
HAI CHINGU.... 😀😀😀😀
SELAMAT MEMBACA
🌹
🌹
"Ananda Ilham Muhammad bin Sulaiman Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya Naura Bella William dengan maskawin berupa perhiasan emas 20 gram dan seperangkat alat shalat, Tunai."
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Naura Bella William binti William dengan maskawinnya yang tersebut, tunai,"
"Bagaimana, Sah?"
"SAH,"
Bella yang menunggu di dalam kamar menangis haru. Tak lama pintu di ketuk dan datanglah Ratih dan Sarijah yang akan mengantarkannya pada Ilham yang sudah sah menjadi suaminya.
"Selamat sayang," ucap Ratih sambil memeluk Bella.
"Makasih Mah," ucap Bella seraya menghapus air mata bahagianya.
"Selamat cah ayu," ucap Sarijah.
"Makasih Bu," ucap Bella. Atensinya berubah saat menatap Kania yang masih diam saja.
"Kamu enggak mau peluk Mbak?" tanya Bella sambil merentangkan tangannya.
Tanpa fikir panjang, Kania langsung berhambur dalam pelukan Bella. Tiba-tiba saja tangisnya pecah.
"Selamat ya Mbak. Semoga betah sama Kak Ilham, " ucap Kania dengan kekehan di akhir.
Bella terkekeh, "Aamiin."
"Selamat ya Beib," ucap Tia dan Gita bersamaan.
Setelah itu, mereka turun untuk menemui Ilham. Bella dibuat malu karena banyak orang yang memperhatikan dirinya yang sangat cantik hari ini. Hari biasa saja sudah cantik, apalagi hari spesialnya?
Ratih dan Sarijah mengapit sisi kiri dan kanan Bella, sedangkan Kania, Gita, dan Tia berada di belakang.
Bella dan Ilham langsung menandatangi buku nikah. Setelah selesai, mereka saling bertukar cincin.
"Assalamu'alaikum istriku," bisik Ilham seraya mengecup kening Bella.
tes
"Assalamu'alaikum imamku," jawab Bella dengan nada bergetar sebelum mencium tangan Ilham.
Flashback Off
"Woy, ngelamunin apaan?" tanya Nindia pada Bella.
"Jangan bilang lagi mikirin ena ena ya lo," selidik Gita.
"Astagfirullah, ya enggak lah."
"Aduh, sekarang Bella udah jadi ukhti," ucap Tia.
"Belum lah, cuma mau menjadi lebih baik aja," jawab bijak Bella.
"Wah, temen gue yang satu ini makin dewasa," sanjung Gita.
"Kalian juga."
Saat ini mereka sedang berada di cafe. Mereka bukan lagi remaja yang masih mencari jati diri, dan mereka bukan lagi mahasiswa yang mengeluh dengan banyaknya tugas dari dosen. Sekarang, mereka adalah wanita yang memiliki tanggung jawab atas keluarga, wanita yang menjadi pendamping bagi laki-laki yang dicintainya dan Ibu yang baik bagi anak-anaknya. Tak ada alasan bagi mereka untuk mengeluh terus menerus, yang ada kini hanyalah bagaimana menjadi ibu dan istri yang baik untuk keluarga kecil mereka.
Tidak ada lagi Tia yang cerewet dan fiktor, tak ada lagi Gita yang nyablak dan cengeng, tak ada lagi Bella yang cuek dan jutek, tak ada lagi Nindia yang suka membuat dosen meradang, kini hanya ada wanita yang memiliki pemikiran dan sikap yang dewasa. Memperhitungkan setiap langkah yang mereka ambil.
Nindia mengamati sahabatnya satu persatu. Rasa bersyukur tak pernah lepas dari Nindia karena memiliki sahabat seperti mereka yang tak memandang dari derajat sosial.
"Gue gak nyangka kita semua udah jadi emak-emak," celetuk Nindia sambil terkekeh dan membuat atensi ke tiga sahabatnya berubah.
Tia dan Gita mengangguk setuju, sedangkan Bella hanya tersenyum tipis.
"Iya, gue kira bakalan tetep berdiri di tempat. Apalagi saat nunggu Satria yang ambil S2 di Amerika. Rasanya udah kaya digantung sama camer," ucap Gita sambil menerawang bagaimana takutnya kala Satria memutuskan melanjutkan S2 di Amerika. Ia bahkan sudah pesemis hubungannya akan berlanjut hingga jenjang pernikahan.
