HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Cahpter 39 Nindia Is Back


__ADS_3

HAI CHINGU..... 😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Seperti beberapa hari yang lalu. Nindia selalu muntah setiap pagi. Bahkan beran badannya semakin menurun karena setiap makan sesuatu akan muntah kembali.


Reyhan semakin khawatir dengan keadaan sang istri. Ia bahkan sudah tiga hari tidak masuk kantaor maupun kampus Karena Nindia tidak mau ditinggal. Bahkan Reyhan harus stay di kampus saat Nindia masuk. Sehingga ia mau tidak mau harus melibatkan Reno lagi untuk mengurus perusahaan nya.


"Sayang, aku antar kamu ke dokter ya." bujuk Reyhan sambil mengusapkan minyak angin di perut Nindia.


"Aku gak mau. Aku gak suka bau rumah sakit." ucap Nindia sambil menggelengkan kepala.


"Tapi janji! Kalau kamu udah gak kuat, kita ke rumah sakit." ucap Reyhan tegas. Ia tidak mau Nindia kenapa-napa. Ia sangat khawatir dengan keadaan Nindia.


Nindia menganggukkan kepalanya, "Iya. Peluk!" ucap Nindia sambil merentangkan tangannya. Reyhan yang melihatpun langsung menyambutnya dan memberikan usapan di punggung Nindia.


"Udah ya. Katanya mau masuj kuliah? Ayo bangun! Aku antar kamu ke kampus, aku juga ada jadwal ngajar di angkatan 18" ucap Reyhan sambil melepaskan pelukan Nindia.


"Tunggu aku di bawah.!" ucap Nindia yang sudah beranjak menuju walk in closed.


Reyhan menunggu Nindia sambil menikmati kopi dan ditemani koran. Ia cukup lama menunggu Nindia. Reyhan melihat arloji yang ada di tangannya. Ia sudah menunggu selama tiga puluh menit, tapi Nindia tak kunjung keluar.


Betul apa yang dikatakan orang. Sebentarnya perempuan, akan terasa lama bagi kaum laki-laki. (maklum aja, namanya juga perempuan. Dandannya lama cyiinnn)


Reyhan mendengus kesal karena tak segera mendapati Nindia turun dari kamar. Saat hendak berdiri. Ia diam membeku melihat penampilan Nindia.



"Kamu yakin ke kampus pakek ini?" tanya Reyhan saat melihat celana jeans robek milik Nindia.


"Yakin! Emang ada yang salah?" tanya Nindia.


"Yang, ini mau ke kampus lo. Bukan mau ke mall. Pake celana yang sopan dong," tegur Reyhan.


"Iya-iya. Aku ganti." ucap Nindia. Kemudian ia melangkahkan kembali kakinya menaiki tangga. Ia menuruti Reyhan untuk mengganti pakaiannya.



"Nah, gini dong. Kan lebih cantik dan sopan. Yuk berangkat." ucap Reyhan dambil menggandeng Nindia menuju mobil.


Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia merai tangan kanan Nindia dan menciumnya.


Nindia terkikik melihat kelakuan Reyhan. Ia membalas perlakuan Reyhan dengan mencium punggung tangannya berulang kali.


____________________


Nindia keluar dari ruang dosen setelah mendapatkan ceramah dari salah satu dosen karena tidak mengerjakan tugas yang sudah lebih dari satu minggu diberikan dan terlambat lebih dari batas waktu.


Falshback On


Setelah sampai di kampus, Nindia tak langsung masuk ke dalam kelas. Melainkan duduk santai di kantin sambil menikmati jus mangga yang ia idam-idamkan. Tak tanggung-tanggung, Nindia mampu menghabiskan lima gelas jus mangga dan satu mangkok soto.


Disepanjang perjalanan. Nindia terus saja membayangkan jus mangga yang sangat menyegarkan. Ia juga beberapa kali mengecap mulutnya saat di mobil, seakan merasakan segarnya jus mangga.

__ADS_1


Setelah kenyang, Nindia melangkahkan kakinya di sepanjang koridor menuju untuk mengikuti mata kuliah pertama. Ia melihat arloji yang sudah menunjukkan pukul 09.30 yang menandakan bahwa dirinya sudah terlambat selama satu jam. (mendingan kagak masuk sekalian deh😒)


Saat ini Nindia sudah berada di depan kelas. Ia menepuk jidatnya karena melihat sudah ada dosen di kelas. Ia mengetuk pintu dan membukanya dengan perlahan.


