HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 75 Honeymoon 2


__ADS_3

HAI CHINGU..... 😃😃😃😃


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Hari ke- 2 di Bali, Reyhan dan Nindia memutuskan untuk tetap di Villa karena semalam Nindia sempat mengeluh perutnya kram. Sebenarnya Nindia masih ingin jalan-jalan, tapi Reyhan tidak memperbolehkan. Jika Nindia tetap memaksa, maka hari ini juga akan langsung pulang ke Jakarta. Big No.


"Gimana perutnya, sayang?" tanya Reyhan.


Mengetahui perut Nindia kram, Reyhan begitu khawatir. Bahkan Reyhan sampai memanggil dokter pribadi untuk memeriksa keadaan Nindia. Dokter bilang Nindia terlalu capek dan kekurangan gizi. Lagi-lagi masalah gizi yang menjadi masalah Nindia. Reyhan begitu menyalahkan dirinya. Kemarin seharusnya Ia tak menuruti kemauan Nindia untuk langsung jalan-jalan.


"Udah mendingan Bee." ucap Nindia


Mereka sekarang sedang menghabiskan waktu di dalam kamar. Selain untuk istirahat, Nindia memang malas keluar kamar. Posisi Nindia saat ini sedang tiduran di paha Reyhan dengan bermain ponsel, sedangkan Reyhan sudah berkutat dengan ponselnya. Bisa dipastikan Reyhan sedang sibuk dengan masalah pekerjaan.


"Bee, kamu niat liburan atau kerja sih?" tanya Nindia yang sudah jengkel dengan Reyhan.


Mendapatkan sindiran dari Nindia, Reyahn langsung meletakkan ponselnya, "Liburan Sayang."


"Ya udah, jangan ponsel mulu yang dilihat. Emang ponsel jauh lebih menarik daripada aku?" tanya Nindia dengan bibir cemberut.


Reyhan terkekeh, "Jelas jauh lebih menarik kamu lah. Kenapa sih kamu hari ini sensi banget." Reyhan mengelus perut Nindia. "Dedek mau sesuatu?"


Nindia tersenyum melihat Reyhan peka, "Emm..."


"Mau apa sayang? Bilang aja, enggak usah malu-malu. Biasanya juga malu-maluin." ucap Reyhan sambil terkekeh.


Nindia memukul lengan Reyhan, "Nyebelin kamu mah. Nggak jadi kalu gitu."


Reyhan mengecup bibir Nindia sekilas, "Mau apa?"


"Aku mau seblak ceker. Boleh?"


"Disini jarang yang jual seblak sayang."


"Kalau gitu kita buat aja sendiri. Bahannya ada kan?" tanya Nindia. Sepertinya kali ini ia sangat ingin makan seblak.


"Belum tahu, aku tanya sama Men Suasti dulu ya.." Nindia mengangguk dan mengikuti Reyhan dari belakang. "Lagian kamu sih, udah jauh-jauh ke Bali masih aja cari seblak."


"Biarin. wleeekkk"


____________________


Nindia sibuk menyiapkan bahan yang akan digunakan untuk membuat seblak ceker. Kebetulan bahan yang diminta Azkia tidak ada, jadi Men Suati harus membelinya lebih dahulu.


"Udah semua atau masih ada yang kurang?" tanya Reyhan yang senantiasa berada di dekat Nindia.


Nindia menoleh sebentar lalu melanjutkan kegiatannya, "Kelihatannya sih udah. Kamu mau atau enggak?"


"Boleh, tapi aku gak kasih izin kalau kamu buatnya super pedas."


"Kan gak enak kalau enggak pedas. Namanya aja seblak,"


"Enggak pedas, atau enggak buat."


"Tapi kan.."


Reyhan menggelang, "Enggak ada tapi-tapian. Kamu mau atau enggak?"


Nindia menghentakkan kakinya di lantai. Ia sangat sebal dengan tingkah suaminya, tapi Nindia terpaksa menurutinya agar tetap bisa memakan seblak.


"Ya udah kalau gitu."


Nindia sibuk membersihkan ceker. Ia tidak mau ada kotoran yang masih tertinggal. Setelah ceker selesai, Nindia mencuci bahan yang akan digunakan untuk bumbu halusnya.


"Bee, minta tolong ulekin bawang putih, bawang merah, kemiri, cabai rawit, sama kemiri." Nindia menyerahkan cobek beserta penggerusnya.


"Cabai rawitnya aku pakai setengah aja ya, kan udah ada cabai bubuk."


