
HAI CHINGU..... šššš
SELAMAT MEMBACA
š¹
š¹
Saat ini Bella dan Ilham sudah berada di ruang CEO. Ya ruangan siapa lagi kalau bukan ruangan Ilham. Bella seperti menjadi tawanan di sini. Bagaimana tidak? Tas yang isinya dompet dan ponsel masih berada di kampus. Jadi otomatis ia menjadi boneka hidup yang memandangi manusia kayu yang sedang sibuk dengan tumpukan dokumen.
"Bosen." keluh Bella dengan manja.
"Sebentar lagi saya selesai." ucap Ilham tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan dokumen.
Bella hanya bisa menghembuskan nafas saat hanya bisa berdiam diri. Tangannya sangat gatal ingin bermain ponsel. Rasanya tangan Bella ingin melakukan apapun untuk mengurangi rasa gatal pada tangannya karena tidak memegang ponsel.
"Pinjam ponsel kamu kalau gitu," ucap Bella. Ia berharap Ilham akan meminjamkan ponselnya.
"Buat apa?" tanya Ilham.
"Buat main lah. Aku bosen banget tauuuu," ucap Bella sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ambil sendiri. Sandinya tanggal lahir kamu," jelas Ilham
Bella melangkahkan kakinya dan mengambil ponsel Ilham yang ada di atas meja tanpa malu-malu.
"Beneran kata sandinya tanggal lahir aku?" tanya Bella yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ilham.
Ilham menghentikan kegiatannya dan memperhatikan Bella yang terlihat sangat bosen, "Coba dulu! Kalau tidak bisa, kamu boleh pukul saya," tawar Ilham.
Bella mencoba dengan memasukkan tanggal lahirnya dan berhasil. Ia tersenyum karena berhasil dan mendapatkan hiburan.
"Yey," ucap Bella dengan mengepalkan tangannya. Ia kemudian meninggalkan Ilham dan bermain game yang ada di ponsel Ilham, sedangkan Ilham kembali melanjutkan pekerjaannya.
Satu jam kemudian Bella mulai bosan lagi. Ia meletakkan ponsel Ilham di atas meja. Ia mengalihkan pandangannya kepada Ilham yang tetap sibuk dengan tumpukan dokumennya.
"Ham," panggil Bella.
"Hemm,"
"Aku pulang aja deh kalau kamu sibuk. Aku bosen banget. Katanya tadi sebentar. Sebentarnya kamu berapa jam sih?" tanya Bella.
Ilham berhenti memandang dokumennya, ia mengalihkan pandangannya pada Bella.
"Bentar lagi ya,"bujuk Ilham.
"Gak mau. Aku bosen banget. Kalau kamu mau kerja aku pulang, kamu juga masih punya hutang penjelasan sama aku. Ingat itu!" ucap Bella yang masih mengingat permasalahan di mobil tadi.
Ilham melepas kaca mata bacanya dan menghampiri Bella. Ia duduk di samping Bella dan memijat pangkal hidungnya karena pusing dengan kerjasama yang baru terjalin.
"Kamu matu tahu apa?" tanya Ilham yang sudah menyerong menghadap Bella.
"Mau tahu soal Kania," jawab Bella.
"Beneran? Nanti kamu cemburu kalau dengar hubungan aku sama Kania." ucap Ilham dengan nada menggoda.
"Iya," jawab Bella dengan memalingkan wajahnya. Bella berfikir apakah dirinya akan sanggup mendengarkan kisah Ilham dengan Kania atau tidak.
"Yakin?" tanya Ilham masih dengan nada menggoda.
"Kalau kamu gak mau ya udah. Aku pulang." ucap Bella seraya beranjak dari duduknya.
Ilham memegang tangan Bella agar tidak pergi, "Saya akan menjelaskan. Kamu duduk dulu," ucap Ilham sambil menarik Bella agar duduk kembali. "Jadi gini...."
ć
Flashback On
Ilham kembali ke kantor dengan wajah masam yang berhasil membuat karyawannya bergidik ngeri, pasalnya Ilham sangat jarang menampilkan wajah masam meskipun aura dinginnya tak tersentuh. Ia baru saja melihat orang yang berhasil membuat hatinya berbeda jalan dan tertawa dengan laki-laki lain.
"AKHHHHH!!!" teriak Ilham saat berada di dalam ruangannya.
Ilham menghentikan amarahnya saat mendengar ponselnya berdering. Nama Kania Shapire tertera di layar ponselnya.
š² KaniaĀ Ā Ā : Hallo,
IlhamĀ Ā Ā Ā Ā : Hallp, kenapa dek?
š² KaniaĀ Ā Ā : Aku lagi di Indo, boleh aku ke kantor kakak?
