
HAI CHINGU..... 😀😀😀😀
SELAMAT MEMBACA
🌹
🌹
Nindia hampir saja tidak diabsen gara-gara kejadian tadi pagi. Untung saja dosen jam 3-4 tidak masuk karena sakit dan diganti tugas.
"Untung aja tuh dosen gak masuk. Kalau masuk, lo pasti akan kena semprot lagi!" ucap Tia.
"Huhhh, gue telat bangun gara-gara begadang nyelesaiin tugas Bu Rifki yang harus dikumpulkan hari hari ini" bohong Nindia.
Gita melihat sesuat yang menarik perhatiannya dan ketika mengetahui pasti, Ia langsung tersenyum.
"Ngapain lo senyum-senyum sendiri. Udah gila lo?" ucap Nindia.
"tsk tsk tsk, Alasan lo gak mempan di gue."
"Maksud lo apaan?" tanya Nindia yang tidak mengerti dengan perkataan Gita.
"Kalau mau cari alasan itu yang logi. Udah ada buktinya pakek bohobg lagi," sindir Gita yang semakin membuat Nindia bertanya-tanya.
"Apaan sih?" tanya Nindia yang benar-benar bingung dengan maksud Gita.
"Lo butuh foundation atau gak?" tanya Gita yang menimbulkan pertanyaan bagi Tia.
Tia yang penasaran langsung mengikuti arah pandang Gita.
"Ahhh... ******," teriak Tiayang berhasil menarik perhatian satu kelas.
Gita langsung membekap mulut Tia, "Bego! Mulut lo emang toa ya. Ngapain pakek teriak segala sih?" rutuk Gita yang kesal dengan tingkah Tia.
"******?"
"Siapa yang di ******?"
Pertanyaan-pertanyaan dari teman satu kelas databg karena mendengar teriakan Tia. Mereka begitu penasaran siapa yang dicupang.
Tia cengengesan saat mengetahui kesalahannya, "Maksud gue ikan ******, bukan ****** itu. Kalian aja yang omes,"
"Ohhh, gue kira ada yang dicupang di kelas ini, syukur deh kalau gitu." ucap salah satu teman kelas.
__ADS_1
"Bego sih lo," umpat Gita.
"Ya maaf, kan gue kaget." ucap Tia membela diri.
Tia mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menunjuk leher kiri Nindia, "Tutup dulu tu kissmark!"
Nindia langsung meraih ponselnya dan membuka aplikasi kamera. Betapa terkejutnya dia saat melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Reyhan.
"Shit,! bego banget sih gue," maki Nindia pada dirinya sendiri. Kemudian ia mengaplikasikan foundation yang diberikan Tia.
"Emang kapan lo pinternya?" ejek Tia.
"Shut Up and Go Way!" ucap Nindia yang masih sibuk menutupi kissmark yang bertebaran hampir seluruh lehernya.
"Kalau mau 'itu', jangan pagi-pagi Neng! Malu sendiri kan jadinya," ejek Gita.
"Bisa diem gak? Lo berdua tambah bikin malu gue," ketus Nindia karena terus-terusan digoda oleh sahabatnya.
"Lagian, lo sendiri yang bego tapi elo juga yang malu." sindir Gita lagi.
"Diem bego, lo gak tahu malunya gue?"
"Segitu aja udah malu. Kalau Tia gak bisa ngontrol omongannya, lo justru semakin malu." tambah Gita.
"Kok jadi gue yang dibawa-bawa?" protes Tia.
"Ya elah. Gue kan udah minta maaf tadi. Masih aja dipermasalahin."
"Ishhh, kenapa jadi kalian yang ribut sih?" omel Nindia.
"Dia tub yang mulai," ucap Tia sambil menunjuk Gita
"Enak aja, elo duluan yang mulai,"
"Bisa diem gak? Pusing gue denger kalian ribut dari tadi," ucap Bella yang mulai kesal dengan dua sahabtanya itu. Fikirannya dipenenuhi dengan nama seseorang yang membuatnya pusing, dan semakin pusing saat mendengar Tia dan Gita saling menyalahkan.
Gita melengos saat matanya secara tak senganya saling menatap dengan Bella. Ia masih kesal karena kejadian Bella yang diantar oleh Satria.
Nindia mengamati perubahan ekspresi Gita saat bertatapan dengan Bella. Nindia merasa ada perselisihan di antara kedua sahabatnya.
"Lo ada masalah sama Gita?" bisik Nindia saat Gita sudah beranjak kembali ke tempat duduknya.
"Gak,"
__ADS_1
"Kenapa dia seakan enggan saat lihat lo?" tanya Nindia menyelidik.
"Gue gak tahu apa-apa, Nin." jawab Bella yang merasa tidak mempunyai masalah dengan Gita.
"Ya udah kalau gitu. Kalau ada masalah buruan selesaikan. Jangan berlarut-larut kesalahpahaman nya." nasihat Nindia yang diangguki oleh Bella, meskipun dirinya sama sekali tidak tahu dengan apa yang dimaksud oleh Nindia.
"Lain kali kalau Prof Reyhan minta jatah, suruh malam aja. Jangan pagi-pagi! Malu sendiri kan," goda Bella yang ternyata mendengarkan topik pembicaraan Gita dan Tia.
"Ishhhh, kalian sama aja ternyata. Au ah, males ngomong sama kalian." kesal Nindia yang langsung menenggelamkan wajahnya diantara lipatan tangan di meja.
Bella tertawa melihat Nindia yang kesal. Jarang-jarang ia menggoda Nindia. Tapi Bella senang melihat tanda kissmark di leher Nindia yang menandakan bahwa Prof Reyhan sangat menyayangi nya.
"Gue bahagia kalau lo bahagia,"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬
Jadikan Favorit ❤
Bila berkenan silakan beri Tip ⭐
Baca juga karya ku yang lain :
- My Wife's Beautiful Widow
__ADS_1
- BINTANG
A/n : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Terimakasih 😊😊