HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 92 Di Sepertiga Malam


__ADS_3

HAI CHINGU.... 😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


 


"Bel, kamu kenapa?" tanya Bude Lilis setelah kembali dari memesan makanan.


Bude Lilis menepuk punggung Bella pelan, "Bel,"


Bella tersentak, "Kenapa Bude?"


"Kamu kenapa melamun?"


Bella menggeleng pelan. Ia berusaha tersenyum agar Bude Lilis tidak khawatir.


"Enggak Bude. Kapan acaranya mulai?"


"Bude belum tahu, katanya teman-teman Bude masih dalam perjalanan. Kalau kamu lapar, makan aja dulu."


Bella hanya mengangguk untuk menjawab ucapan Bude Lilis. Dirinya kembali hanyut dalam melodi indah yang terdengar. Sayangnya, lagu ini seperti menyindir dirinya yang sedang patah hati. Galau, hanya satu kata yang melukiskan keadaan Bella saat ini.


Saat matanya menyelusuri keindahan cafe, matanya menangkap siluet seseorang yang sangat dikenalnya. Hatinya terasa diremas setelah teriris, sakitnya berkali lipat. Di depan sana, dirinya melihat Ilham sedang berjalan beriringan dengan perempuan yang mengenakan hijab. Anggun, satu kata yang menggambarkan perempuan itu.


Bella kembali menunduk, lagi-lagi air matanya tak tertahakan. Apalagi melihat orang yang kita cinta dan sayang jalan dengan perempuan lain. Bella mengakui dirinya belum bisa menutup aurat seperti perempuan itu. Pantas saja Ilham memutuskannya dan lebih memilih perempuan itu. Apakah secepat itu bagi Ilham merupakan dirinya. Belum ada satu hari mereka berakhir dan sekarang Ilham sudah terlihat dengan perempuan lain, padahal Bude Lilis mengatakan Ilham sedang ada pekerjaan.


"Nduk, kamu kenapa?" tanya Bude Lilis saat melihat punggung Bella bergetar hebat.


Tanpa menjawab pertanyaan Bude Lilis, Bella langsung berhambur dalam pelukan. Sekarang Bella harus menerima kenyataan yang ada. Awalnya memang sulit, tapi Bella harus bisa.


Bella merasakan punggungnya diusap penuh sayang oleh Bude Lilis. Beberapa kali Bude Lilis mengecup puncak kepala Bella, menghantarkan rasa hangat ke dalam hati.


"Bude, Ilham..."


"Ilham kenapa?"


Bella sesenggukan, "Bella putus sama Kak Ilham dan sekarang Kak Ilham sepertinya sudah punya pengganti Bella,"


"Udah ya jangan nangis! Mungkin kamu sama Ilham memang bukan jodoh. Tuhan pasti akan menggantinya sama yang lebih indah. Termasuk kenangan kamu sama Ilham.


____________________


Nindia    : Hallo, aku udah di jalan sama Reyhan. Bentar lagi sampai. Semua udah kmpul?


.....


Nindia    : Iya, kita enggak ngebut kok. Yang penting semuanya berjalan dengan lancar.


.....


Nindia    : Aku tutup dulu ya, Assalamualaikum.


ttutt


Reyhan menggenggam tangan Nindia, "Gimana?"


"Sesuai perkiraan dan rencana, Mas. Semuanya juga udah kumpul, tinggal nunggu kita aja,"


"Aku jadi enggak enak sama semuanya karena tunggu kita. Seharusnya kita enggak perlu ke kantor dulu. Maafin Mas ya," ucap Reyhan sambil mengecup punggung tangan Nindia.


Nindia menggeleng kemudian tersenyum, "Semuanya pasti ngerti kok, Mas. Kamu enggak perlu meresa sungkan,"


Reyhan tersenyum, ia sangat bangga melihat kedewasaan Nindia yang setiap hari semakin bertambah. Ketenangan Nindia juga menular kepada dirinya saat menghadapi problem di kantor, ya meskipun sifat kekanak-kanakan Nindia tak bisa hilang sepenuhnya.


"Everything it's okay, Daddy," ucap Nindia sambil mengelus punggung tangan Reyhan dan kembali menciptakan ketenangan.


