HEART: Reyhan Untuk Anin

HEART: Reyhan Untuk Anin
Chapter 49 Kekonyolan Yang Hakiki


__ADS_3

Maaf karena slow update. Akhir-akhir ini sibuk banget sama tugas kuliah terlebih lagi author juga lagi sakit. Mungkin minggu-minggu yang akan datang jarang update, tapi di usahakan tetap update. Terimakasih atas pengertiannya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


๐Ÿ€


๐Ÿพ


๐Ÿ‡


HAI CHINGU..... ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


SELAMAT MEMBACA


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Setelah berbicara dengan Gita di kelas sebelumnya, sekarang Bella sudah kembali ke kelas berikutnya guna mengikuti mata kuliah selanjutnya. Mereka sedang menunggu dosen yang kelihatannya telat datang.


"Hai gaeesss. Tia mau cerita dong," ucap Tia dengan gaya sedikit centil.


"Apa sih? Cerita apa? Mantan, pacar, selingkuhan, gebetan, apa suami?" tanya Nindia.


"Idih, Tia mah belum punya suami."


"Terus?" tanya Nindia.


"Cerita kalau punya Selingkuhan 2, pacar 1, gebetan 3. Gitu maksudnya? " tanya Bella.


"Salah tau, gebetannya ada 4" koreksi Tia.


"Buju buset. Lo mau bikin ISPGB?" tanya Nindia.


"ISPGB?" tanya Bella.


Nindia mengangguk, "Ikatan Selingkuhan Pacar Gebetan Bersatu." jawab Nindia yang berhasil membuat Gita yang awalnya hanya diam ikutan tertawa.


"Geser otak lo?" tanya Gita.


"Habisnya sahabat lo itu yang bikin gue enek." jawab Nindia.


"Sahabat lo kali," ucap Gita pada Nindia.


"Gue mah ogah. Sahabat Bella tuh," ucap Nindia pada Bella.


Sedangkan Bella yang melihat kelakuan tiga sahabatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Tia mau cerita. Dengerin dulu dong," protes Tia.


"Cerita apa cantik?" tanya Bella.


"Nah, kemarin kan gue lihat mas-mas humas jalan depan gue. Terus malamnya gue mimpi jadian sama dia. Nah, habis itu gue mau ngomong sama dia. Gue temui langsung apa gue chat aja. Akhirnya gue putusin buat Chat. Pertama gue chat 'mas', terus dia balas 'apa?' gitu kan, nah gue langsung bales 'Aku suka sama kamu'. Eh... habis itu gak di bales sama dia." ucap Tia dengan lemas.


"Ini baru bukan sahabat gue," ucap Nindia.


"Au ah, gue gak kenal sama lo," tambah Gita.


"Siapa lo, siapa gue?" ucap Gita dan Nindia bersamaan.


Bella hanya bisa tepuk jidat dan menggelengkan kepalanya setelah mendengarkan cerita dari Tia. Bagaimana ada orang yang dengan percaya dirinya chat dan mengatakan 'aku suka sama kamu'. Pasti kalau Bella yang jadi mas-mas humas langsung bilang 'Kenapa anak ini?'

__ADS_1


"Ogeb lo kebangetan sih. Mana ada perempuan yang langsung to the point seperti itu. Basa basi dulu atau gimana gitu. Masa sekalinya chat langsung bilang 'Aku suka sama kamu', kan gak lucu." ucap Gita yang masih tak habis fikir dengan apa yang dikatakan Tia.


"Kalau gue jadi lo ni ya, gue pasti udah gak punya muka kalau ketemu sama dia," timpal Nindia.


"Ya udah deh. Toh udah terlanjur, mau diapain lagi," ucap Bella yang mencoba menjadi penengah ketiga sahabatnya.


"Gue kan suka sama dia. Jadi gak salah dong?" tanya Tia tanpa rasa bersalah.


"Suka sih suka. Tapi bisa kan kalau gak usah terlalu jujur. Jual mahal kek," sahut Gita.


"Awas aja kalau lo ulangi lagi," ancam Nindia.


"Beneran gak gue anggep sahabat lagi baru tahu rasa," tambah Nindia.


"Diem woy, Bu Miya lagi otw," ucap Bagas sang Pk Kelas yang selalu menjadi pemantau kemunculan dosen, tapi selalu gagal untuk mengawasi Prof Reyhan.