IlhamĀ Ā Ā Ā Ā : (Berfikir sebentar) Boleh. KamuĀ gak ke rumah Om Reno?
š² KaniaĀ Ā Ā : Nanti Nia ke rumah Om Reno setelah dari kantor kakak. Nia juga kangen sama Kak Nindia.
__ADS_1
IlhamĀ Ā Ā Ā Ā : Ya udah kalau gitu, kamu hati-hati.
š² KaniaĀ Ā Ā : Oke, Kak. Aku tutup dulu ya, Assa...
IlhamĀ Ā Ā Ā Ā : Tunggu, Dek.
š² KaniaĀ Ā Ā : Apa lagi Kak?
IlhamĀ Ā Ā Ā Ā : Kakak mau minta sesuatu sama kamu.
š² KaniaĀ Ā Ā : Apa? (Penasaran)
IlhamĀ Ā Ā Ā Ā : Nanti kalau di depan ruangan kakak ada yang nanya 'kamu siapa' jawab aja kalau kamu pacar kakak.
š² KaniaĀ Ā Ā : Ada Apa sih? (Kania semakin penasaran)
IlhamĀ Ā Ā Ā Ā : Udah deh, jangan ikut campur. Masih kecil juga.
š² KaniaĀ Ā Ā :Ā (Kania Berdecak) Iya,.... Iya udah. Bawel banget! Nanti Nia akan bilang seperti yang kakak Katakan. Nia mau makan dulu, Assalamualaikum,
IlhamĀ Ā Ā Ā Ā : Waalaikum salam.
Ilham kembali mendudukkan dirinya. Ia kembali teringat dengan pemandangan yang berusaha ia lupakan dan berencana membuat Bella cemburu.
"Semoga berhasil," harap Ilham.
Ilham kembali melanjutkan pekerjaannya untuk mengecek kontrak kerjasama dengan Momota Corp. Ilham harus merelakan waktu luangnya untuk lembur. Secara penuh, Ilham menjadi CEO RC LTD, setelah Reyhan mengambil tanggung jawab penuh atas Aristarco Corp. Ia sangat bersyukur karea dipercaya memegang perusahaan yang dibangun sendiri oleh sahabatnya. Ia akan berusaha untu bertanggung jawab dan berjanji akan menjadikan RC LTD lebih maju.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu ruang kerjanya diketuk oleh seseoarang.
ttok ttok ttok
"Masuk," jawab suara dari dalam.
"Maaf, Pak. Ada mbak Kania yang mau bertemu dengan Bapak." ucap Bella. Kemudian ia melihat Ilham memperhatikan Kania.
"Kamu boleh keluar!" ucap Ilham tanpa menatap Bella.
"Baik. Saya permisi, Mbak." ucap Bella sebelum undur diri.
Ilham melihat Bella keluar dari ruangannya dengan wajah kesal. Bagaimana tidak, Bella seakan dibuang setelah bosnya itu mendapatkan yang jauh kebih cantik dan sexy.
"Itu gebetan Kakak?" tanya Kania saat sudah duduk di kursi depan Ilham.
"Aku udah besar ya, jadi jangan panggil aku anak kecil," protes Kania saat mendengar ejekan dari kakaknya.
Ilham tertawa saat mendengar nada marah dan wajah cemberut yang ditampilkan oleh adiknya. Wanita kedua yang sangat ia cintai setelah Ibunya.
"Masih suka nangis kok gak mau dibilang anak kecil,"
"ish... Nia nyesel udah bantuin kakak. Tau gitu tadi Nia bilang sama Kak Bella kalau Nia bukan pacar kakak." ancam Kania.
"Awas kalau kamu berani bilang sama Bella, kakak enggak bakalan anggap kamu sebagai adik lagi," sekarang giliran Ilham yang mengancam Kania.
"AKu masih punya Ibuk sama Ayah." ucap Kania dengan santai.
Suasana ruangan Ilham menjadi hening karena pertengkaran kecil kakak beradik yang sudah lama tidak bertemu.
"Kak," panggil Kania
"Hemm,"
"Kak," panggil Kania sekali lagi.
"Hemm,"
"Ilham Muhammad," panggil Kania sedikit berteriak.
"Apa sayang?" tanya Ilham. Ia tahu kalau adiknya sudah memanggilnya dengan nama lengkap berarti ia ingin diperhatikan.
"Jangan lama-lama, entar keburu diambil orang." ucap Kania yang berhasil mengalihkan perhatian Ilham.
"Sok tahu,"
"Kak, aku serius. Jangan sampai kakak menyesal." ucap Kania memperingatkan. Ia tahu kakaknya itu orang yang tidak peka soal masalah hati.
