HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 11 Mulai Manja


__ADS_3

**HAI CHINGU.....


SELAMAT MEMBACA**


🌹


🌹


Sesampainya di rumah sakit, Nindia langasung menuju kamar Reyhan. Sudah ada Papa Reno dan Mama Maya orang tua Reyhan, ada juga Ayah Handoko dan Bunda Helena. Nindia langasung meletakkan makanan yang ia bawa ke meja mempersilakan para orang tua untuk makan.


"Kamu habis dari mana sayang?" tanya Helena yang melihat sang anak baru pulang.


"Dari kampua Bun. Anin udah tiga hari gak masuk, jadi gak enak sama dosen dan teman-teman. Habis itu Aninjalan sebentar sama teman." Nindia jalan mendekati Reyhan.


"Suami lagi sakit kok pergi?" tanya Helena dengan ketus.


"Gak apa-apa Bun, mungkin Nindia bosen karena udah hampir tiga hari di rumah sakit nunggu Reyhan. Lagian tadi Rey yang suruh Nindia ke kampus." kali ini Reyhan yang menjawab pertanyaan Helena.


"Iya Len. Mungkin Nindia bosen, jadi dia pergi sebentar. Lagian dia kan balik lagi ke rumah sakit bawa makanan buat kita," jelas Maya agar Nindia tak kena marah sang Bunda.

__ADS_1


Para orang tua asik makan makanan yang dibawa Nindia. Tidak ada penolakan sama sekali. Mungkin mereka benar-benar kelaparan. Nindia sendiri duduk di kursi sebelah Reyhan.


"Mau Apa?" tanya Nindia.


"Gue mau itu," menunjuk makanan yang ada di meja.


Nindia menghela nafas. "Gak boleh. Tulang rusuk lo belum sembuh total. Gak boleh makan yang keras-keras!" kata Nindia penuh peringatan.


"Tapi masakan rumah sakit gak enak Nin. Gue bosen makan makanan itu mulu," menunjuk makanan yang ada di meja. Makanan itu tak tersentuh sama sekali.


"Tapi lo harus makan. Lo mau sembuh atau masih mau disini?"


"Dengerin kata dokter. Jangan terlalu capek. Lo belum makan dari sore?" Nindia hanya mendapatkan gelengan dari Reyhan.


"Mau bubur? Kalau mau gue yang akan masakin. Lagian Ayah udah siapin dapur mini disebelab kamar lo," jelas Nindia. Reyhan yang mendengar menggangguk dan tersenyum. Rasanya ia terbebas dari siksa rumah sakit.


Selain menempatkan Reyhan di kamar VVIP, Handoko juga menyulap satu kamar di sebelah. Kamar Reyhan sebagai ruangan yang mirip sebagai apartemen. Ruangan itu biasanya ditempti Papa dan Mama ataupun Ayah dan Bunda saat gantian menjaga Reyhan dan Nindia


"Tapi gak pedas ya. Soalnya kata dr. Frans, sementara gak boleh makan pedas." ucap Nindia yang langsung menfapatkan cebikan dari Reyhan.

__ADS_1


"Gimana?" tanya Nindia yang melihat kekecewaan di mata Reyhan.


"Ya udah deh, daripada gue makan makanan penyiksa,"


Setelah mendengar perkataan Reyhan, Nindia bangkit dari duduknya dan menuju kamar sebelah untuk membuatkan bubur Reyhan. Pertama Nindia mengupas segala jenis wortel dan brokoli menjadi kecil-kecil. Tidak terlalu besar dan terlalu kecil. Kemudian Nindia merebus air dan menanak nasi. Sekaligus untuk makan orang-orang. Nindia kemudian merebus wortel dan brokoli hingga setengah masak. Nindia kemudian merebus air sekali lagi dan memasukkan nasi setengah masak kedalamnya. Menambahkan sedikit garan dan kelapa parut agar terasa gurih. Setelah melihat bubur hampir masak, Nindia memasukkan wortel dan brokoli yang telah direbus sebelumnya. Tak lama kemudian bubur masak.


Nindia kembali memasuki kamar Reyhan dengan satu mangkuk bubur di tangannya. Membawanya mendekati Reyhan.


"Makan gih," Nindia menyodorkan mangkuk bubur tersebut, namun tak segera di ambil Reyhan.


"Gue kan sakit Nin, suapin napa." ucap Reyhan. Dia berusaha mencuri kesempatan, siapa tahu Nindia mau.


"Tangan lo kan gak sakit, Rey." sanggah Nindia. Reyhan tak habis akal untuk berhasil mendapatkan apa yang ia mau.


"Ya udah kalau gitu. Gue gak mau makan! Masa orang sakit suruh makan sendiri!" protes Reyhan.


Nindia yang baru mengetahui tingkah manja sang suami sedikit mengangkat sudut bibirnya, membentuk senyum yang sangat tipis. Tapi ia berusaha agar tak diketahui Reyhan.


"Ya udah kalau gitu. Gue suapin! Aa..." menyodorkan satu sendok yang penuh dengan bubur. Reyhan yang mendapatkan apa yang ia mau tersenyum dan menyambut suapan Nindia.

__ADS_1


"Uluh uluh... Bayi gede siapa ini?" goda Nindia sambil mengacak-acak rambut Reyhan.


__ADS_2