Teman-teman dan sahabatnya yang melihat tingkah Nindia hanya diam dan membesarkan matanya. Apalagi saat menyadari Nindia telat hampir satu jam pelajaran.


"Nindia. Kenapa kamu baru datang?" tanya Bu Rifki.


"Anu.. Itu Bu,"


"Anu itu, Anu itu. Kalau ditanya itu Jawabnya yang tegas" sentak Bu Rifki.


"Sinting ni bocah," umpat Gita yang berbisik dengan Tia.


"Bisa-bisanya masuk kelas setelah satu jam pelajaran. Memang ajaib tingkah Nindia akhir-akhir ini." lanjut Gita panjang lebar.


"Kamu itu mau kuliah atau tidak?" tanya Bu Rifki dengan tegas.


"Mau, Bu." jawab Nindia.


"Ya udah kalau gitu. Jawab pertanyaan saya. Kamu dari mana? Kenapa baru datang?" tanya Bu Rifki.


Satu kelas seperti menjadi saksi saat Nindia disidang dalam kelas. Tontonan yang cukup menarik di pagi hari.


"Cari mati ni bocah namanya," ucap Bella.


"Nindia," teriak Bu Rifki karena tak kunjung mendapat jawaban dari Nindia.


"Itu, Buk."


"Apa?" tanya Bu Rifki.


"haaa??? " seisi kelas teriak mendengar jawaban Nindia.


"Tuhan... Ni anak kesambet apa dah?"


"Alamat dihukum deh Nindia."


"Berani banget tu bocah"


"Edan pisan,"


Itulah sebagian isi bisikan dan makian dari seisi kelas.


"Kamu meremehkan mata kuliah saya?" bentak Bu Rifki.


"Bukan gitu, Bu. Tapi entah mengapa saya lebih ingin ke kantin"


"Buju buset, tu bucah napa ya?"


"Emang gila Nindia."


"Nindia, Nindia" ucap Bu Rifki yang tak habis fikir dengan Nindia. "Tugas kamu minggu kemarin mana?


"Fix ni bocah kebanyakan makan micin," decak Gita.


"Bukan micin lagi. Ini mah kebanyakan minum sianida, makanya jadi ngelantur." ucap Bella.

__ADS_1


Bu Rifki beberapa kali menarik dan membuang nafas untuk meredakan emosinya yang memuncak. Setelah berhasil. menguasai emosi, Bu Rifki mulai berbicara baik-baik dengan Nindia.


"Nindia, lebih baik kamu keluar dari kelas saya. Daripada kamu buat saya jadi gila." ucap Bu Rifki dengan senyum yang dibuat seramah mungkin.


"Gak bisa gitu dong, Bu. Ini namanya pelanggaran hak asasi belajar. Saya juga mahasiswa, jadi saya berhak buat belajar." jawab Nindia yang semakin membuat Bu Rifki frustasi.


"Keluar sekarang, atau kamu mengulang tahun depan." ancam Bu Rifki.


"Tap.."


"Keluar atau mengulang?" tanya Bu Rifki tegas.


"Baik, Bu. Saya akan keluar."


Bu Rifki memijat pangkal hidungnya karena frustrasi menghadapi Nindia yang abstraknya keluar lagi. Bu Rifki kemudian duduk dan menyandarkan punggungnya dengan memejamkan mata.


Nindia yang hendak keluar, ia mendengarkan teriakan yang memekakan telinga.


Tia berdiri dan berteriak keras dengan bangganya, "Nindia Is Back".


Flashback Off


//(^>^)...//


To Be Continue


//(^>^)...//


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬


Jadikan Favorit ❤


Bila berkenan silakan beri Tip ⭐


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow

__ADS_1


- BINTANG


A/n    : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Author juga minta maaf kalau kata-katanya terlalu kasar. Entah dari mana Author mendapatkan inspirasi. Dan satu lagi, Author tidak akan merubah apa yang Author tulis dalam bab ini. Terimakasih 😊😊


__ADS_2