempat pusing dan mual, tapi cuma bentaran doang. Habis itu aku berangkat kuliah."


Reyhan menghentikan makannya, "Kamu sakit? Mana yang sakit? Mau aku anterin ke dokter?" tanya Reyhan beruntun. Nindia tidak mau memberitahukan keadaannya karrna kepanikan Reyhan yang berlebihan seperti ini.


Nindia memegang tangan Reyhan untuk menenangkan, "Aku udah gak apa-apa kok. Kamu gak usah khawatir. Kalau aku sakit, aku pasti berhenti atau izin gak masuk kuliah."


"Kalau sakit bilang aku dong, biar aku gak khawatir dan merasa menjadi suami yang gak guna," pinta Reyhan memelas.


"Kamu ngomong apa sih? Aku gak suka ya kalau kamu ngomong gitu." jawab Nindia.


Setelah mengatakan itu, Nindia hanya diam dan menikmati makanannya. Ia masih sebal mengingat perkataan Reyhan. Bukan maksud untuk menyembunyikan. Tapi kalau Nindia mengatakan sakit, Reyhan akan membatalkan semua pekerjaannya. Bahkan rapat penting pun pasti akan ditunda oleh Reyhan. Maka dari itu, Nindia tidak mau membuat pekerjaan Reyhan semakin banyak.


____________________

__ADS_1


Sudah satu hari Nindia mengabaikannya. Makan pun Nindia tidak banyak bicara seperti biasanya. Ia hari ini hanya ingin berduaan dengan Nindia karena setiap hari kamis, Nindia tidak ada kelas. Darimana ia tahu? ya jelas lah... dia suaminya jadi tahu semua jadwal Nindia.


"Kamu masih marah?" tanya Reyhan yang masih sibuk menyiram tanaman.


Lihatkan, Nindia tidak menyabab pertanyaan dari Reyhan. Entah mengapa mood Nindia hancur setelah mendengar perkataan Reyhan tadi malam.


"Sayang?" Reyhan menggenggam tangan kanan Nindia.


Nindia menyentak cekalan Reyhan, "Mendingan kamu kerja deh! Daripada kamu dirumah, tapi buat mood aku anjlok"


Nindia masuk ke dalam rumah dengan terus mengomel. Padahal omelannya tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian semalam. Seperti saat ini, Nindia memarahi kursi yang tidak bersalah. Padahal tempatnya tetap.


Reyhan hanya menggeleng-gelengkan keplanya melihat tingkah konyol Nindia. Aneh? tentu saja. Kursi yang benda matipun mandapatkan semprot dari Nindia. Entah apa yang yang merasukimu....


Nindia terus menggerutu saat sedang menyiapkan sarapan pagi. Jika Reyhan tidak di rumah, Nindia hanya makan roti dan segelas susu saat tidak ada jam kuliah.


"Gak guna, gak guna... terus aja merendah. Biar apa coba bicara gitu," Nindia memotong bawang merah.


"Ini juga.. kenapa buat aku nangis. Emang kamu siapa?" Nindia memaki bawang merah yang tak bersalah. Kemudian dilemparkan begitu saja ke lantai.


"Kamu kenapa Sayang? Dari tadi marah-marah terus," ucap Reyhan lembut.


"Kapan aku marah-marah?" sengit Nindia.


See. Kalau ini aja bukan marah, terus yang namanya marah itu seperti apa?


Reyhan semakin dibuat bingung oleh Nindia. Mood nya selalu berubah-ubah. Bahkan Nindia semakin malas pergi ke kampus.


"Iya... Kamu gak marah kok." Reyhan lebih memilih mengalah untuk menghadapi istrinya yang satu ini.


"Bee," panggil Nindia dengan mata berbinar.


Mood Nindia yang tiba-tiba berubah membuat bulu kudu Reyhan berdiri. Ditatap Nindia dengan mata berbinar seharusnya membuat dirinya senang. Namun, tatapan Nindia kali ini membuatnya takut.


Reyhan menelan ludahnya dengan susah payah, "Ada apa?"


"Hemmm," Nindia mengetuk-ngetuk dagunya.


"Kenapa? Katakan!"


Reyhan bernafas lega karena permintaannya masih wajar. "He.. Bukannya kamu gak suka ya?" tanya Reyhan mengernyit bingung.


Nindia mendengus kesal, "Ya udah kalau gak mau belikan." Nindia menghentakkan kakinya dan meninggalkan Reyhan. Tapi sebelum pergi, Nindia berbinar mendengar perkataan Reyhan.