____________________


This was all you, none of it me


You put your hands all over my body and told me, umm


You told me you were ready


For the big one, for the big jump


I'd be your last love everlasting you and me


That was what you told me


I'm giving you up


I've forgiven it all


You set me free, oh


Send my love to your new lover


Treat her better


We've gotta let go of all of our ghosts


We both know we ain't kids no more


Send my love to your new lover


Treat her better


We've gotta let go of all of our ghosts


We both know we ain't kids no more


Lagi-lagi Bella merasa tersindir dengan lagu yang mengalun di cafe itu. Ia berfikir bahwa dirinya dan Ilham akan melompat ke jenjang yang lebih serius. Bella mengira Ilham akan menjadi yang terakhir, begitu pula sebaliknya. namun, kenyataan memang tak seindah angan.


"Sama seperti lagu ini, aku akan melepas. Melepas dan dan membebaskan kamu untuk bersama kekasih barumu. Aku akan melepas bayang-bayang kenangan kita. Semoga kamu lebih bahagia bersama pilihan barumu," ucap Bella dalam hati dengan air mata yang terus menetes.


Bella memekik ketakutan saat tiba-tiba lampu cefe mati. Membuat keadaan sekitarnya menjadi gelap gulita.


"Bude," teriak Bella sambil meraba sampingnya. Namun, sayangnya ia tidak mendapati Bude Lilis di sebelahnya dan membuatnya semakin takut.

__ADS_1


"Mas, lampunya kenapa mati ya?" tanya Bella sambil berjalan pelan menggunakan cahaya ponselnya.


Bella maju ke depan pelan-pelan. Tangannya mulai meraba-raba, mencari pegangan agar dirinya tak terbentur. Beberapa kali Bella memanggil pelayan cafe, tapi tak ada satupun yang menjawab. Bahkan Bella tanpa sadar memanggil nama Ilham beberapa kali.


"Enggak lucu ya, tolong nyalakan lagi lampunya," teriak Bella dengan air mata yang sudah mengalir. Sekarang dirinya benar-benar ketakutan.


Kepanikan Bella semakin menjadi saat telinganya menangkap petikan gitar, padahal cafe saat ini dalam keadaan gelap dan sepi.


"hiks hiks hiks... siapapun itu, ini benar-benar enggak lucu," pecah sudah tangis Bella. Punggungnya bergetar hebat menghadapi ketakutan.


Sayup-sayup Bella mendengar ada yang memanggilnya. Ia tidak berani hanya sekadar untuk menoleh. Ia hanya bisa memeluk erat lututnya untuk menyalurkan ketakutannya.


Saat ini, Ia justru merasakan usapan di puncak kepalanya. Tubuhnya semakin gemetar dan matanya semakin terpejam.


"Pergi..."


"Bella,"


"Aku mohon pergi," ucap Bella lirih. Hanya fikiran buruk yang bersarang di otaknya saat ini.


"Hey,"


Bella merasa aneh dirinya seperti mengenal bau parfum ini, tapi cepat-cepat ia menepisnya. Mana mungkin orang yang ada dalam fikirannya berada di depannya.


Dengan keberanian yang tersisa, Bella mendongakkan kepalanya. Ia melihat lilin menyala dan Ia melihat Ilham dalam keadaan remang-remang. Ilham tersenyum manis sambil membawa kue. Tak lama, Bella mendengar lagu selamat ulang tahun milik jamrud.


Lampu perlahan-lahan menyala. memperlihatkan orang-orang terkasihnya berkumpul di belakang Ilham sambil bernyanyi. Bahkan orang tua dan adiknya yang sedang berlibur ke Jepang datang. Apa ini? Apa dirinya kena prank? entahlah, tiba-tiba Bella blank. Ia tak bisa berfikiran jernih bahkan posisinya masih berjongkok.


"Kamu mau jongkok gitu?"


Masih dalam posisinya, Bella mendongakkan kepalanya. Mulutnya menganga saat melihat siapa yang ada di depannya. Masih dengan muka bodohnya, Bella berdiri dan menatap orang di depannya.


"Cepetan tiup lilinnya, kasian kuenya kalau kena lilin," celetuk Gita dari belakang karena geregetan dengan Bella yang hanya diam saja.


____________________


"Sumpah ya Bel, muka lo tadi komuk banget," ucap Tia sambil terkekeh.


Bella berdesis, "Gila lo semua. Gue udah takut banget, ehh cuma prank doang,"


Tia, Gita, dan Nindia hanya tertawa melihat Bella yang kesal. Jarang sekali mereka melihat Bella sekesal ini, padahal mereka sudah bersahabat lama. Sedangkan Satria yang juga ikut andil dalam rencana ini hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keempat sahabat itu.


"Adek kembar lo malah ketawa ngakak bukannya bela kakaknya," ledek Gita yang semakin membuat Bella kesal.