Nindia menatap cabai rawit dengan nanar kemudian menghela nafas, "Iya. Daripada enggak boleh."


"Good girl," ucap Reyhan sambil mengelus surai panjang milik Nindia.


Pasutri tersebut sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sesekali Nindia memergoki Reyhan yang sedang mengusap air matanya. Siapa yang kuat dengan bawang merah, pasti mau tidak mau akan dibuat menangis oleh bawang merah. Apalagi ada bawang putih dan cabai rawit, lengkap sudah derita Reyhan.


"Kamu nangis, Bee?" tanya Nindia seraya merebus ceker dan mengiris daun bawang.


Reyhan mengusap air matanya, "Siapa bilang. Enggak ya." jawab Reyhan.


"Gengsi banget sih. Ngaku aja kalau nangis, lagian enggak ada yang ngelarang laki-laki nangis." jelas Nindia.


Reyhan menghela nafas, "Iyain aja biar cepet."


Nindia memberengut kesal mendengar jawaban Reyhan. Memang menjadi kesenangan tersendiri saat melihat Reyhan kesal. Tapi Nindia jauh dibuat kesal jika Reyhan hanya mengiyakan apa yang dikatakannya tanpa membalas.


____________________


Meskipun jadwal di hari ke - 2 tidak terlaksana, Reyhan dan Nindia masih memiliki 1 hari dan harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Sesuai jadwal, di hari ke -3 ini mereka akan mengunjungi Belayu Florist Agro Tourism.


"Darto, sesuai jadwal ya." pinta Nindia.

__ADS_1


"Baik Nyonya."


Perjalanan dari villa menuju Belayu Florist Agro Tourism memakan waktu 46 menit. Selama di dalam mobil, Nindia dan Reyhan asik bercanda. Tak sedikit pula Nindia menanyakan daerah yang dilewati kepada Darto.


Belayu Florist Agro Tourism merupakan salah satu tempat wisata yang istragramable dengan lautan bunga celosia berwarna merah dan kuning ini juga menarik jadi lokasi foto. Belayu Florist Agro Tourism memiliki luas 60 hektar. Selain berfoto di antara bunga-bunga di Belayu Florist Agroo Tourism juga ada beberapa spot foto yang dihias sedemikian rupa. Kalau lelah berkeliling, istirahat saja dulu di Bale Bengong yang terdapat di beberapa sudut kebun. Sekadar saran saja karena cuaca di sini cukup terik jadi di pagi hari lebih baik. Untuk para wanita, Anda jangan lupa membawa topi untuk melindungi dari terik matahari dan juga properti foto.


Nindia turun dari mobil diikuti Reyhan di belakangnya. Nindia berhenti sebentar untuk menikmati pemandangan yang ada di depannya. Tak lupa Nindia mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa foto pemandangan di Belayu Florist Agro Tourism.


"Ya ampunn... ini indah banget Bee." ucap Nindia sambil memeluk lengan kiri Reyhan.


Reyhan tersenyum dan memberikan ciuman di puncak kepala Nindia, "Kamu suka?"


"Suka banget. Aku jadi semakin ingin menetap di Bali."


"Kalau kamu mau, aku bisa kabulkan."


"Setelah lulus aja ya. Kita coba, kalau aku enggak betah, balik lagi ke Surabaya."


"Terserah kamu sayang, yang terpenting kamu dan anak-anak nyaman."


Nindia mengernyit bingung, "Anak-anak?"


"Iya. Paling tidak ada dua dedek dikehidupan kita. Kasian kalau anak kita cuma sendiri, pasti akan kesepian."


"Itu mah kemauan kamu aja. Bilang aja kalau kamu pingin."


"Kalau aku pingen kan bisa minta sama kamu. Bahkan tiap haripun aku sanggup puasin kamu." bisik Reyhan yang dihadiahi cubitan Nindia.


Nindia mengalihkan pandangannya. Ia lebih memilih melihat hamparan bunga celosia yang ada di depannya adaripaa berbicara dengan Reyhan yang omesnya sedang kambuh.


"Merah lagi, aku suka. Tapi aku lebih suka saat kamu di ranjang" bisik Reyhan yang membuat Nindia meremang.


Nindia langsung saja meninggalkan Reyhan yang terkekeh di belakangnya. Lagi dan Lagi Reyhan berhasil menggodanya.


