
HAI CHINGU.....😀😀😀😀
SELAMAT MEMBACA
🌹
🌹
Reyhan dan Nindia menghabiskan sisa paginya dengan berpelukan di ranjang. Mereka melepaskan kerinduan karema selama empat hari tidak bertemu.
"Kamu kemana kemarin?" tanya Nindia yang berada di pelukan Reyhan.
"Bali, buat ngurusin masalah RC, LTD." jawab Reyhan yang masih memejamkan matanya. Sungguh ia sangat lelah dengan perjalanan bisnisnya, namun ia tidak tega dengan Nindia yang masih ingin berbicara.
"Kenapa gak bilang?"
"Emang kamu peduli,"
"awww.. Kok di cubit sih?" protes Reyhan.
"Kalau aku enggak peduli, aku gak bakan segila kemarin. Aku bahkan gak nafsu makan"
"Ya salah kamu sendiri. Siapa suruh gak makan!" sindir Reyhan.
Nindia bangkin dari tempat tidur. Nindia marah dengan lelucon dan sindiran Reyhan. Dia tidak suka bila dianggap hanya main-main.
Reyhan menahan tangan Nindia. "Mau kemana?" Reyhan duduk di tepi kasur.
"....."
"Mau kemana?" ulang Reyhan saat tidak mendapatkan jawaban dari Nindia.
"Pergi." jawab Nindia dengan ketus.
"Kemana?"
Nindia nendapatkan ide untuk mengerjai Reyhan. "Ketemu S A T R I A"
"Nggak.. nggak boleh!. Kamu nggak boleh ketemu sama dia," Reyhan memasang wajah cemberut sekaligus menahan amarahnya.
Nindia berusaha menahan tawanya. "kenapa?"
"Nggak boleh! Pokoknya kamu nggak boleh pergi!"
"Iya. Alasannya apa aku nggak boleh ketemu Satria?"
Nindia sebenarnya hanya ingin mendengar bahwa Reyhan cemburu. Hanya kata itu yang Nindia inginkan.
"....."
Nindia semakin ingin mengerjai Reyhan. Ia melepaskan tangan cekalan tangan Reyhan. Berjalan menuju pintu, sebelum satu kata menghentikan langkahnya.
"Aku cemburu." teriak Reyhan.
__ADS_1
Sudut bibir Nindia membentuk senyuman kemenangan. Akhirnya dia bisa mendengar kata cemburu dari mulut Reyhan.
Nindia berbalik dan melihat wajah Reyhan yang murung. Penyesalan menghampiri Nindia. Ia hanya berniat untuk mengerjai Reyhan
Nindia berdiri di tepi ranjang "Hei," Nindia membingkai wajah Reyhan. "Aku cuma bercanda,"
Reyhan merengkuh pinggang Nindia. "Aku gak suka."
Nindia membelai rambut Reyhan. "Iya. Maaf ya. Aku kan cuma mau goda kamu. Aku gak ada niat kok buat ketemu sama Satria."
"Kamu udah putus sama Satria?" tanya Reyhan sambil mendongakkan kepalanya.
"Secepatnya aku putusin Satria. Jadi kamu jangan marah-marah lagi! aku gak suka dicuekin." bibir Nindia mengerucut.
"Iya sayang."
Blush.. Pipi Nindia terasa panas dan mengakibatkan munculnya semburat merah. Ia zabgat senang mendengar Reyhan memanggilnya dengan kata 'sayang'.
Reyhan dan Nindia membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Menikmati matahari yang mulai bangun dari tidurnya. Reyhan mulai memejamkan matanya.
"Rey, kamu mau ngajar?" tanya Nindia yang berhasil mengganggu tidur Reyhan.
"Iya. Mungkin sedikit nelat. Aku ada ada jadwal di kelas kamu sama kelas A."
"Kelas A kan pukul delapan. Kamu yakin mau ngajar?"
"Iya sayang. Aku udah nggak ngajar 3 hari." jelas Reyhan sambil mencuri satu ciuman di kening Nindia.