"Bella, sini sebentar Kak," panggil Ratih


Dengan perasan yang masih kesal, Bella menghampiri mamanya yang berkumpul dengan orang tua Ilham dan Reyhan.


"Kenapa Mam?"


"Duduk dulu, ada yang mau dikatakan sama Ilham,"


"Apaan lagi Mam?" tanya Bella malas.


"Duduk dulu Kak! Tidak sopan bicara sama orang tua sambil berdiri," tegur William


Teguran dari Papanya membuat nyali Bella ciut. Mau tak mau Bella duduk di antara orang tuanya dan berhadapan langsung dengan Ilham.


"Alhamdulillah kalau semuanya sudah kumpul," ucap Reno. "Nak Bella, ada yang mau Ilham katakan. Ilham, kamu sudah siap?" Ilham mengangguk.


"Waalaikum salam," jawab mereka bersamaan.


"Sebelumnya terima kasih atas waktu dan kesampatan yang kalian berikan. Apa yang saya katakan akan menentukan masa depan saya dan tentunya juga anak kalian, Bella." Bella menaikkan satu alisnya mendengar perkataan Ilham.


"Kedekatan Bella dan saya sudah terlalu jauh melampaui etika dan batasan antara laki-laki dan perempuan yang belum halal. Saya dan Bella sudah terlalu sering berduaan, padahal kita belum mahram. Saya juga sudah sering menyentuh Bella, meskipun bisa dikatakan masih taraf wajar, tapi itu sudah salah menurut agama. Maka dari itu, setelah saya memikirkan hal ini beberapa hari dan mendapat jawaban setelah shalat istikharah, saya ingin mengajak Bella untuk berkenalan lebih jauh agar terhindar dari hal-hal negatif yang dilarang agama," lanjut Ilham tanpa ragu.


"Maksudnya?" tanya Bella yang membuat Ilham tersenyum.


"Aku ingin mengajak kamu untuk beribadah. Berkenalan dengan cara yang baik, tidak menentang ajaran dan untuk menyempurnakan agama. Saya mohon maaf kepada Mama dan Papa bila tidak datang langsung ke rumah karena kesibukkan saya. Tapi saya menggantinya dengan pertemuan malam ini, di kota kelahiran Bella. Malam ini, detik ini di depan kalian, saya Ilham Muhammad mengutarakan niat baik untuk meminta izin mengajak Bella ta'aruf guna menyempurnakan agama saya."


Menetes sudah air mata yang Bella coba tahan. Dirinya tak menyangka Ilham akan berani mengutarakan niat baiknya dihadapan orang tuanya dan tepat di hari ulang tahunnya. Ini akan menjadi kado terindah dan tak terlupakan selama hidupnya. dimana orang yang Ia sayang dan Ia cintai mengajakannya untuk menyempurnakan agama.


"Dan aku minta maaf sama kamu tentang kejadian tadi siang. Aku mengakhiri hubungan kita untuk menggantinya dengan hubungan yang jauh lebih bermanfaat. Aku hanya ingin menjaga kamu dari gunjingan orang-orang. Aku hanya ingin mengikatmu dalam hubungan yang bermanfaat dan memiliki tujuan yang jelas,"


Tolong biarkan Bella tidur dan menikmati mimpi indah ingi. Ia tidak rela kalau semua ini hanya mimpi dan saat membuka mata hanya akan membuatnya semakin jatuh.


"Bel," panggil Ratih sambil menepuk punggung Bella saat melihat putrinya melamun.


"Mam, ini bukan mimpi kan? cubit Bella, ayo.."


Semua orang tertawa mendengar perkataan Bella. Melihat ketidakpercayaan terpancar dari wajah Bella.


"Awwww," teriak Bella saat merasakan tangannya sakit.


"Udah kan? Sekarang kamu bisa menebak ini mimpi atau bukan." ucap Ratih setelah mencubit lengan anaknya yang bertingkah konyol.


"Bagaimana Bella, apa kamu menerima ajakan Ilham untuk menyempurnakan agama?" tanya Maman, ayah kandung Ilham.


Semua orang menunggu jawaban Bella dengan hati yang was-was. Sedangkan yang ditatap tersenyum dalam hati melihat kepanikan semua orang.


Bella mengambil nafas dan menghembuskan secara perlahan, "Bismillah. Dengan izin Tuhan, saya Naura Bella Willam hari ini dan detik ini menerima ajakan Ilham Muhammad menyempurnakan agama,"


"Alhamdulillah," ucap Ilham dan semua orang.