"Lihat aja nanti," jawab Ilham dengan percaya diri yang berhasil membuat Kania mendengus kesal dengan jawaban sang kakak.
Kania mulai merasakan kantuk saat tak mendapatkan perhatian dari sang kakak yang masih berkutat dengan kumpulan berkas. Ia kemudian menuju sofa untuk mengistirahatkan badannya yang sangat lelah.
Ilham yang melihat adiknya sudah tidur langsung menyelesaikan tugasnya secepat mungkin. Setelah tinggal sedikit, Ia menghampiri Kania dan tidur di sebelahnya. Ia memeluk Kania dari belakang. Bila ada yang tidak tahu, maka mereka akan dikira sepasang kekasih karena kedekatannya.
Cukup lama mereka tertidur sampai suara bising membangunkan Ilham terlebih dahulu. Saat membuka mata, ia melihat Bella yang sudah berdiri di depannya. Ia langsung bangkit menuju kamar mandi untuk menyegarkan wajahnya.
__ADS_1
"Kania sayang, Bangun!"
Ia perlahan-lahan membangunkan kania dengan menepuk pipinya pelan. Ilham tidak menyadari perbedaan raut wajah Bella yang berubah menjadi masam.
Bella semakin dibuat kesal karena Ilham menyuruhnya untuk menemani makan siang dengan alasan belum makan siang karena banyak pekejaan.
Ditengah-tengah makan siang terjadi perdebatan diantara mereka. Sama-sama cemburu tapi gengsi untuk bertanya dan mengakuinya sehingga membuat permasalahan kcil menjadi besar. Puncaknya pada kemarahan dan kecemburuan Ilham sehingga keluar kata-kata yangtanpa sadar menyakiti mereka berdua.
"Khemm. Saya rasa perusahaan sudah tidak memerlukan kamu lagi. Maka dari itu, saya memberhentikan kamu saat ini juga. Soal gaji kamu jnagan khawatir. Saya akan segera membayar gaji dan pesangomnu, kemudian saya akanĀ kirim gaji kamu ke rekening." Ilham hendak meninggalkan Bella sebelum ia mengingat sesuatu.
"Dan jangan pernah menemui saya lagi. Selamat malam."
Flashback Of
ć
"I Hate You!" kata Bella setelah mendengarkan cerita Ilham sampai selesai. Ia tidak menyangka akan dibuat kesal oleh rencana bodoh Ilham yang kenyataannya berhasil membuat dirinya cemburu pada adik Ilham. (Malunya itu lhoooo)
"But, I Love You" jawab Ilham.
Mata Bella mengerjap beberapa kali saat mendengar perkataan Ilham. Ia sama sekali tidak pernah berfikir akan mendengar kalimat itu keluar dari mulut Ilham.
"Don't kidding!Ā This is not funny."
"I am not kidding.Ā I'm serious with you!" jawban Ilham dengan keyakinan penuh.
"Seriously?"
"Yes, Saya melakukan semua itu untuk melihat apa kamu suka saya atau tidak. Tapi sayangnya saya salah. Kamu tidak terpengaruh dengan apa yang saya lakukan." ucap Ilham dengan wajah sedih.
"Justru saya yang semakin kamu buat berantakan dengan melihat kedekatan kamu dengan laki-laki lain. Saya benar-benar sudah hampir menyerah kalau saja Bu Bos tidak memberikan dukungan pada saya. Saya tahu keluarga saya tidak sebanding dengan keluarga kamu. Tapi saya akan jamin kalau kamu akan bahagia bila bersama saya.Ā So, will you be mine?"
Bella sedikit berfikir, "Yes, I want to be yours" jawab Bella dengan malu-malu.
"Really?" tanya Ilham sekali lagi karena tidak yakin dengan jawaban Bella meskipun ia mendengarnya dengan jelas.
"Ya Ilham Muhammad. Saya mau menjadi milik kamu. Puas?" tanya Bella.
"Puas, sangat puas." jawab Ilham langsung memeluk Bella.
Perjuanganya sungguh panjang. Mulai dari saling ejek, kemudian tumbuh rasa cinta. Tapi sayangnya beberapa kali harus sama-sama menyakiti saat hati tak mau terbuka. Itulah resikonya.
"Thank You," ucap Ilham sambil mengecup kening Bella.
"I Love You," jawab Bella atas ucapan Ilham.
ć
ć
ć
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa LikeĀ š & Komentar š¬
Jadikan FavoritĀ ā¤
Bila berkenan silakan beri TipĀ ā
Baca juga karya ku yang lain :
- My Wife's Beautiful Widow
- BINTANG
__ADS_1
A/nĀ Ā : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Terimakasih š