HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 50 Di Paksa Ikut


__ADS_3

HAI CHINGU..... 😀😀😀😀


SELAMAT MEMBACA


🌹


🌹


Kampus di buat heboh dengan kedatangan Pria tampan yang saat ini sedang berdiri di samping mobil lamboghini nya untuk menunggu dan memantau sang pujaan hati. Memasukkan sebelah tangan ke dalam saku celananya, sedangkan tangan yang satunya sedang membenarkan letak kaca mata hitam yang bertengger pada hidung mancungnya.


Ia sedikit risih karena menjadi pusat perhatian. Tapi ini juga bukan kali pertama bagi dirinya untuk menjadi pusat


perhatian. Ia sudah tak bisa menahan rindu karena sudah hampir satu bulan ia tidak melihat wajah cantik sang pujaan hati.


"Ya ampun, tadi yang di depan ganteng banget. Kaya itu loh... Aduh gue lupa lagi. Siapa ya? yang pemain badminton itu lo," ucap salah satu mahasiswa yang berada dalam kelasnya.


"Bentar, gue juga lupa siapa namanya," ucap teman sebelahnya sambil memegang dagunya seperti orang berfikir.


"Zheng Siwei maksud lo." jawabnya setelah mengingat jawabannya.


"Iya, itu maksud gue. Ganteng banget kan?" tanya nya lagi.


Nindia menghampiri mahasiswi yang sedang asik merumpikan sesuatu. Sepertinya menarik.


"Ngapain sih Nin?" tanya Bella yang mengikuti Nindia dari belakang.


"Gue tadi dengar mereka gosip, siapa tahu ada gosip bagus." jawab Nindia sambil terus melangkah menuju temannya yang asik merumpi.


"Ada apa sih?" tanya Nindia.


Teman kelas Nindia langsung balik badan, "Itu loh, tadi ada laki-laki. Ganteng banget. Pakek jas, kaca mata hitam,


terus ya yang lebih hebohnya lagi, mobilnya itu loh yang gak bikin tahan. Secara mobilnya Lamborghini Huracan RWD Coupe"


Harga mobil Lamborghini Huracan yang satu ini terbilang setara dengan harga mobil Bugatti. Harga satu mobilnya bisa mencapai $ 314,654. Huraca RWD Coupe memiliki mesin V10 berteknologi MPI dan DSI berkapasitas 5204 cc. Tenaga yang bisa dihasilkan mobil ini sampai 426 kW di putaran 8000 rom dan maksimal torsi 540 Nm di putaran 6.500 rpm.


"Mobilnya warna merah?" tanya Nindia yang mulai mengetahui siapa yang menjadi topik pembicaraan.


Kedua mahasiswa itupun mangangguk dengan antusias. Nindia langsung memukul punggung Bella setelah yakin siapa yang menjadi perbincangan hangat.


"Et dah, masih aja diem. Buruan samperin, entar dicomot mahasiswa yang keganjenan baru tahu rasa." ucap Nindia yang sedikit kesal karena sahabatnya sangat lemot.


"Emang siapa gue?" tanya Bella yang mencoba menutupi keterkejutannya.


"Yakin?"


"Biarin aja," jawab Bella sambil mengalihkan pandangannya dari Nindia.


"Yakin? Beneran?" tanya Nindia.


Bella menggeram tapi tetap melangkahkan kakiknya menghampiri seseorang yang menjadi topik pembicaraan. Ia juga tak rela kalau sampai ada orang yang mengambilnya.


"Hahaha, katanya biarin aja. Tapi tetap aja gak rela kalau diembat orang lain." gumam Nindia saat melihat tingkah sahabatnya.


__________________


Bella berjalan menghampiri seseorang yang hampir satu bulan tidak ia temui. Dari tempatnya sekarang, Bella dapat melihat laki-laki itu tengah menantapnya dengan sok keren dengan satu tangan dimasukkan dalam saku celana, sedangkan matanya ditutupi dengan kacamata hitam.


Bella sempat melihat sudut bibir laki-laki itu terangkat saat mengetahui bahwa Bella sedang menuju arahnya.


"Ngapain disini?" tanya Bella sesaat setelah berdiri di depan laki-laki tersebut. "Bikin heboh satu kampus tau"

__ADS_1


"Nunggu kamu," jawabnya singkat.


"Yang heboh kan mereka. Saya hanya diam," sambung Ilham.


"Ngapain?" tanya Bella bingung.


Laki-laki itu hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Bella.


"Sama siapa?" tanya Bella yang lagi-lagi tak mendapatkan jawaban dari laki-laki tersebut.


