HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 78 Wabah & Wakeling


__ADS_3

HAI CHINGU..... 😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Sesuai dengan kesepakatan antara dirinya dan Reyhan, hari ini adalah hari terakhir Nindia datang ke kampus. Setelah itu dirinya akan mengambil kuliah terbuka.


Selama Nindia datang ke kampus, omongan miring tentangnya semakin terdengar. Apalagi saat ada yang memperhatikan bentuk tubuh dan perutnya yang membuncit. Bahkan Luvita semakin kerap mencari masalah dengannya.


"Yahhh... hari ini terakhir ketemu Nindia." ungkap Tia dengan sendu.


Nindia menggelengkan kepala, "Kalian masih bisa dateng ke rumah kali,"


"Maksudnya Tia itu ketemu di kampus Sayang," timpal Gita.


Nindia menghela nafas, "Ya gimana dong? Ini udah kesepakatan gue sama ayang bebeb gue."


Gita bergidik mendengar perkataan Nindia yang terkesan alay, "Sumpah ya Nin. Jijik banget gue denger lo ngomong lebay gitu. Alay tahu gak. Lagi pula udah gak pantes, ingat! bentar lagi ada buntut."


Nindia terkikik kemudian tersenyum hangat, "Gue bakalan kangen sama kalian semua. Kangen suasana kampus, kangen bolos, kangen diceramahain dosen, dan masih banyak lagi yang bakal gue kangenin." ucap Nindia seraya menatap area kampus. Tempat favorit dengan sahabatnya.


"Udah deh, gak usah melo gitu." ucap Bella yang terpotong oleh Nindia.


"Melo itu bukannya susu kotak hijau?" tanya Nindia


"Itu Milo dodol" ucap Bella, Tia, dan Gita bersamaan. Sedangkan Nindia sudah tertawa.


"Kita masih bisa main ke rumah Nindia. Paling yang berkurang waktu jalan bareng. Biasanya kan bisa ke mall ber jam-jam." sambung Bella yang melihat sahabatnya mulai ikutan lebay.


"Gue juga udah dilarang keluar rumah kalau enggak bareng ayang bebeb." keluh Nindia yang hidup bagai burung dalam sangkar.


"Itu demi kebaikan lo. Kita janji bakalan sering main ke rumah lo. Nanti kita akan ceritakan semua yang terjadi selama lo enggak di kampus," ucap Gita.


Nindia mengangguk. Betapa beruntung dirinya memiliki sahabat seperti Tia, Bella, dan Gita. Tak pernah lari saat dirinya susah dan tak pernah memuja saat dirinya senang.


"Kalau gitu, nanti kita ke mall. Gue traktir, gue mau jalan-jalan sebelum menjadi tahanan rumah," ucap Nindia sambil terkekeh.


"Oke." ucap Tia, Bella, Gita bersamaan kemudian tertawa.


____________________


Setelah menyelesaikan matkul hari ini, mereka berencana untuk langsung pergi ke salah satu mall yang ada di Surabaya. Tapi sayangnya sebelum pergi ada kendala sedikit.


"Astaga... Kenapa ada wabah sih?" gerutu Tia.


"Wabah?" tanya Bella penasaran.


Tia mengangguk, "mahasisWA keBAnyakan Halu)." ucap Tia seraya menunjuk Luvita dkk yang menunggu mereka di depan pintu.


Bella, Gita, dan Nindia langsung tertawa mendengar perkataan Tia. Memang yang dikatakan Tia benar, Luvita dan teman-temannya memang kebanyakan halu.


"Gak halu gimana coba, dia ngaku-ngaku calon istri Prof Reyhan," Tia bergidik saat mengingat perkataan Luvita.


"Ya udah keluar yuk. Tapi hati-hati disamperin wabah," bisik Gita yang kembali membuat sahabatnya tertawa nyaring.


Saat hendak berlalu dari hadapan Luvita dan teman-temannya, pergalangan tangan Nindia dicekal oleh salah satu teman Luvita yang berambut ikal.


"Eitsss... mau kemana sih?" tanya Ketty dengan gaya kecentilan.


Nindia memutar bola matanya. Ia sungguh sudah jengah dengan tingkah Luvita dan teman-temannya.


"Lepas enggak," ucap Nindia.


Luvita menggeleng dan melipat tangannya di depan dada, "Tidak semudah itu sayang sebelum lo jauh-jauh dari Prof. Reyhan," ucap Luvita sembari membelai wajah Nindia.


Nindia yang mulai risih dengan tingkah Luvita langsung menghentakkan dengan keras tangan Ketty yang mencekal tangannya. Nindia kemudian maju satu langkah untuk mendekat ke Luvita dan membisikkan sesuatu.


Entah apa yang dibisikkan Nindia sehingga membuat Luvita memembeku, hanya Luvita dan Nindia yang tahu.


"Jadi stop ganggu kehidupan gue. Terserah lo mau ngehalu jadi istrinya Prof Reyhan kek, Lee Min Ho kek, gue gak perduli." ucap Nindia tegas.


"Elo udah berani kurang ajar ya?" gertak Ketty seraya mengangkat tabgan kanan hendak menampar Nindia.


