HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 5 IQ Tinggi EQ Rendah


__ADS_3

HAI CHINGU.....😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


 


Kantin Universitas, ke empat sahabat itu menghabiskan dengan berbagai makanan. Seperti gorengan, somay, bakso, mie ayam, geprek, dan 4 gelas es teh. Hidup mereka seperti didesikasikan untuk makanan.


"Nin, lo dua hari gak masuk kemana?" tanya Bella.


Anin menghentikan aktivitasnya memakan geprek.


"Iya, Kemana aja lo?"


"Dirumah," bohong Anin.


"Lo kan tahu kebiasaan gue. Males kuliah gue," lanjutnya.


"Nin nin," panggil Tia.


"Apa?"


"Katanya Bu Rani punya Asdos. tadi dia datang ke kampus, gue udah lihat. Njir, genteng banget sumpah"


"Lumayan lah," saut Gita.


"Njir, gantengnya hampir mirip Ji Chang Wook cuma dibilang lumayan. Selera lo mah abang-abang kang somay," Tia menunjuk tukang somay yang ada di kantin.


"Anjir lo," umpat Gita.


Anin dan Bella melanjutkan kegiatan makan mereka. Gita dan Tia masih sibuk dengan kegiatan mencela satu sama lain. Anak Tk berkedok mahasiswa kampus. wkwkwk. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan nyanyian cempreng dari Tia.


"Berisik begok, itu mulut apa toak sih?" Bella kesal karena lagi-lagi Tia berteriak saat jarak mereka dekat.


"Anjir. Tuh yang gue bilang, ganteng kan?" Tia menggerakkan dagunya menuju sumber yang dia bicarakan.


"Siapa si.." Anin terkejut melihat seseorang yang sangat dia kenal.

__ADS_1


"Reyhan?" gumam Anin dengan bola mata yang hampir keluar.


ting


Anin membuka handphone nya karena ada notifikasi pesan. Melihat siapa yang mengirim dan isinya membuat mulut Anin terbuka lebar.


Curut Nyebelin : Awas, ntar bola mata lo keluar.


Curut Nyebelin : Tutup mulut lo, banyak lalat. Ntar masuk kesedak lagi wkwkwk.


Anin membalikkan badannya dan menatap Reyhan dengan tajam. Sedangkan yang diperhatikan hanya tersenyum menggoda.


"Ya ampun... Dia senyum, manis banget sih," puji Tia.


"Manis dari mana sih?"


"Anjir, mata lo udah minus berapa sih? katarak lo sampai orang manis aja kagak tahu" hujat Tia.


"Mulut lo kotor banget sih,"


 


____________________


 


"Udah pulang lo?" sapa orang yang sedari tadi sudah membuat darahnya mendidih.


"Lo lihat?"


"Cuci tangan sama kaki baru ambil makanan," Reyhan mengambil potongan buah mangga yang hendak dimakan Anin.


"Gue lapar,"


"Iya, ke kamar mandi dulu. Baru makan," bujuk Reyhan.


Karena terlalu lelah untuk berdebat, Anin mengalah dan berjalan ke kamar mandi yang ada di dapur guna membersihkan kaki dan tangannya. Mengeringkannya dengan handuk yang tersedia di dalam. Berjalan kembali hendak memakan apa yang tertunda.


"Gue bawa ke sini,"


Anin berjalan menuju sumber suara yang sangat dia kenal meskipun baru terhitung 1 hari menjadi suaminya.

__ADS_1


"Gitu kan bersih,"


Anin merebahkan tubuhnya di sofa menggunakan paha Reyhan sebagai bantal dengan tangan dan mulut yang masih sibuk dengan potongan mangga. Reyhan membiarkan Anin melakukan sesukanya. Reyhan mulai menyisihkan anak rambut yang mengganggu kegiatan Anin.


Kenapa dia manis banget sih. Kalau tembok gue bakalan hancur. Ingat Nin, lo sama dia punya surat perjanjian yang gak bakalan bisa terelakkan.


"Capek?" tanya Reyhan.


"Hem"


"Eh iya. Lo ngapain ke kampus?"


"Lo lupa kampus itu punya siapa?" tanya Reyhan.


"Iya gue tahu, Universitas itu punya Papi. Yang gue maksud, ngapain lo ke kampus?"


"Jadi Asisten dosen Bu Rani,"


"Anjir, nambah dong yang menghambat bolos gue,"


"Oh, jadi lo suka bolos." Reyhan mengangguk-anggukkan kepalanya.


"hehe, jarang sih. Tapi lebih tepatnya jarang masuk,"


"Lo pernah kuliah di kampus itu?" lanjut Anin yang masih sibuk mengunyah potongan mangga.


"Pernah. Gue S1 di situ, terus ambil S2 di University of Abertay Dundee MSc/PGDip Etichal Hacking and Computer Security,"


"Enak gak sekolah di luar negeri?"


"Ada enaknya ada enggaknya. Enaknya bisa banyak teman dari negara lain, mengenal budaya negara lain dan masih banyak lagi. Kalau gak enaknya, kadang makan sana kurang sesuai dengen selera kita, biaya hidup mahal meskipun pendapatan di sana juga tinggi," jelas Reyhan.


"S1 lo ambil apa?"


"Ekonomi dan bisnis,"


Anin tecengang dengan penjelasan Reyhan.Ternyata laki-laki yang dinikahkan dengannya bukan laki-laki sembarangan. Pendidikan tinggi, ganteng, dan segalanya ada pada diri Reyhan. Kalau dibandingkan dengan dirinya, Anin hanya butiran debu yang akan hilang bila terkena air dan udara. Meskipun Anin termasuk mahasiswa yang sangat berprestasi, tapi tidak sebanding dengan Reyhan karena sifat malasnya dan cuek dengan masa depan.


Anin merubah posisinya menjadi duduk. "Wihh, bisa nge hack dong. Ajarin gue dong, biar bisa bobol server Univ dan manipulasi absensi kampus," dengan senyum tanpa dosa.


Reyhan memukul kepala Anin dengan buku karena perkataannya. ANin yang mendapatkan pukulan mendengus dan memelototi Reyhan.

__ADS_1


"Otak lo adanya bolos terus. Kalau punya IQ tinggi itu dimanfaatin, bukan malah disalahgunakan. Percuma IQ lo tinggi, tapi EQ lo rendah" hujat Reyhan.


"Anjir, penghinaan tuhh. Protes aja hidup lo,"


__ADS_2