HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 27 Kaum BGSD


__ADS_3

HAI CHINGU.....😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Bella, Gita, dan Tia. Sahabat sekaligus saudara bagi Nindia. Meskipun terkadang sikap mereka absurd tapi Nindia tidak mempermasalahkannya. Justru itu yang Nindia cari, Ia butuh hiburan yang gratis. Wkwkwk


Seperti saat ini. Mereka sedang asik nongkrong disalah satu kafe. Meluangkan waktu untuk bertemu walau hanya ngobrolin yang tidak penting alias ghibah.


“Git, gimana hubungan lo sama Akas?” tanya Bella.


Gita menyeruput jusnya, “Bodo lah. Gue males sama dia. Kemarin gue ketemu, dia udah gandengan aja sama


perempuan lain. Beda lagi sama pas gue pergokin,”


“Gila juga tu, Bocah. Ganti lagi?” saut Nindia.


“He em,”


Nindia dan Bella hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar cerita Gita. Mereka kira Akas mencintai Gita. Atau bahkan berusaha membujuk Gita untuk bersama. Tapi ternyata dia sudah menggandeng dua perempuan berbeda.


“Bel, lo sendiri kapan mau punya pacar?” tanya Gita.


Bella yang paling susah dekat dengan laki-laki. Tapi tenang saja, ia masih normal dan masih doyan ‘pisang’.


“Laki-laki cuma bikin pusing!” acuh Bella. Dia memang anti saat ditanya kapan punya pacar.


“Gue ada satu kenalan laki-laki. Sahabat, kaki tangan, sekaligus orang kepercayaan Reyhan. Lo mau gue kenalin?” tanya Nindia.


“Ogah banget! Lo kira gue gak laku sampai-sampai lo mau jadi biro jodoh?” sengit Bella.


Gita memperhatikan Tia yang cemberut, “Tu bocah kenapa?”


Nindia dan Bella menoleh ke arah Tia dan mengendikkan bahunya.


“Mana gue tahu. Lagi bucin kali”


“Kesambet kali tu bocah,” sarkas Nindia. “Woy, hp mulu lo” sentak Nindia.


“Tau, disini kita kumpul buat ngobrol. Bukan buat bucin. Sibuk main hp sendiri lagi,” sarkas Gita.


“Ihhh,, ngagetin tau.. Gue lagi stalker mantan gue,” menunjukkan foto mantan. “Ganteng kan?”


Nindia, Gita, dan Bella saling pandang. Sepertinya mereka punya pemikiran yang sama.


“hahahaha, ganteng dari mananya?” tanya Nindia seperti mengejek.


“Ihhh.. Ganteng tauuuu,” Tia mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


“Mata Ni bocah perlu diperiksa kayaknya,” Gita menunjuk Tia sambil tertawa.


“Mulai dehhh. Dia ganteng tau, menurut gue bahkan lebih genteng dari yang dulu,” kata Tia dengan mata berbinar.


“Gila ni bocah,” umpat Gita.


Bella hanya diam sambil memandang perdebatan ketega sahabatnya. Ia memang lebih banyak berperan sebagai


penonton bila ketiga sahabatnya bertengkar.


“Mak, gi sonoh cepetan cari pacar,” goda Nindia.


“Anjir ni, Bocah. Sono pergi sama suami lo. Mentang-mentang udah nikah,” sarkas Bella.


Kini giliran Nindia, Gita, dan Tia yang tertawa melihat reaksi Bella. Mereka snagat tahu kalau Bella sangat susah diajak bercanda dan selalu serius menanggapi perkataan orang. Tapi dia yang paling cengeng dan yang paling pintar menyembunyikan perasaannya.


“Habis ini kita mau kemana?” tanya Nindia.


“Nge-mall yuk. Udah lama gak nge-mall ber-empat,” kata Tia.


“Yuk,” saut mereka bertiga.


____________________


Pujaan dan idola kaum laki-laki sudah sampai di salah satu mall yang ada di Surabaya. Semua pandangan terpusat pada mereka ber-empat.


“Gila! Jadi pusat perhatian cuy,” ucap Gita.


“Iyalah, kita kan idola para laki-laki,” bangga Tia.


“Ya kan lo aja yang udah teken kontrak. Kita mah belum, masih bebas coy..” sindir Gita.