Nindia mencekal tangan Ketty yang hendak mendarat pada pipi mulusnya, "Jangan sekali-sekali berani tampar gue, atau lo akan tahu akibatnya," ucap Nindia serasa menghempas kasar tangan Ketty.


Hempasan kasar Nindia membuat tangan Ketty tak sengaja terkena pagar pembatas dan tentunya membuat Ketty tak terima.


"Berani lo," ucap Ketty seraya hendak maju menghampiri Nindia.


"Ketty," panggil Luvita menghentikan langkah Ketty. "Lebih baik pergi dari sini."


Setelah itu Luvita menarik dua temannya menjauh dari Nindia. Sedangkan Bella, Tia, dan Gita hanya berperan sebagai penonton keganasan Nindia.


Nindia menghela nafas lelah seraya memegang dadanya yang berdegub cukup kencang.


"Gila Nin, lo keren banget. Sumpah deh," ucap Tia.


"Bener tuh. Sekali-kali lo kudu nyingkirin wabah. Gak usah dikasih hati," timpal Gita.

__ADS_1


"Jadi ke mall arau enggak?" tanya Bella.


Nindia mengangguk, "Ayo, jangan sampai gue pulabg nggak tepat waktu. Bisa kena ceramah Reyhan berjam-jam."


____________________


Setelah menempuh perjalanan 1 jam karena terjebak macet, akhirnya Nindia dan sahabatnya sampai di salah satu mall yang cukup terkenal dikalangan anak muda.


"Kita mau kemana dulu nih?" tanya Gita.


"Makan,"


"Jalan,"


"Main,"


Jawaban yang diberikan Bella, Tia, dan Nindia berbeda sehingga membuat Gita bingung.


"Jadi mau kemana dulu?" tanya Gita memastikan.


"Gue laper," ucap Nindia dengan mengelus perutnya.


Bella menghela nafas, "Dasar bumil. Makan mulu yang dipikirin. Mending kuta jalan dulu. Emangnya lo enggak mau cari baju hamil?"


"Iya juga sih. Baju hamil gue cuma sediiit dan itupun utah mau kekecilan. Gue juga mau cari pakaian dalam, udah pada gak muat," jelas Nindia.


"Oke kalau giru, kita jalan-jalan dulu. Kalau mau ada yang mau dibeli, tinggal bilang. Khususnya elo Nin, kita nggak mau kena semprit prof Reyhan kalau sampai lo hilang."


Nindia memutar bola matanya, "Gue bukan anak kecil lagigai tau."


"Udah tahu, buktinya lo bisa bikin anak kecil. Tapi sayangnya sikap lo kadang masih kekanakan," ucap Gita.


Jalan terlebih dahulu adalah keputusan akhir yang diambil. Masuk ke toko satu keluar dari toko lainnya. 4 jam mereka habiskan untuk belanja. Tangan mereka sudah penuh dengan tas belanjaan.


Mereka juga membeli sneaker dengan model yang sama tetapi dengan warna yang berbeda. Nindia membeli 3 pasang baju hamil dan sneakers bewarna putih, Tia membeli skinker dan sneakers bewarna pink, Gita membeli tas merek ternama dan sneakers bewarna abu-abu, sedangkan Bella membeli jumpsuit polkadot dan sneakers bewarna hitam.


Setelah lelah berkeliling, mereka memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu. Apalagi Nindia sejak tadi sudah merengek dan mengatakan lapar berulang kali. Tia, Bella, dan Gita tak mau bila harus terkena semprot Prof Reyhan.


"Capek," rengek Nindia sesudah duduk disalah satu kursi yang ada di restoran.


Bella menoleh, "Lo enggak apa-apa kan?"


Nindia menggeleng seraya memijat kakinya, "Santai aja, masih aman kok"


"Kalian mau pesan apa?" tanya Gita


"Gue ramen sama jus mangga," jawab Nindia.


Gita menoleh ke Bella, "Lo apa?"


"Samain kaya punyanya Tia aja." jawab Bella


Pelayan yang sejak tadi sibuk mencatat pesanan sudah beranjak menuju dapur. Cukup menunggu 15 menit, semua makanan sudah di antar.


"Terimakasih, mbak." ucap Bella saat setelah pelayan mengantar pesanan mereka.


Disela sibuk menikmati makanan, mereka menyelengi dengan obrolan-obrolan kecil dan sesekali tertawa saat mendengar hal yang menurut mereka lucu.


Suasana yang tadinya nyaman berubah menjadi mendung saat mereka tak sengaja bertemu dengan sekutu 'wabah'.


"Wahhh... sebangsa wabah dateng," ucap Tia.


"Siapa?" tanya Bella.


Tia menunjuk orang yang berjalan mendekat ke arah meja mereka, "Wakeling, mahasisWA KEbanyakan seLINGkuh."


Semua orang meluhat ke arah yang di tunjuk oleh Tia dan langsung menghela nafas kasar saat mengetahui siapa orangnya.


"Sumpah, males gue ketemu dia," ucap Gita seraya meletakkan sumpit yang dipegang.