"Kalau begitu, kami secepatnya akan bersilaturrahmi ke rumah," ucap Reno mewakili semua.


"Saya meminta waktu 3 minggu untuk mengenal Bella lebih dalam. Tentunya tidak bertatap muka secara langsung," ucap Ilham yang diangguki William dan ratih.


"Papa akan mengizinkan kamu untuk mengobrol dengan Bella karena hari ini kesempatan terakhir kalian untuk berduaan," ucap William menggoda Bella.


"Papa..." rengek Bella.


____________________


Mungkin ini akan menjadi kesempatan terakhir Bella dan Ilham bisa duduk berduaan tanpa adanya orang yang mengawasi. Meskipun begitu, masih belum ada sepatah katapun yang keluar baik dari Ilham maupun Bella. Mereka masih sama-sama mendengarkan musik yang menggambarkan perjalanan kisah mereka.


Saat kuputuskan


Bertemu orang tuamu


Kuyakinkan diri


Kaulah yang terbaik

__ADS_1


Dan saat kau memilih


Aku yang pantas untukmu


Hati ini berikrar


Tuk selalu menjagamu


Ku yakin kaulah jawaban


Disetiap pintaku


Walau


Ku belum tau namamu


Bisikan di sujudku


Di Sepertiga Malam ku


Untuk kehadiranmu sempurnakan imanku


Ilham tersenyum saat usaha dan doanya membuahkan hasil yang sangat indah, "Aku senang kamu adalah jawaban dari doaku selama ini,"


"Bahkan sebelum aku mengakhiri hungan kita tadi siang, butuh waktu satu minggu untuk meyakinkan bahwa ini yang terbaik buat kita,"


"Terima kasih," ucap Bella tanpa menatap Ilham.


Ilham mengernyit bingung, "Untuk apa?"


"Untuk semua yang kau lakukan. Apa yang kau lakukan hari ini, menjadi hadiah ulang tahun yang sangat berkesan. Tuhan mengabulkan doaku,"


"Apa doamu kalau boleh aku tahu?"


Bella tersenyum manis sambil melihat Ilham sebentar kemudian kembali menatap depan, "Aku hanya berdoa untuk memberikan laki-laki yang baik, yang bisa menuntunku ke arah yang lebih baik, yang menemani aku dalam suka dan duka, yang menyempurnakan iman dan agamaku,"


bella_william



Liked by anindiaputri1102 and 112.290 others


bella_william God has a different way for everyone to be happy. Thank you for everything you gave right on my birthday. May our good intentions be waged by God.  @_ilham.mhmmd


View all 2.345 comments


anindiaputri1102 Semoga lancar sampai hari H


real_satriagautama Selamat Sincan, semoga langgeng


gita.anggrita Selamat ulang tahun Bel dan semoga lancar sampai hari H


rachel_cantikkk Aduh, kuota bidadari cantik buat pangeran tinggal dua donggsss. By the way, congratulations beb. Good luck until the D-day.


bahari.pramestia Gue sedih karena gak bisa datang ;( maaf ya Ibuk, selamat ulang tahun dan sukses rencananya.


bagasadiaksa Selamat Bel, semoga lancar sampai hari H


ilham.mhmmd Sama-sama, Amiin @bella_william


kania.rumansayu Selamat ya Kakak dan calon Kakak iparku, maaf gak bisa datang :(


real_satriagautama Gita punya gue @rachel_cantikkk


kev.kevin Kecolongan gue, kalah start uuuyyy


amel_larasjanti Wahh parah lo gak undang-undang. Gk mau tahu, pokoknya harus traktiran. Ngambek gue.


dani.rm Sama bro @kev.kevin btwselamat ya Bel,


kkarinn_ Gue tunggu traktirannya.


bella_william terimakasih semuanya // enggak apa-apa sayang @bahari.pramestia // siapa sincan? makanya buruan dihalalin @real_satriagautama // <3 @_ilham.mhmmd // tobatlah sebelum ajal menjemput, wkwkwk @kev.kevin @dani.rm // makan aja cepet @amel_larasjanti @kkarinn_ doanya belum buu


and 1.178 other


 


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


 


Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬


Jadikan Favorit ❤


Bila berkenan silakan beri Tip ⭐


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow


- BINTANG


- My Destiny

__ADS_1


A/n    : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Semua informasi dan gambar berasal dari pinterest dan google, jadi mohon maaf kalau ada kekeliruan. Usahakan memberikan apresiasi kepada author walau hanya satu atau dua kata agar semakin semangat update nya. Terimakasih 😊😊


__ADS_2