"Kan jaraknya sama kelas kamu jauh, yang. Ninti kamu bosan."
"Enggak apa-apa. Aku bisa nunggu di ruangan kamu selama kamu ngajar." membelai pipi Reyhan.
"Ya udah kalau itu yang kamu mau. Aku tidur bentar ya. Nanti bangunin aku!" Reyhan kembali memejamkan matanya.
"Selamat tidur, sayang." Nindia mengecup kening Reyhan.
____________________
Nindia menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi. Ia ingin menyiapkan bekal bagi sang suami.
"Pagi, Bi." sapa Nindia yang sudah melihat Bi Minah mengerjakan pekerjaan dapur.
"Pagi Non, Mau cari apa atuh?"
"Cuma mau menyiapkan bekal buat Reyhan," Nindia mencari kotak makan untuk menyimpan bekal Reyhan.
Bi Minah tersenyum saat melihat Nindia sudah ceria tidak seperti empat hari yang lalu.
"Bi, ada buah apa aja di kulkas?" tanya Nindia yang masih sibuk membersihkan kotak makan.
"Buah naga, pisang, kiwi, jeruk, apel, mangga, alpukat, Non"
Nindia manggut-manggut, kemudian jalan ke depan kulkas untuk mengambil buah naga, pisang, jeruk, apel. Metetakkannya dimeja untuk dipersiapkan. Memotong pisang, buah naga, apel, kemudian mengupas kulit jeruk.
__ADS_1
"Bibi masak apa?" tanya Nindia yang audah berdiri disamping Bi Minah yang sedang membuat tumis kangkung.
"Tumis kangkung, ayam + tempe goreng, ada sambal terasi, sayur sop. Non mau bibi buatin apa?"
Tugas Bi Minah bertambah semenjak Nindi bertengkar dengan Reyhan. Nindia sama sekali tidak berniat menyentuh dapur. Maka dari itu Bi Minah dengan suka rela membantunya.
"Nanti aku mau buat omelate. Habis ini Bibi istirahat aja! Nanti Nindia yang lanjutun masaknya."
"Iya Non. Ini kurang sedikit lagi."
Setelah masalahn terakhirnya matang Bi Minah undur diri untuk membersihkan rumah.
Nindia mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat makanan kesukaan Reyhan.
Resep Omlet Kesukaan Reyhan :
25 Gram udang kupas dicincang (opsional)
3 Butir Telur ayam
2 Kuntum brokoli/kembang kol diiris halus
1 Genggam bayam hijau/merah
1 Sendok makan tepung terigu
1 Siung bawang putih dihaluskan
1/2 Batang wortel diiris halus
Merica dan garam secukupnya
Setelah semuanya masuk kedalam kotak makan, Nindia membersihkan dapur dan naik ke kamarnya.
Nindia berjalan mendekati ranjang kemudian duduk di tepi ranjang sambil memandangi wajah Reyhan. Bulu mata lentik dan hidung mancung.
"Baru tahu kalau suami kamu tampan dan manis?"
Nindia terkejut mendengar perkataan Reyhan. Ia masih mengira kalau Reyhan masih tidur. "Narsis amat. Bangun yuk. Katanya mau ngajar,"
"Pukuk berapa sekarang?" tanya Reyhan yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Tujuh, Rey. Kamu mau berangkat pukul berapa?"
"Ya udah aku mau mandi," Reyhan bangun dan segera menuju kamar mandi. Namun, sesampainya di depan pintu kamar mandi ia menghentikan langkahnya dan berbalik menuju Nindia yang sedang merapikan tempat tidur.
Cup cup
Reyhan mencuri dua ciuman dari Nindia. Mencium bibir dan kening sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Rey..." tegur Nindia yang syok dengan kelakuan Reyhan.
"Morning Kiss sayang," jawab Reyhan sekenanya dan berhaail membuat Nindia geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang suami.
__ADS_1