“Anjir lo! Emang temen durhaka lo,” umpat Nindia.


Setelah perdebatan cukup panjang, Mereka akhirnya melanjutkan mengelilingi mall. Beberapa kali mereka keluar masuk toko saat melihat hal yang menarik. Tapi belum ada satupun yang mereka beli.


“Capek gue,” keluh Tia yang sudah duduk di kursi.


“Baru juga jalan,” Gita berdiri di depan Tia.


“Mau istirahat dulu atau mau lanjut jalan lagi?” tanya Bella.


“Jalan,” jawab Gita dan Nindia


“Istirahat”


“Gimana? Lo masih mau tetep istirahat?” Bella memastikan.


“Ya udah deh, gue ikut kalian,” Tia menekuk mukanya.


“Makanya, jangan tidur mulu. Olahraga diperbanyak! Masa segitu aja udah Capek?” sindir Gita.

__ADS_1


“Nyonya,” sapa seseorang dari belakang.


Merasa ada yang menyapa, mereka berbalik dan melihat siapa. Mereka langsung di suguhkan oleh pemandangan yang luar biasa. Wajah tampan asli orang Indonesia. Nindia yangs udah mengenal orang itu tak terkejut dengan ketampanannya.


“Hai, Ham,” sapa Nindia.


“Nyonya datang sendiri?” tanya Ilham.


“Lo gak lihat, kita semua orang disini.” Kata Bella.


Bella terkesan dingin dengan Ilham. Bahkan Bella juga tidak terlalu antusias dengan keberadaan Ilham. Berbeda dengan Tia dan Gita yang terlihat sangat terpesona oleh ketampanan Ilham.


“Enggak, gue kesini sama sahabat-sahabat gue. Kenalin ini Bella, ini, Gita, dan yang terakhir Tia.” Menunjuk satu-satu.


Ilham tidak menghiraukan sindiran Bella. Ia menyalami satu persatu dari sahabat Nindia. “Saya Ilham Muhammad. Asisten, sahabat, sekaligus orang kepercayaan Nyonya Nindia dan Tuan Reyhan.”


“Kan udah gue bilang. Kalau diluar kantor bicara informal aja. Gue bakal laporin lo ke Reyhan kalau masih formal sama gue,” ancam Nindia.


“Saya akan coba,”


“Tuh kan,,” sungut Nindia.


“Kaku banget kaya kayu,” sindir Bella.


Entah mengapa Bella tidak menyukai Ilham padahal ia baru pertama kali bertemu.


“Sinis banget. Gak laku ya?” ejek Ilham.


Nindia, Gita, dan Tia menahan ketawanya mendengar ejekan Ilham yang ditujukan pada Bella. Padahal itu adalah bahasan mereka tadi siang.


“Awas ya lo,,” Bella maju menghampiri Ilham tapi dicegah oleh Nindia.


“Kalian baru ketemu lo. Tapi udah kaya Tom nd Jerry,”


“Bodo,” Bella memalingkan wajahnya.


“Permisi, Nin. Gue masih ditunggu Reyhan di kantor.” ucap Ilham yang masih terlihat segan.


“Oke.”


Ilham berlalu meninggalkan keempat gadis itu. Sedangkan empat gadis itu melanjutkan rencana yang sudah mereka susun. Mereka melanjutkan dengan menonton Danur 3 di bioskop. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, kemungkinan mereka akan selesai pukul tujuh malam.


“Lo yakin mau nonton?” tanya Bella. “Tar laki lo nyariin,”


“Yakin!”


Mereka langsung masuk ke dalam bioskop setelah membeli tiket. Mereka sudah telat lima belas menit dari jadwal penayangan. Mereka duduk depan belakang. Gita dan Tia berada dalam satu deret sedangkan Bella dan Nindia berada dalam satu deret.


Saat asik menonton, Gita dikejutkan dengan tingkah konyol Tia. Disaat yang lain sedang asik menonton, Tia malah asik tertidur. Gita memberitahukannya pada teman-temannya yang ada di belakang.


“Ni anaka lo, Mak” ucap Gita kepada Bella.

__ADS_1


Nindia yang penasaran langsung berdiri dan melihat depan. “Dasar kebo,” umpat Nindia setelah melihat kelakuan Tia.


“Dasar *****,”


__ADS_2