__ADS_1
"Udah gue bilang juga, banyak yang berhasil dengan LDR," ucap Bella. "Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Komunikasi dan saling percaya yang terpenting."
Tepat setelah satu tahun usia pernikahan Bella, Tia dan Yudha mengadakan ijab qobul. Tak ada yang menyangka kalau Tia akan jatuh dalam pelukan Yudha yang notabennya memiliki sikap yang tak jauh berbeda dari Reyhan dan Ilham.
Kedekatan mereka bermula saat Yudha mengantarkan Tia pulang dari acara tujuh bulanan Nindia. Setelah kejadian itu, mereka selalu saja bertemu secara tidak sengaja. Tuhan seperti sudah menakdirkan mereka untuk bersama.
Lain halnya dengan Tia yang tak memerlukan waktu yang lama, Gita justru sebaliknya. Ia harus merelakan Satria menempuh pendidikan yang jauh dari tanah kelahiran. Kalau bukan karena Satria yang selalu menguatkannya, mungkin sekarang Gita tak akan menjadi nyonya Satria Gautama.
"Selain Gue, udah ada yang isi lagi?" tanya Nindia tiba-tiba.
Bella dikaruniai putri berusia empat tahun yang bernama Annisa Mashel Nazafarin atau Annisa, Tia dikaruniai anak laki-laki berusia dua tahun yang bernama Kavin Qiyas Naratama atau Tama, sedangkan Gita dikaruniai anak laki-laki yang baru berusia satu tahun yang bernama Hasya Ganesh Caturangga atau Saga.
"Gue enggak dulu. Saga juga masih kecil, kasian kalau udah ada adiknya," ucap Gita sambil mengusap balita yang ada di gendongannya.
"Elo, Ya?"
Tia menggeleng, "Gue rasa juga belum,"
"Bel?"
"Alhamdulillah, doa in supaya sehat," ucap Bella sambil mengelus perutnya.
"Waaahhhh," teriak Tia senang.
plakk
"Kagak usah teriak, anak gue kaget," dengus Gita saat merasakan Saga menggeliat dalam pelukannya.
"Selamat ya, Bel," ucap Tia, Gita, dan Nindia bersamaan.
"Terima kasih."
"Wisshhh, anak gue berarti bakalan ada teman main,"
"Masih lama kali, Nin."
Nindia terkekeh geli, "Emang udah berapa bulan?"
"Baru juga dua minggu."
"Karena Bella membawa kabar bahagia, berarti hari ini yang bayarin makanan kita elo. Itung-itung PH," ucap Tia sambil menunjuk Bella. Sifat Tia yang suka makan gratis ternyata tak hilang meskipun sudah memiliki buntut.
"Pajak Hamil lah, emang apalagi," jawab Tia enteng.
"Yeeee, itu mah mau-maunya elo doang. Laki tajir, tapi masih kaya orang susah," cibir Gita.
____________________
Cukup melelahkan bagi Nindia saat jalan-jalan dikehamilannya ke lima bulan, padahal ia hanya duduk saat cafe. Itulah sebabnya Reyhan tak mengizinkan Nindia untuk pergi terlalu lama atau sendirian. Ia hanya takut istri dan calon buah hatinya kenapa-napa.
"Capek?" tanya Reyhan sambil memijat kaki Nindia yang ada di atas pahanya.
Kegiatan sepele yang sangat Reyhan sukai. Tak ada salahnya membantu istri untuk mengurangi rasa lelah. Hanya dengan memijat kaki, berhasil membuat Nindia bahagia karena merasakan kasih sayang dan ketulusan Reyhan.
"Capek," keluh Nindia manja.
Reyhan mengusap peluh yang menetes dipelipis Nindia, "Emang tadi ngapain aja?"
"Cuma duduk, tapi udah bikin kaki aku bengkak."
"Enggak apa-apa, namanya juga orang hamil. Waktu kamu hamil Nafeeza kan juga gitu."
Nindia mengangguk, "Iya. Aku nikmati semua prosesnya kok."
"Termasuk proses pembuatan dan pembuahannya?" goda Reyhan yang langsung mendapatkan lemparan bantal sofa dari Nindia.
"ishh," desis Nindia. "Perasaan kamu dulu enggak mesum loh. Kenapa sekarang otak kamu mesum terus sih?"
