HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapete 77 Malaikat Kecil


__ADS_3

HAI CHINGU..... 😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Menikmati hari-hari sebagi calon ibu menjadi kesenangan tersendiri bagi Nindia. Merasakan perutnya semakin lama semakin membesar membuatnya takjub, apalagi di dalam perutnya terdapat bayi mungil yang empat bulan lagi bisa melihat keindahan dunia.


"Sebentar ya, Bu. Saya periksa dahulu." ucap dr. Devi, Sp. OG


Suster yang berada di samping Dokter Devi sedang mengoleskan gel di area perut Nindia. Nafasku sedikit memburu dengan detak jantung yang tak terkendali.


Benar, hari ini adalah jadwa kontrol kehamilannya. Kemarin Nindia dibuat terkejut sekaligus terharu saat pertama kali merasakan tendangan di perutnya.


Nindia melihat Reyhan yang masih terlihat tenang di kursi depan meja dokter. Matanya terus mengikuti pergerakan perawat yang sedang menyiapkan proses USG. Nindia dan Reyhan sepakat untuk mengetahui jenis kelamin anaknya, biarlah menjadi kejutan untuk keluarga, sahabat dan tentunya mereka.


Flasback On


Nindia sedang asik menonton televisi. Dirinya dan Reyhan sepakat bahwa. Mereka masih merasakan remuk pada tubuhnya setelah menghabiskan liburan di daerah Batu, Malang setelah bulan lalu menghabiskan waktu di Bali.


Camilan kentang menjadi favorit Nindia selama trimester ke dua. Nafsu makan Nindia juga meningkat dibandingkan dengan trimester pertama. Bahkan berat badan Nindia melonjak 3 kg dari berat sebelumnya. Nindia sempat tak percaya diri karema melihat badannya yang mulai berisi, tapi lagi-lagi peran Reyhan sangat berpengaruh saat memberikan motivasi tentang kenaikan berat badan yang memang selalu terjadi pada setiap ibu hamil.


"Sayang, kamu dari tadi ngemil terus." ucap Reyhan setelah meletakkan susu hamil Nindia di meja.


"Biarin aja. Kata kamu enggak apa-apa, atau jangan-jangan kamu bohong ya waktu itu. Sekarang aku gendut banget ya." ucap Nindia setelah meletakkan toples berisi kentang. Wajahnya kembali memerah menahan air mata.


Reyhan langsung mengelus rambut Nindia dengan sayang, "Bukan begitu Sayang tapi ded..."


Perkataan Reyhan tethenti saat sesuatu terasa menyentuh tangannya. Ia dan Nindia saling bertatapan. Menumpahkan segala perhatian dan rasa takjubnya saat sama-sama merasakan tendangan dari anak yang masih di dalam perut Nindia.


"Sayang." panggil Reyhan dengan suara parau.


Nindia mengangguk saat namanya dipanggil. Matanya mulai memanas. Sekali saja ia berkedip, maka luluhlah air mata yang berusaha ia tahan agar tidak jatuh.


"Subhanallah, Allhuakbar. Ya Allah, sekali lagi Engkau tunjukkan betapa besar kuasa-Mu" ucap Reyhan penuh haru.


Reyhan langsung membawa Nindia dalam pelukannya. Mereka sama-sama menumpahkan air mata bahagia. Bagaimana darah daging mereka melakukan hal yang membuat kedua orang tuanya takjub. Seakan manjadi ucapan say hay untuk Ayah dan Bundanya.


"Sayang.... aku bahagia." bisik Reyhan dengan suara yang sangat parau.


Reyhan melepaskan pelukannya dan mendekatkan wajahnya pada perut Nindia. Membacakan takbir dan sholawat di depan perut Nindia.


Sedangkan Nindia yang melihatnya semakin dibuat terharu. Ia juga merasakan kebahagian yang sama dengan Reyhan. Tak hentinya air mata bahagia menetes dari mata indahnya.


"Bee,..." panggil Nindia dengan bibir bergetar.


Reyhan mendongak dan menampilkan senyuman yang sangat manis. Mengulurkan tangan untuk menghapu air matanya dan juga air mata Nindia.


"Jangan nangis lagi ya." bujuk Reyhan tapi Nindia kembali terisak. "Ini salah satu hal menakjubkan selama hidupku dan hidupmu pastinya."


