HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 8 PACAR


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Setelah menyenangkan hati dengan makanan, Nindia dan ketiga sahabatnya kembali ke kelas guna menyelesaikan satu matakuliah terakhir. Meskipun pelajaran Prof. Beno yang menjadi dosen favoritnya tidak membuat Nindia malas mengikuti matakuliah terakhir. Rasa lelahpun selalu terbalaskan dengan pemberian apresiasi dari Prof. Beno. Dua jam telah berlalu dan matakuliahpun telah usai. Namun keempat sahabat itu masih menikmati waktu luang di dalam kelas, sedangkan teman-temannya sudah berhamburan meninggalkan ruangan. Bella yang asik membaca novel, Tia yang asik membenarkan make up nya, dan gita yang asik bergelut dekan customer es susu jellynya.


"Sayang,"


Satu kata itu berhasil mengalihkan perhatian keempat sahabat itu dari kegiatan masing-masing. Mereka berempat saling memandang saat mendengar panggilan itu. Tapi, mereka juga tidak merasa asing dengan suara tersebut.


"Nin," panggil Gita.


"Jangan bilang apa yang ada dipikiran kalian sama dengan apa yang ada dipikiran gue," seru Bella yang berhasil mendapatkan anggukan kepala dari ketiga sahabatnya.


"Anindia," panggil seseorang yang sudah berada di depan pintu.


"Satria,"


"Lo," ucap Tia, Gita, dan Bella.


"Sayang, kamu gak kangen sama aku?" tanya Satria yang mulai mendekati Nindia.


Nindia yang melihat Satria tiba-tiba muncul sangat terkejut, pasalnya orang yang statusnya masih menjadi kekasinya itu sudah menghilang tanpa kabar hampir dua minggu lamanya. Tidak ada respon yang terlalu berlebihan dari Nindia. Di dalam pikirannya penuh dengan pertanyaan mengapa dia pergi? alasan apa yang mengharuskan dia pergi? apa selama kepergiannya tidak mengingat keberadaan dirinya? itu berbagai pertanyaan yang terkumpul di dalam otak Nindia.


"Dari mana aja lo baru muncul sekarang," sengut Gita.


"Tiba-tiba hilang, tiba-tiba muncul." timpal Bella.


"Tau. Kemana aja lo?" tanya Tia.


"Gue ada kerjaan di Australia dua minggu ini. Kalau kamu gak percaya bisa tanya Papa dan Mama," kata Satria yang tidak melepaskan pandangannya dari Nindia.

__ADS_1


Nindia masih enggan untuk menghampiri Satria. Ia masih kecewa dengan perilaku Satria yang tiba-tiba hilang tanpa kabar sedikitpun.


"Kamu gak kangen sama aku?" tanya Satria sekali lagi.


Melihat orang yang ia rindukan hadir di depan matanya membuatnya luluh sedikit demi sedikit. Tak bisa dipungkiri kalau dirinya sangat merindukan Satria, pacar sekaligus teman yang selalu ada untuknya. Tanpa pikir panjang Nindia bangkit dari tempat duduknya dan berhambur memeluk Satria.


"Aku kangen," Nindia menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Satria.


"Aku juga kangen sama kamu, sayang!" Satria membelai rambut Nindia. Sesekali dikecupnya puncak kepala Nindia.


Satria menjauhkan tubuh Nindia, "Berat badan kamu turun? Kekurangan gizi?" ledek Satria yang mendapat cubitan dari Nindia.


"Awww,"


"Rasain. Aku lagi diet, berat badan aku naik terus," Nindia mengerucutkan bibirnya.


"Olah raga dong! Jangan makan aja kerjaan kamu,"


"Kita buka obat nyamuk keles," Tia merasa iri dengan kemesraan Nindia dan Satria.


"Oppss, Maaf! Gue kira gak ada orang," ucap Nindia yang kembali menghambur ke dalam pelukan Satria.


Ketiga orang itu kompak memberikan jitakan di kepala Nindia saat akan meninggalkan ruangan. Nindia yang mendapatkan jitakan dari ketiga sahabatnya hanya bissa meringis, sedangkan Satria membelai kepala Nindia yang menjadi sasaran jitakan Bella, Tia, dan gita.


Satria dan Nindia yang di dalam kelas masih menikmati kebersamaan mereka setelah terpisah dua minggu. Nindia yang masih betah memeluk Satria, dan Satria yang masih betah mencium harum rambut Nindia. Bahkan Nindiapun melupakan kalau dirinya saat ini sudah menyandang gelar istri seorang Reyhan Aristarco.