"Selamat malam cantik," sapa orang tersebut.


Tak ada yang menghiraukan orang tersebut. Gita melanjutkan makannya dengan ogah-ogahan, sedangkan Nindia tetap menikmati makannya dengan lahap sesekali memperhatikan orang tersebut.


Orang tersebut menyuruh Tia agar bergeser, tapj yang disuruh sayangnya batu, jadi tidak mempan.


"Kursi masih banyak, jangan kayak orang susah." ucap Tia.


"Gimana kabar lo? Gue kangen sama lo." ucap orang tersebut.


Gita kembali meletakkan alat makannya, "Sayangnya gue engga tuh, Akas."


Akas menghela nafas, "Gue minta maaf."


"Buat?" tanya Gita.


"Waktu yang di mall tempo lalu," jawab Akas seraya memandang lekat Gita.


"Aduhhh,,, kok banyak nyamuk ya?" sindir Tia sambil menggerakkan tangannya seperti mengusir nyamuk.


Nindia mengangguk, "Butuh obat nyamuk enggak? Entar gur beliin."

__ADS_1


"Bacot," sarkas Akas.


"Wuihhhh, selow bro." ucap Nindia seraya mengelus perutnya tanpa sepengetahuan Akas. "Jaga mulut bisa kan?"


Akas mendengus dan kembali fokus ke Gita yang kembali melanjutkan makannya.


"Gimana?" tanya Akas.


"Apanya?"


"Maaf dari aku. Udah dimaafin atau belum?" tanya Akas penuh harap.


Gita menghembuskan nafas, "Kalau boleh jujur, jawabannya belum." Akas menghela nafas. "Maaf."


"Bukan salah lo. Ininsalah gue sejak awal. Tapi gue mau egois, gue kepingen balikan sama lo. Apa lo mau?"


Nindia dan Tia melotot mendengar ajakan Akas. Mudah sekali mengucapkan kata maaf setelah menorehkan kesalahan, apalagi mengajak untuk terikat. Pandangan keduanya beralih pada Gita yang hanya diam mengamati Akas. Mereka berharap Gita tidak bodoh dengan kembali kepada Akas yang kerap kali selingkuh di belakangnya.


"Git," panggil Nindia. Dia benarbenar tidak rela bila sahabatnya harus kembali ke Akas. Terus bagaimana nasib Satria nantinya?


Gita mengangkat tangannya bermaksud melarang Nindia melanjutkan perkataannya.


"Ya udah, kita keluar duluan. Li selesaikan dulu baik-baik. Makanannya udah gue bayar." jawab Nindia seraya diikuti oleh Bella dan Tia dibelakangnya.


"Kita tunggu di depan," ucap Bella sebelum keluar seraya menepuk bahu Gita.


"Gue minta maaf. Tapi jawaban gue tidak." ucap Gita tegas. Ia juga tidak bodoh untuk kembali terikat dengan orang yang telah menyelingkuhinya.


"Kenapa? Atau jangan-jangan lo udah ada pengganti gue?" tanya Akas tak terima.


"Kalau lo bisa kenapa gue enggak? Gue udah menemukan pengganti lo, bahkan jauh lebih baik daripada lo meskipun sama-sama pernah melakukan kesalahan." jawab Gita.


"Kalau dia lo kasih kesempatan, kenapa gue enggak?" protes Akas.


"Karena hati gue udah memilih dan Dia adalah orang yang gue anggap tepat untuk menggantikan lo di hati gue." Gita memegang tangan Akas, "Lo pasti dengan kudah menemukan pengganti gue. Gue yakin itu. Tinggal elonya aja yang betubah, jangan terlalu banyak kebohongan yang lo timbun. Cukup gue yang lo bohongi, jangan sampai ada lagi." ucap Gita seraya tersenyum hangat.


Akas menghela nafas dan berusaha tersenyum. Tangannya terulur untuk mengusak puncak kepala Gita.


"Ishhh, berantakan tau." protes Gita seraya menepis tangan Akas dari puncak kepalanya


Akas terkekeh, "Lo bahagia?" tanya Akas.


Gita mengangguk, "Sangat. Gue harao lo juga sama."


"Semoga. Gih pulang, udah malam. Enggak baik anak perempuan pulang malam." ucap Akas.


"Ya udah. Gue pulang. Hati-hati di jalan, jangan ngebut, dan langsung pulang ke rumah." pesan Gita sebelum keluar dati restoran.


Akas memandangi punggung Gita yang mulai menghilang diantara kerumunan orang.


"Gue akan berusaha melupakan lo karena gue tahu akan kesalahan gue yang jadi penyebabnya."


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap tajam. Bahkan kuku tangannya memutih karena terkepal erat.


"Gue gak nyangka akan dapat tontonan ini," ucap orang tersebut seraya tersenyum sinis.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬


Jadikan Favorit ❤


Bila berkenan silakan beri Tip ⭐


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow


- BINTANG


- My Destiny

__ADS_1


A/n    : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Semua informasi dan gambar berasal dari google, jadi mohon maaf kalau ada kekeliruan. Terimakasih 😊😊


__ADS_2