"Punya mulut gak sih? Jawab dong! Bukan susah juga pertanyaan gue," ucap Bella dengan bibir mengerucut. Ia


sangat sebal karena tak ada satupun dari pertanyaannya yang dijawab oleh laki-laki itu.


Bella menghentakkan kakinya karena protesnya tak didengarkan pula oleh laki-laki tersebut.


"Ternyata setelah lama tidak bertemu saya, kamu semakin cerewet!"


Bella mendelik dan mngerjapkan matanya beberapa kali saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Laki-laki tersebut. Padahal ia tadi sudah senang saat mengetahui laki-laki tersebut hendak berbicara, tapi ia kembali dibuat sebal karena perkataan yang keluar.


"ILHAMMMMM," teriak Bella yang sudah tidak bisa menahan kekesalan akibat ulah yang di buat Ilham.


Ya... Laki-laki yang membuat heboh satu kampus ialah Ilham. Laki-laki yang hampir satu bulan tak bertemu dengannya. Masih sama seperti sebelumnya, kaku. Dasar Kayu!


"Gak usah teriak! Malu sama yang lain," ucap Ilham dengan gaya so cool nya.


Bella menatap sekitanya. Betapa terkejutnya ia saat menjadi pusat perhatian karena teriakannya, terlebih lagi ia mengenal orang yang dari tadi menjadi topik pembicaraan.


"Malu kan sekarang?" tanya Ilham seperti mengejek.


"Au ah," ucap Bella dan hendak melangkahkan kakinya memasuki kampus tapi berhasil di tahan oleh Ilham.


Ilham sedikit menarik sudut bibirnya, "Kamu ikut saya!" ucap Ilham, setelah itu ia menarik Bella dan memaksanya masuk ke dalam mobil.


"Ya!!" teriak Bella. "Mau kemana? Gue masih ada kelas!" ucap Bella setelah berada di dalam mobil.


"Kamu ikut saya! Hari ini kamu akan menemani saya di kantor," jawab Ilham.


"Gak bisa gitu dong, gue masih ada kelas."


"Masih ada Bu Bos di sana. Pasti kamu aman, hari ini jadwal Reyhan yang ngajar."


"Kok lo tahu?" tanya Bella.


"Saya sudah tanya sama Bu Bos," jawab Ilham.


Mereka mengakhiri perdebatan panjang yang terjadi. Mereka sama-sama diam. Bella memandangi arah luar, sedangkan Ilham fokus mengemudi.


Bella melirik Ilham beberapa kali. Ia seperti ingin memanyakan sesuatu tapi takut akan satu hal. Tapi kalau tidak bertanya, Ia akan mati penasaran.


"Ada apa?" tanya Ilham yang sedari tadi mengamati tingkah Bella


Bella memalingkan wajahnya, "Enggak,"


"Tanya aja!" ucap Ilham.


Bella sempat menimbang-nimbang. Tapi akhirnya ia bertanya juga karena rasa penasarannya jauh lebih besar.


"Perempuan waktu itu siapa?" tanya Bella.


"Perempuan yang mana?" tanya Ilham untuk menjawab pertanyaan Bella.

__ADS_1


"ish..  Yang waktu itu ke kantor. Yang pelukan di ruang kamu," tanya Bella sambil memalingkan mukanya. Ia tidak mau sampai ketahuan kalau dirinya sedang cemburu. Cemburu? Apa benar Bella cemburu dengan wanita itu?


"Yang mana?" tanya Ilham sekali lagi. Sebenarnya ia sudah tahu apa yang di tanyakan Bella dan jujur saja Ia


merasa senang saat mengetahui Bella cemburu.


"Lupain!" ucap Bella yang kembali kesal dengan Ilham.


Ilham mengulum senyum saat menyadari Bella sedang ngambek mode on.


"Dia Kania Saphire, adik kandung saya," jawab Ilham dengan tenang.


"HAH?" teriak Bella. Ia sangat terkejut sekaligus senang mendengar jawaban Ilham.


"Gak usah teriak, Bella! Saya belum tuli." ucap Ilham sambil menutup telinganya.


"Wait! maksud kamu Kania itu adik kamu?" tanya Bella memastikan.


"Iya,"


Bella memukul lengan Ilham, "Kenapa kamu gak bilang sih? Terus kenapa dia bilang pacar kamu?"


"Sengaja, saya yang suruh,"


"I Hate You!"


"But, I Love You" jawab Ilham.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like 👍** & Komentar** 💬


Jadikan Favorit ❤


Bila berkenan silakan beri Tip ⭐


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow


- BINTANG


A/n    : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Terimakasih 😊😊

__ADS_1


__ADS_2