Destinasi ke-2 mereka adalah Bukit Campuhan yang terletak di Jl. Bangkiang Sidem, Kelusa, Payangan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Bila ditempuh dari Belayu Florist Argo Taurism hanya memakan waktu setengah jam. Yang mau mencari alternatif buat foto prewedding, Bukit Campuhan bisa menjadi solusianya. Tempatnya yang indah dengan hamparan hijau membuat mata menjadi segar. Jika ingin bersepeda, bukit campuhan juga bisa menjadi alternatif. Terlebih bagi yang memiliki pasangan.


Setelah puas menikmati keindahan Bukit Campuhan, Reyhan dan Nindia beralih ke Pasar Sukawati. Dipasar Sukawati Nindia menghabiskan waktu untuk membelikan oleh-oleh sahabat dan saudara-saudaranya. Di Pasar Sukawati ini Nindia gila-gilaan membeli sesuatu, apalgi bisa di tawar. Sayangnya mereka datang cukup siang, jika mereka datang lebih pagi maka tidak sulit untuk mendapatkan harga lebih murah dikarenakan masyarakat setempat memiliki keyakinan bahwa jika barang mereka telah laku di pagi hari, maka diwaktu-waktu berikutnya barang mereka akan lebih laku atau laris.


Selanjutnya mereka akan mengunjungi objek wisata di Kabupaten Badung. Kabupaten Badung sendiri lokasi wilayahnya ada di bagian selatan pulau Bali, dengan ibukota barunya Mangapura, yang sebelumnya Denpasar.


Kabupaten Badung berbatasan dengan Kabupaten Buleleng di sebelah utara, Kabupaten Tabanan di Barat dan Kabupaten Bangli, Gianyar dan Denpasar di timur. Badung merupakan salah satu kabupaten di pulau Dewata yang selama ini telah menjadi destinasi terfavorit liburan wisatawan. Tidak hanya didominasi oleh kunjungan wisatawan dalam negeri ( Lokal ), akan tetapi hampir seluruh objek wisatanya menjadi buruan turis mancanegara.


Pertama, mereka akan mendatangi Sangeh Bali Monkey Forest. Sangeh Forest Monkey sendiri adalah merupakan sebuah kawasan hutan lindung yang pohonnya banyak didominasi pohon pala. Menariknya di dalam kawasan ini terdapat ratusan monyet yang dibiarkan hidup bebas di taman wisata alam sangeh ini.


Di tengah kawasan taman wisata alam hutan sangeh ini terdapat dua buah Pura, yaitu Pura Melanting dan satunya lagi Pura Bukit Sari. Kedua pura itu bagi warga hindu bali sangat disakralkan keberadaanya, begitu pula dengan hadirnya monyet – monyet yang hidup di kawasan tersebut. Hal ini ada kaitannya dengan Sejarah Sangeh Bali, yang menurut keyakinan warga adalah merupakan Duwe ( Milik ) dari Dewa Pura Bukit Sari.


"Gimana sayang, kamu capek?" tanya Reyhan setelah keluar dari Sangeh Bali Monkey Forest.


Reyhan tertawa, "Kan sebelumnya aku udah bilang sama kamu, jangan bawa benda yang mudah di ambil atau menarik."


"Kan aku gak tahu kalau mau kayak tadi." ucap Nindia seraya cemberut.


Reyhan mengecup bibir Nindia sekilas. "Sekarang kita ke tempat teakhir ya. Nanti sekalian istirahat di sana. Kamu bawa baju ganti kan?" Nindia mengangguk.


"Ya udah, kita jalan sekarang. Kasian Darto yang nunggu di mobil."


Destinasi terakhir yang akan dikunjungi adalah pantai Kuta si primadona Pulau Bali. Siapa sih yang tidak kenal dengan Pantai Kuta? Rasanya kurang lengkap kalau ke Bali tapi tidak berkunjung ke Pantai Kuta. Reyhan dan Nindia harus menempuh waktu selama kurang lebih satu jam.


"Darto, ini uang buat kamu. Kamu bisa jalan-jalan lebih dahulu, Nanti saya akan telepon kalau sudah selesai." ucap Reyhan sambil memberikan lima lembar uang berwarna merah.


"Tidak usah Tuan, saya menunggu di sini saja." tolak Darto.


Nindia mengambil uang dari tangan dan langsung menyelipkan uang tersebut ke saku baju Darto kemudian menarik tangan Reyhan, "Selamat jalan-jalan Darto."


Darto ternganga "Terimakasih Tuan dan nyonya." teriak Darto.