"Ya udah, aku belikan." ucap Reyhan dambil mengusak puncak kepala Nindia.


"Ikut," ucap Nindia dengan menampilkan puppy eyes nya.


"Ya udah, aku tunggu kamu. Siap-siap gih!" ucap Reyhan yang langsung mendapatkan ciuman di pipi kanannya.


"Makasih,"


____________________


Reyhan memberhentikan mobilnya di dekat penjual rujak cingur. Untung saja hari ini tidak terlalu ramai. Reyhan langsung memesan dua porsi rujak cingur dan dua gelas es teh manis.


Ia menghampiri Nindia yang duduk dengan ponsel yang berbentuk horizontal. Sudah bisa dipastikan apa yang dilakukan Nindia.


Hobi Nindia bertambah beberapa bulan kebelakang. Ia sangat suka memainkan game online yang dulunya sangat di benci.


"Permisi," ucap pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.


Nindia langsung menghentikan kegiatannya. Matanya langsung berbinar melihat pesanannya datang. Menatapnya seakan-akan ada berlian di dalamnya.


"Makasih mbak," ucap Reyhan ramah.


Nindia langsung memakan rujak cingurnya dengan lahap. Ia bahkan tidak menghiraukan Reyhan yang ada di depannya.


"Gak usah buru-buru. Enggak ada yang bakal ambil makanan kamu," nasihat Reyhan yang akan hanya mendapatkan cengiran dari Nindia.


"Bee, aku mau punya kamu!" ucap Nindia yang baru saja menghabiskan satu porsi.

__ADS_1


"Aku pesin yang baru lagi ya?"


Nindia menggeleng, "Aku maunya punya kamu," ucap Nindia dengan mata yang mulai berkaca - kaca.


Reyhan mengulum senyum. Ia kemudian. memberikan seporsi rujak cingurnya pada Nindia.


Reyhan membelalakkan matanya saat melihat Nindia menghabiskan dua porsi rujak cingur. Rujak cingur yang Reyhan pesan tergolong jumbo karena porsinya yang melebihi biasanya.


"Sayang, kamu gak sakit perut?" tanya Reyhan sambil membersihkan sisa makanan di sudut bibir Nindia.


"Enggak, malahan aku belum kenyang." ucap Ninda sambil mengelus perutnya. Rasa lapar belum pergi juga dari perutnya. Sekarang ia justru menginginkan makan es krim rasa vanilla.


"Bee, aku ingin es krim" ucap Nindia dengan puppy eyes** nya.


"Besok aja ya, tadi kan udah makan banyak. Nanti kalau perut kamu sakit gimana?" tanya Reyhan mencoba memberi pengertian pada Nindia.


Mendengar penolakan dari Reyhan membuat mata Nindia berkaca-kaca. Entah mengapa ia kecewa dengan penolakan Reyhan.


"Sayang?"


"Ya udah, kita pulang aja." ucap Nindia yang sudah menjauhi Reyhan.


Melihat Nindia pergi menjauh membuat Reyhan kelabakan. Ia segera menuju kasir guna membayar pesanan mereka. Setelah selesai, Reyhan langsung mengejar Nindia yang sudah jauh meninggalkan Reyhan.


Tak butuh waktu lama untuk berfikir, Reyhan langsung mengambil mobilnya dan mengendarainya untuk mengejar Nindia. Dari jauh Reyhan sudah bisa melihat Nindia yang jalan menyusuri trotoar dengan air mata. Reyhan langaung menepikan mobilnya dan menghampiri Nindia.


"Kamu kenapa pergi giti aja?" tanya Reyhan sambil memegang bahu Nindia dan sedikit mengguncang nya.


"....." Nindia menggigit bibir bawahnya.


"Kamu marah sama aku?" tanya Reyhan lagi.


Nindia belum mau menjawab pertanyaan Reyhan. Tetapi air matanya terus mengalir.


"Ya udah. Kita beli es krim sekarang." akhirnya Reyhan mengalah. Ia tidak rela melihat istrinya menangis.


"Beneran?" tanya Nindia yang masih sesenggukan.


Reyhan menganggukkan kepalanya dan mengusap air mata Nindia, "Janji jangan nangis lagi!"


Nindia tersenyum, "Janji. Makasih Mas," bisik Nindia yang membuat Reyhan mengulum senyumnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬


Jadikan Favorit ❤


Bila berkenan silakan beri Tip ⭐


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow

__ADS_1


- Bintang


A/n    : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan.


__ADS_2