Reyhan kembali ke hadapan perut Nindia, "Assalamualaikum anaknya Ayah dan Bunda, sehat-sehat ya Dek. Bunda dan Ayah menantimu di dunia ini. cupp"


Flashback Off


Reyhan mulai mendekat dan berdiri di samping brankar Nindia. Memperhatikan transduser yang yang mulai bergerak di atas perut buncit milik Nindia.

__ADS_1


"Itu bayi kalian," ucap dr. Devi, Sp. OG


Reyhan dan Nindia langsung fokus pada monitor yang memperlihatkan janin yang masih sebesar pisang.


"Panjangnya sekitar 25 cm dan beratnya 320 gram." jelas dr. Devi


Nindia sangat takjub melihat janin yang berkembang dalam perutnya.


"Masih kecil ya dok." ucap Nindia seraya mengusap air mata yang tanpa persetujuan mengalir begitu saja.


dr. Devi tersenyum mendengar pernyataan Nindia. Memang hal yang wajar bagi perempuan yang mengandung anak pertama dan dr. Devi sangat memakluminya.


"Mau tahu jenis kelaminnya?"


Reyhan dan Nindia kompak menggelengkan kepalanya. Sedangkan dr. Devi tampak bingung, biasanya orang tua akan penasaran dengan jenis kelamin anak mereka, apalagi ini adalah anak pertama bagi Reyhan dan Ninda.


"Biar jadi surprise Dok. Apapun jenis kelaminnya akan kami terima dengan lapang dada." jawab Nindia.


dr. Devi mengangguk dan menyuruh perawat untuk membersihkan Nindia setelah USG selesai dilakukan.


"Keadaan bayinya sehat dan posisinya normal. Bundanya juga sehat. Apakah sudah ada pergerakan dari dedeknya?"


Nindia mengangguk antusias seraya mengelus perutnya, "Sudah Dok."


dr. Devi tersenyum, "Di minggu ke-20 atau di usia 5 bulan ini Janin mulai bergerak dengan aktif dan ibu sudah bisa merasakan janin bergerak di perut. Janin juga sudah bisa merespon cahaya dan suara. Biasanya usia 20 minggu, janin bangun dan tidur pada interval yang reguler, dan bisa terbangun tiba-tiba jika mendengar suara yang keras. Otak dan organ internal bayi masih dalam tahap perkembangan dan akan terus berlanjut hingga masa persalinan." jelas Dr. Devi "Ada pertanyaan lain?"


"Ada Dok. Payudara saya akhir-akhir ini terasa nyeri, apakah itu wajar?" tanya Nindia yang tidak memperdulikan Reyhan yang masih di sebelahnya.


"Hal itu wajar, Bu. Sebab payudara akan mulai memproduksi asi. Anda juga akan merasakan ada cairan menetes dari ******. Tidak perlu panik karena ini normal. Selain itu, perubahan fisik yang biasanya dialami ibu saat hamil 5 bulan antara lain munculnya varises dan stretch marks, payudara membesar, kuku yang cepat panjang dan rambut yang lebih tebal serta rasa lapar yang tidak berhenti. Sementara itu perubahan mental antara lain pregnancy brain, mood swings dan stress. Ibu hamil juga akan merasakan gejala-gejala seperti sesak napas, sakit kepala, kelelahan, kram, konstipasi, sakit punggung serta bengkak di tangan, kaki dan wajah. Jadi ayahnya harus sabar kalau bundanya mengeluh capek atau mood nya kurang bagus dan khusus untuk sang bunda sebisa mungkin menghindari stress."


Nindia dan Reyhan mengangguk. Mereka sangat memperhatikan penjelasan yang keluar dari dr. Devi, terlebih lagi Reyhan yang akhir-akhir ini menjadi suami yang protektif.


"Untuk Bu Nindia diharuskan lebih baik memperbanyak makan makanan yang mengandung kalsium, zat besi, asam float, dan makanan yang kaya akan vitamin A dan D. Makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil saat masa kehamilan mencapai 5 bulan yaitu makanan mentah, kafein, gorengan dan makanan pedas serta susu dan keju yang tidak dipasteurisasi."


"Apakah masih boleh makan makanan pedas?" tanya Nindia yang sudah murung saat mendengar makanan pedas harus dihindari. Ia tidak bisa makan jika tidak peda atau tidak ada sambalnya.