Reyhan merangkul pinggang Nindia posesif. Ia akan menegaskan kalau Nindia sudah ada yang memiliki. Sedangkan Nindia yang diperlakukan seperti itu hanya terkekeh geli.


"Mau jalan-jalan di pinggir pantai?"


"Boleh,"


Menikmati keindahan Pantai Kuta adalah kepuasan tersendiri. Selain itu, kita juga harus menebalkan iman agar tidak tergoda bule-bule kalau bisa kunakan kacamata kuda.hehehe


"Serasa pacaran, padahal mah udah nikah dan bentar lagi ada buntut." ucap Nindia yang bergelayut di lengan kiri Reyhan.


Reyhan mengusak puncak kepala Nindia, "Kita belum pernah pacaran sayang, jadi anggap aja ini sebagai gantinya."


Nindia tersenyum tulu, "Pacaran setelah halal itu jauh lebih nikmat tauk. Mau ngapain aja enggak ada yang larang, coba kalau masih pacaran tapi udah main sosor, bisa-bisa digerebek satu kampung."


"Itu tahu. Nikmatnya pasangan halal tiada dua."


Mereka tertawa bersama. Terkadang Nindia dengan jahil memercikan air ke Reyhan, begitu pula sebaliknya. Suara tawa mereka menggema dan disaksikan oleh luasnya Pantai Kuta.


Hal yang ditunggu di Pantai Kuta telah tiba, apalagi kalau bukan matahari terbenam. Reyhan dan Nindia tak mau melewatkan momen romantis yang satu ini. Mereka mengabadikannya di ponsel sebagii kenang-kenangan dan bahan cerita bagi anak cucu mereka kelak.


___________________


Setelah lelah mengeksplor keindahan Tabanan, Gianyar, dan Badung mereka kembali lagi ke Villa untuk mengumpulkan energi karena mereka harus pulang besok.


"Yang, kamu lagi ngapain?" tanya Reyhan saat melihat Nindia sibuk dengan ponselnya sera bersandar di kepla ranjang.


"Aku mau upload foto selama liburan di Bali."

__ADS_1


"Emangnya kamu enggak takut kalau sampai ketahuan sama anak satu fakultas."


"Udah deh, nanti kamu lihat aja. Foto kita berdua kan ada banyak. Kamu pakek yang ini ya." ucap Nindia sambil menunjukkan foto berdua di Bukit Campuhan.


"Aku boleh upload juga?"


Nindia mengangguk. "Boleh."


"Aku upload nya waktu udah di Surabaya aja. Biar yang lain enggak terlalu curiga.


anindiaputri1102



❤ 💬 ↗


738.899 Suka


anindiaputri1102 Love you too. Terimakasih liburannya 'R'


.


.


#belayufloristagrotourism #bukitcampuhan #pantaidoublesix


Lihat semua 20.567 komentar


bella_william Liburan sama do nih,


luvita_pramudya Kayaknya gue kenal sama yang cowok.


real_satriagautama Lain kali ajak gue.


hetersnindia Pantesan hamil diluar nikah, kerjaannya ngelayap mulu sih. Apalagi sama laki-laki.


geprekenak01 Silakan di order ayam gepreknya, dipasti puas. Ukurannya jumbo lhooooo.


kania.rumansayu Kak main ke Prancis dongggg aku kangen.


jual_subcribe Yang mau nambah subcribe youtube bisa langsung DM.


gita.anggrita Parah ya lhooo, liburan gak ajak-ajak. Awas aja kalau enggak ada oleh-oleh.


rachel_cantikkk Kalau mau ke Bali ajak-ajak donggg.... Gue kan juga mau.


_ilham.mhmmd Udah mulau up?


bahari.pramestia Sumpah ya lo, enggak setia kawan. Gue tunggu oleh-olehnya, enggak banyak enggak dapat maaf.


peninggi.badan.nomor.1 Tinggi badan kurang, silakan coba produk kami! Dijamin bertambah 5cm dalam waktu 1 minggu.


kettyyyyyy_ Sok cantik banget sih... Cantikan juga @luvita_pramudya


valentine.micelle jelaslah @kettyyyyyy_


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬


Jadikan Favorit ❤


**Bila berkenan silakan beri Tip **⭐


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow


- BINTANG


- My Destiny


A/n    : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Semua informasi dan gambar berasal dari google, jadi mohon maaf kalau ada kekeliruan. Terimakasih 😊😊

__ADS_1


__ADS_2