____________________


Gita, Tia, dan Nindia sedang menikmati makanan di kantin. Topik yang mereka bahas tetap sama yaitu Kekonyolan Tia.


"Tia, ada pangeran pujaan lo tu," ucap Nindia sambil menunjuk seseorang dengan menggunakan dagunya.


"Siapa?" tanya Tia.


"Mas-mas humas?" tanya Gita.


"Bukan. Gebetan yang satunya. Gebetan dia kan gak cuma satu. Lo lupa?" jawab Nindia.


"Apaan sih. Oh ya, Bella mana?" tanya Tia mengalihkan pembicaraan.


Nindia melihat sekeliling, "Oh iya, gue baru nyadar kalau Bella gak ikut sama kita."


"Satria? Mantannya Nindia?" tanya Tia yang mulai tertarik dengan topik pembicaraan.


"Siapa lagi? Emang Satria yang kita kenal ada berapa?"


"Maksud lo Bella sama Satria pacaran gitu?" tanya Nindia.


"Mungkin," jawab Gita sambil meminum es jeruknya.


Nindia menganggukkan kepalanya, "Gue sih setuju-setuju aja kalau Bella sama Satria. Jadi gue sepenuhnya bebas dari Satria." ucap Nindia.


"Gak bisa Gitu dong," protes Gita dengan suara yang sedikit meninggi.


"Kenapa? Lo cemburu?" tanya Nindia penuh selidik.


"Siapa? Gue maksud lo?" tanya Gita. "Mimpi kali ah,"


"Kalau suka ya bilang suka dong. Gengsi, Buk?" ucap Tia.


"Lagian kenapa lo yang sewot kalau Bella pacaran sama Satria?" tanya Nindia.


"Siapa juga yang sewot, perasaan lo aja kali." jawab Gita dengan membuang pandangannya ke segala arah.


Kalau kalian bertanya-tanya apakah Tia dan Nindia sudah baikan, maka jawabannya sudah. Tia langsung menghubungi Nindia sesaat setelah Nindia meninggalkan kampus. Tadi pagi ia juga meminta maaf secara langsung.


"Awas aja kalau gue sampai lihat lo sama Bella berantem cuma gara-gara Satria," ucap Nindia.


"Gue?" tanya Gita.

__ADS_1


Nindia mendekat ke arah Gita, "Jangan kira gue gak tahu apa yang lo katakan sama Bella waktu di kelas," bisik Nindia.


Gita sangat terkejut mendengar apa yang dikatan Nindia. Ia tidak mengira kalau Nindia mengetahui apa yang dikatakan Gita kepada Bella.


"Gue mau secepatnya lo selesaikan masalah sepele ini," tegas Nindia.


Gita hanya bisa menganggukkan kepalanya. Ia juga merasa bersalah kepada Bella karena membuat seakan-akan Bella yang bersalah. Namun, rasa kesalnya tak begitu saja menghilang.


"Terus yang kemarin lo kode in sama status gambar coklat gimana?" tanya Nindia.


"Gue kesel sama dia. Masa gue disuruh nabung dulu biar bisa beli coklat. Gak ada peka-pekanya kan?" ucap Tia dengan kesal.


hahahaha


Gita dan Nindia tertawa lebar mendengar curhatan Tia untuk kesekian kalinya. Memang sahabatnya yang satu ini memang tidak beruntung bila berkaitan dengan percintaan.


"Gak salah juga sih," ucap Gita.


"Lo sih, kode-kodean mulu. Ngomong langsung dong, siapa tahu langsung dibeliin." ucap Nindia.


"Tadi gue ngomong langsung katanya suruh basa-basi dulu, giliran gue kode in suruh ngomong langsung. Emang sesat kalau curhat sama kalian."


"Ngambek? Gitu aja ngambek, cepet ubanan loh," ejek Nindia.


"Bodo Nin, Bodo." kesal Tia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Likeย ๐Ÿ‘ย & Komentarย ๐Ÿ’ฌ


Jadikan Favoritย โค


Bila berkenan silakan beri Tipย โญ


Baca juga karya ku yang lain :


- My Wife's Beautiful Widow


- BINTANG

__ADS_1


A/nย  ย  : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Terimakasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2