"Faktor umur, Sayang. Semakin matang usia laki-laki masa semakin mesum pula pemikirannya,"
"Akal-akalan kamu doang itu mah. Orang yang lain nggak tiap hari bahas itu," sinis Nindia meskipun sudut bibirnya tertarik ke atas.
"Tapi kamu suka kan?" tanya Reyhan sambil menoel dagu Nindia.
"Jangan ngaco kamu," jawab Nindia dengan pipi yang sudah merah merona.
__ADS_1
"Emang dulu aku gimana?" tanya Reyhan yang penasaran dengan penilaian Nindia saat pertama kali bertemu.
"Galak, rajin, perfeksionis. Semua harus sesuai sama kemauan kamu," jelas Nindia.
Reyhan menaikkan sebelah alisnya, "Emang aku gitu?"
Nindia mengangguk antusias, "He'em. Orang semua mahasiswa pada bilang. Makanya jangan galak-galak jadi ora,"
"Sekarang udah enggak galak kan?"
Ninda menggeleng kemudian tersenyum. Sebelah tangannya ia gunakan untuk mengelus lengan Reyhan yang masih setia memijat kakinya.
"Sekarang kamu bucin," ledek Nindia.
"Sama-sama bucin enggak usah saling menghina,"
"Buna," panggil Nafeeza sambil membawa boneka spons-nya.
Nindia menurunkan kaki dari paha Reyhan dan memfokuskan perhatiannya kepada Nafeeza, "Dalem, Sayang."
Nafeeza menaiki sofa dengan bantuan Reyhan. Tak berselang lama, tangan mungilnya mulai mengelus perut buncit sang Buna. Dapat dilihat senyum anak kecil ini tak pernah surut kala menyangkut sang calon adik.
"Kapan keluarnya? Kak Nafeeza enggak ada teman mainnya tauuu," ucap Nafeeza sambil cemberut yang justru menimbulkan raut lucu sekaligus menggemaskan.
"Kan ada Ayah sama Buna buat teman main Kakak," jawab Reyhan sambil mengelus surai coklat lebat milik Nafeeza.
Nafeeza memajukan bibirnya, "Iya sih, tapi kan Ayah kerja, Buna juga cepet capek kalau main sama Nafeeza."
"Maafin Buna ya," ucap Nindia penuh penyesalan.
"Enggak apa-apa, Buna. Masih ada Annisa," jawab Nafeeza cepat saat melihat muka sedih sang Buna.
Reyhan menenangkan Nindia dengan mengusap rambutnya penuh sayang. Ia juga merasa bersalah karena terlalu sibuk bekerja hingga anaknya merasa kesepian. Ia juga tidak akan menyalahkan Nindia karena keadaan wanita itu sendiri yang tidak memungkinkan.
"Tunggu empat bulan lagi ya," bujuk Nindia yang sangat gemas melihat tingkah sang anak.
"Emat bulan itu lama, Bun?" tanya Naffeza sambil mendongak. Mata sipitnya mengerjap-ngerjap kecil yang semakin menambah kelucuannya.
Nindia yang sudah terlampau gemas langsung mencubit kedua pipi Naffeeza, "Enggak kok. Udah ya, sekarang Kakak kerjain PR sama Ayah. Buna mau ambil kue buat teman belajar kamu, "
"Oke, Buna. Nafeeza tunggu di kamar. Ayah, ayo," Nafeeza menarik tangan Reyhan agar membantunya mengerjakan tugas dari sang guru.
Nindia yang melihat tingkah sang anak menarik kedua sudut bibirnya hingga matanya menyipit. Hampir saja dirinya kehilangan kesempatan untuk melihat kebahagiaan saat ini. Beruntung Tuhan masih memberikannya kesempatan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬
Jadikan Favorit ❤
Bila berkenan silakan beri Tip ⭐
Baca juga karya ku yang lain :
- My Wife's Beautiful Widow (DIHAPUS)
- BINTANG (SLOW UPDATE)
- My Destiny (NGEGANTUNG)
__ADS_1
- ArLine (NEW)
A/n : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Semua informasi dan gambar berasal dari pinterest dan google, jadi mohon maaf kalau ada kekeliruan dan kesamaan baik nama tempat, tokoh maupun role model. Usahakan memberikan apresiasi kepada author walau hanya satu atau dua kata agar semakin semangat update nya. Terimakasih 😊😊