"Untuk saat ini lebih baik dihindari dulu Bu Nindia, kasian dedek nya kalah masih dipaksakan." jelas Dr. Devi halus, ia mengeryi perasaan Nindia.


Nindia dan Reyhan mengangguk setelah paham dengan penjelasan Dr. Devi. Setelah selesai konsultasi, Reyhan dan Nindia undur diri.


____________________


Selesai memeriksa kehamilan, Nindia dan Reyhan pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan yang dianjurkan oleh dokter.


Karena tidak ingin mengambil bahan makanan yang salah, Reyhan sampai serching di intetnet untuk mencari bahan makanan yang mengandung kalsium, asam float, zat besi dan makanan yang kaya akan vitamin D dan A.


Perdebatanpun tak bisa dihindari saat Nindia tetap mengambil stik kentang yang biasa dijadikan kentang goreng. Padahal baru tadi Nindia mendebgarkan penjelasan untuk mengurangi bahan makanan yang digoreng. Seyelah segala bujuk rayu dikeluarkan Reyhan, akhirnya Nindia mengalah dan lebih memilih membeli camilan sehat.


"Kalian baru pulang? Habis dari mana?" tanya Maya yang berada di ruang keluarga.


Reyhan dan Nindia saling tatap kemudian berjalan menghampiri Maya dan mencium tangan wanita itu.


"Iya, Mih. Habis dari dokter Devi, biasa jadwal kontrol." jawab Nindia yang mendudukkan diri di sebelah Maya.


"Sayang, habis dari luar itu cuci tangan dan ganti baju dulu. Baru boleh duduk-duduk manis, apalagi sekarang keadaan tidak mendukung dan kamu lagi hami." ucap Reyhan sambil mengelus rambut Nindia.


Ibu hamil itu tersenyum dan menuruti perkataan suaminya. Memamng sebaiknya setelah berpergian bersih-bersih lebih dahulu. Apalagi sekarang ada malaikat kecil di perutnya.

__ADS_1


Setelah selesai bersih-bersih, Nindia dan Reyhan kembali menemani Maya yang masih menunggu di ruang keluarga.


"Capek?" tanya Maya saat melihat wajah lesu menantunya.


Nindia mengangguk, "Iya, apalagi naik turun tangga setiap hari. Kakai Nindi juga sering kram." adu Nindia sambil menyenderkan kepala pada bahu ibu mertuanya.


Maya tersenyum dengan mengelus rambut Nindia, "Mami rasa kalian harus pindah kamar di bawah deh. Selama Nindia hamil sampai anak kalian lahir. Kasian Mami kalau Nindia harus naik turun tangga, takut kalau ada apa-apa." usul Maya.


Reyhan mengangguk, "Reyhan udah ada rencana pindah kamar ke lantai bawah Mih. Tapi belum sempat aja."


"Ya udah, kalian makan gih. Mami udah masakin sayuran sehat buat menantu dan calon cucu Mami."


Nindia dan Reyhan mengangguk kemudian berjalan menuju ruang makan. Memang tak begitu banyak menu yang tersedia, tapi menu yang ada adalah menu sehat.


Cukup lama Maya berada di rumah anak dan menantunya. Sesekali Ia mengajak cucunya untuk berinteraksi dan sepertinya anak Nindia akan sangat dekat dengan Maya. Terbukti setiap perkataan Maya selalu di respon. Apalagi zaat mendengar Maya melantunkan ayat suci Al- Qur'an setelah salat maghrib.


Mulai usia 4 bulan, Nindia sudah membiasakan untuk berdzikir sebelum tidur sambil mengelus perutnya.


Setelah selesai shalat isya', Nindia dan Reyhan berbaring di ranjang. Sesi pillow talk mereka sudah selesai. Sekarang Reyhan sedang membacakan surat Al Hasyr sebanyak tujuh kali kemudian ditiupkan di perut Nindia.


"Semoga Allah melindungmu dari jin serta didoakan oleh 70.000 tentara malaikat yang dikirim Allah SWT." ucap Reyhan seraya mencium kening Nindia berulang kali.


"Aamiin 3x"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬


Jadikan Favorit ❤


Bila berkenan silakan beri Tip ⭐


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow


- BINTANG

__ADS_1


- My Destiny


A/n    : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Semua informasi dan gambar berasal dari google, jadi mohon maaf kalau ada kekeliruan. Terimakasih 😊😊


__ADS_2