
HAI CHINGU..... 😀😀😀😀
SELAMAT MEMBACA
🌹
🌹
Seharian ini, Nindia menghabiskan waktunya di kamar untuk mengerjakan tugas. Ia tidak ingin keluar kelas untuk kedua kalinya.
Nindia membolak-balikkan lembar buku yang menjadi referensi nya. Ia juga beberapa kali bertanya pada Reyhan. Hanya seputar materi dan tidak lebih.
Reyhan merasa sangat kesal karena hampir satu hari tudak berbicara dan berduaan dengab Nindia. Ia hanya bisa bertrmu dengan Nindia bila ada materi yang tak bisa dipahami.
"Sayang, Aku juga butuh perhatian kamu. Bukan hanya buku itu aja yang harus kamu perhatikan." protes Reyhan yang berbaring di ranjang.
"Udah deh, Bee. Jangan ganggu! Entar gak kelar-kelar. Kamu mau tidur sendiri?" tanya Nindia yang masih fokus pada tugasnya.
Reyhan menghela nafas berat karena sikap cuek Nindia. Ia pergi keluar kamar untuk menuju ruang kerjanya. Ia menyibukkan diri menyelesaikan pekerjaan kantor yang sebenarnya masih bisa ditunda pengerjaannya.
Reyhan dan Nindia sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Jujur saja Reyhan ingin menanyakan permasalahan yang terjadi sehingga membuat Nindia dipanggil oleh Hu Rifki. Tapi Reyhan mengurungkan niatnya ketika melihat Nindia yang fokus dengan tugasnya.
____________________
Nindia bangun terlebih dahulu meskipun ia bangun tidur pukul dua pagi karena tugasnya yang belum selesai.
Ia beranjak menuju kamar mandi untuk menyegarkan dan membersihkan diri. Setelah selesai, Nindia beranjak menuju walk in closet untuk menyiapkan baju kantor Reyhan karena hari ini Reyhan akan ke kantor untuk meeting membahas rencana pengembangan.
Setelah selesai menyiapkan segala kebutuhan Reyhan, Nindia beranjak menuju dapur untuk mentiapkan sarapan mereka. Ia mengambil bahan makanan yang diperlukan dan memasaknya dengan lihai.
Di lain sisi, Reyhan mulai terbangun dari tidurnya. Ia meraba sisis tempat tidur yang tadi malam digunakan Nindi. Ia mengernyit saat merasakan tidak ada orang di sebelahnya.
"Sayang," panggil Reyhan dengan suara serak khas orang tidur.
Merasa tidak ada jawaban, Akhirnya Reyhan menegakkan badannya dan mengucek kedua matanya agar bangun sempurna. Ia melihat kesegala sudut di kamar, merasa tudak menemukan Nindia akhirnya Reyhan keluar dari kamar dan mencium bau lezat dari arah dapur.
Ia terus melihat gerak-gerik Nindia yang lihai memasak. Mulai dari memotong, menumis, sampai mengulek sambel.
"Sexy," ucap Reyhan saat melihat Nindia mengulek sambel dengan memakai celemek.
"Kamu usah bangun?" tanya Nindia yang menyadari keberadaan suaminya.
"Jangan pakek celemek kalau di depan laki-laki lain!" ucap Reyhan penuh penekanan.
__ADS_1
Nindia memelototkan matanya, "Kenapa?"
"Karena kamu kelihatan sexy, apalagi kalau lagi ngulek sambik pakek celemek," goda Reyhan.
blush
Nindia langsung merasakan kalau pipinya sudah memerah. Ia masih saja malu-malu saat Reyhan menggodanya. Bahkan kata-kata vulgar sering keluar dari mulut suaminya itu.
Reyhan menyeringai dan semakin menggoda Nindia, "Kalau merah semakin sexy asal kamu tahu. Apalagi kalau kamu mengeluarkan kata-kata maut saat dibawahku. Kamu jauh lebih sexy dan aku sangat menyukainya."
"Rey, bisa gak kalau ngomong di jaga! Kalau didengar sama Bi Mirna gimana. Kalau mau ngomo soal 'itu' jangan di tempat umum!"