____________________


Setelah selesai kelas dan melepaskan rindu, Satria mengajak Nindia jalan-jalan dan menghabiskan watu berdua dengannya. Nindia yang mendapati beberapa kali ponselnya berbunyi namun Nindia seakan menulikan pendengarannya dan lebih memilih menikmati harinya bersama sang pacar. Ya, Satria adalah pacar Nindia sudah hampir satu tahun. Mereka makan bersama, bercanda, mengunjungi tempat-tempat yang menjadi kenangan mereka hingga tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul sembilam malam.


"Sayang udah malam. Antar aku pulang ya,!" pinta Nindia.


"Tapi aku masih kangen sama kamu," Satria belum mau melepas pelukan Nindia.

__ADS_1


"Besok kan juga ketemu. Kamu kan udah mulai kuliah lagi," Nindia memegang pipi Satria dan coba membujuknya.


"Oke kalau gitu,"


Satriapun menuruti apa yang dikatakan sang pacar, ia juga tidak mau sang pujaan hati dicap sebagai cewek yang tidak bermorak karena pulang malam dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Dalam perjalanan pulang kedua tangan saling menjalin satu sama lain, seakan tidak rela mengakhiri hari ini. Satria beberapa kali menarik tangan Nindia dan menciumnya. Nindia yang menerima perilaku tersebut hanya bisa tersenyum dan malu.


"Dah sampai,"


"Makasih ya,"


Satria memajukan tubuhnya dan hendak mencium Nindia, namun Nindia yang melihat itu reflek menghindari. Entah mengapa ia selalu menghindari saat akan dicium oleh Satria, sedangkan saat dicium Reyhan dirinya tidak bisa menolak sama sekali. Akal sehat Nindia masih bisa berfungsi ternyata, meskipun hanya sepuluh persen.


"Gak enak kalau dilihat tetangga. Ini udah pukul sepuluh," Nindia menghalangi mulut Satria dengan telunjuknya.


"Ya udah, buruan masuk,!"


"Ya aku masuk, kamu hati-hati ya," Nindia baru masuk rumah saat mobil Satria sudah tidak terlihat lagi.


Dilihatnya mobil Reyhan sudah terpakir di garasi, sedangkan mobil sang Ayah tidak ada di tempatnya. Karena penasaran Nindia mengambil ponselnya dan hendak menelepon Ayah ataupun Bundanya, namun saat hendak menelepon terlihat 20 panggilan tak terjawab dari Ayah 10 pesan dari Bundanya.


📩 Bunda    : Kamu di mana sayang? kenapa Bunda sama Ayah telepon kamu gak angkat? Kalau kamu baca pesan ini mungkin Ayah sama Bunda sudah di rumah sakit. Suami tertabrak mobil. Sekarang di rumah sakit keadaanya lumayan parah sayang. Tadi selesai dari kampus, suami kamu mau kembali ke kantor, karena lihat kamu gak bawa mobil jadi mobilnya di tinggal di kampus dan Rey naik taxi online ke kantor, Tapi sayangnya saat keluar dari taxi, suami kamu tertabrak orang dan orang itu lari.


deg


Perasaan Nindia hancur lebur. Suaminya sedang sekarat di rumah sakit dirinya malah asik jalan-jalan dengan sang pacar. Kaki Nindia seakan tidak ada tulangnya, tubuhnya melorot ke bawah. Tanpa ia sadari air matanya sudah jatuh membasahi kedua pipinya. Nindia segera bergegas masuk ke dalam rumah dan mencari pembantu rumah tangganya untuk menanyakan letak kunci mobil Reyhan karena dirinya baru tiba.


"Non, dari mana aja atuh? Semua orang sudah panik karena dapat kabar tuan muda tertabrak," kata pembantu rumah tangga yang masih menunggu kedatangan Nindia.


Nindia mengusap air matanya, "Bi, dimana naruh kunci mobilnya?"


Setelah mengetahui letak kunci mobil Reyhan, Nindia langung pergi dan memacu kendaraannya dengan kecepatan maksimal. Dalam perjalananpun Nindia tak henti-hentinya menangis, menumpahkan segala penyesalan yang berkecamuk di dalam hatinya.


"Maaf Rey,"

__ADS_1


__ADS_2