"Maksud kamu kalau ngomong di kamar boleh gitu? Kalau gitu ayo ke kamar!" Reyhan beranjak dari meja makan dan menghampiri Nindia.
"Rey. Ya ampun.. Aku gak nyangka kalau kamu se mesum ini." ucap Nindia. "Kamu mau ngapain?" tanya Nindia saat melihat Reyhan mendekati nya.
"Mau minta 'itu'," jawab Reyhan santai. Ia tak tahu bagaimana merah dan gugupnya Nindia saat ini.
"Rey, gak lucu bercandaan kamu." ucap Nindia yang mundur satu langkah.
Reyhan terus maju hingga tubuh Nindia terhimpit diantara kulkas dan badan suaminya. Reyhan menarik dagu Nindia agar menghadap padanya.
"Ini gial! Kalau Reyhan sampai lakuin 'itu'di sini, gue pasti gak akan punya muka kalau sampai ketahuan sama orang rumah," rutuk Nindia dalam hati.
"Hmmm," tubuh Nindia menggelinjang, merasakan geli akibat perbuatan Reyhan.
"Re.. Reyhan i.. ini di da dapur. Kalau ada yang lihat gimana?" ucap Nindia terbata-bata.
Tanpa Nindia sadari, Reyhan tersenyum saat mendengar suara berat dan gugup yang dikeluarkan oleh Nindia. Reyhan semakin menenggelamkan wajahnya di leher Nindia.
"Kita udah sah,. Jadi kita tidak melakukan kesalahan." jawab Reyhan disela-sela kegiatannya.
Nindia semakin tidak bisa menahan lagi perbuatan yang dilakukan Reyhan. Ia mencengkeram bahu Reyhan dan mendongakkan kepalanya agar Reyhan mulus dalam melancarkan aksinya.
Merasa mendapatkan lampu hijau, Reyhan tak menyiakan kesempatan itu. Awalnya ia hanya menggoda Nindia, justru kini dirinya sendiri yang tidak tahan menahan gejolak dalam diri.
"shitt! gue gak bisa nahan lagi," umpat Reyhan sambil merutuki kebodohannya.
Reyhan mengangkat tangannya dan menjelajahi seluruh tubuh Nindia hingga Nindia semakin menggeliatkan tubuhnya.
Reyhan terus melancarkan aksinya sehingga Nindia semakin tidak menentu, apalagi saat tangan Reyhan sudah berada di pusat tubuhnya. Setelah cukup lama, Reyhan berhasil membuat Nindia lemas karena kenikmatan yang baru ia raih. Kaki Nindia seakan seperti jelly yang bisa saja merosot apabila Reyhan tidak menahannya.
Nindia ngos-ngosan dan berusaha untuk mengatur nafasnya yang memburu akibat perlakuan Reyhan.
__ADS_1
"Rey, hah hah. Lain kali jangan gini lagi ya, Sayang. Gak baik kalau sampai di lihat orang. Urusan ranjang kita sebaiknya tidak diperlihatkan di depan umun. Cukup kita yang tahu apa yang terjadi. Aku akan kasih kalau kamu mau, asalkan itu di tempat privasi kita. Itu sudah kewajiban aku untuk melayani kamu." ucap Nindia yang masih dalam pelukan Reyhan.
Reyhan mengurai pelukannya. Ia kemudian menyeka keringat yang membasahi kening Nindia.
"cupp, Maaf ya, Sayang. Ini yang pertama dan terakhir. Aku gak akan mengulanginya lagi, aku janji sama kamu! Tapi,"
"Tapi apa?" tanya Nindia.
"Bantu aku," ucap Reyhan.
Nindia yang mengerti maksud Reyhan langsung menariknya ke kamar. Sebelum utu ia tidak lupa mematikan kompornya. Dan akhirnya mereka melakukan olah raga di pagi hari.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬
Jadikan Favorit ❤
Bila berkenan silakan beri Tip ⭐
Baca juga karya ku yang lain :
- My Wife's Beautiful Widow
- BINTANG
__ADS_1
A/n : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Terimakasih 😊😊