
HAI CHINGU.....ππππ
SELAMAT MEMBACA
πΉ
πΉ
γ
Setelah perdebatan panjang di ruang tamu, mereka lelah dan memilih berdiam diri di dalam kamar. Meskipun dalam satu ruangan, tepi mereka seperti di dunia lain, dunia mereka sendiri. Reyhan asik dengan game online nya sedengakan Anin sibuk dengan tumpukan buku referensi untuk mngerjakan tugas dua hari kemarin.
"Rey, bantuin gue napa? masih banyak tahu, kan lo pintar," protes Anin.
"Males, mending main daripada bantuin lo." Anin melempar bukunya.
"Anjir, sakit babi. Tugas siapa emang?"
"Ya tugas gue sih, tapi kan lo bisa bantu biar cepat selesai. Kalau gini kapan gue tidurnya coba,"
"Makanya kerjain, jangan ngomong mulu tu mulut,"
Karena sudah malas berdebat dengan Reyhan, ANin lebih memilih kembali mengerjakan tugasnya.Β Eiiitsss,,,, bukan berarti tugas banyak tidak bisa menonton oppa kesayangan ya. Anin sudah membuka youtubenya dan mencari oppa idolnya. Niatnya cuma dengerin dan buat semangat, namun namanya bucin mah tidak segampang itu.
"Kyaaa.....Gila, Jongkook seksi banget. Lagi dance, rambut basah kena keringat. Auuuu, hamil online gue.." Anin histeris sendiri, lupa kalau ada sosok lain yang ada di kamar.
"Aninnn" teriak Reyhan.
"Aduhh. tu mulut ga ada rem nya apa? Ini malam Anin, nanti kalau tetangga kebangun gimana? terus ngira gue KDRT," Reyhan sudah membuang hp di tepi ranjang.
"Mulut-mulut siapa?"
"Mulut lo,"
"Terus,?"
"Dasar Babi,"
"Curut,"
"Kejain tuh tugas. Lo bisa lihat youtube nanti,"
"Protes aja hidup lo,"
Seperti itulah mereka. Tidak ada jam tanpa mencela. Meskipun begitu, baik Reyhan maupun Anin tidak pernah ada yang merasa tersinggung.
"Bantuin gue curut," kesal Anin
__ADS_1
γ
____________________
γ
Anin dan Reyhan sudah berbaring di ranjang. Reyhan menggunkan paha Anin sebagai alas kepalanya. Tidak ada penolakan dari Anin.
"Nin, kita pindah yuk,"
"Pindah?"
"Iya, Apa lo gak malu kalau kita satu rumah sama orang tua. Kita aja masih saling ejek satu sama lain. Gue kasian bunda kalau dengar kita saling ejek,"
"Gue belum siap, nanti kalau gue gak sempat masak gimana? Kita kan sama-sama sibuk,"
"Kalau itu gampang. Kita bisa beli makan di luar."
"Kalau gitu gue ikut lo aja. Gue juga pingen mandiri,"
"Emang lo udah tahu mau tinggal dimana?"
"Gue punya rumah kali. Tenang aja, lo gak bakalan terlantar. gue jamin!"
"Ya ya ya..."
"Iya, nanti gue yang ngomong. Gih tidur, besok lo masuk jam berapa?"
Karena bosen terus-terusan ditanyi jadwal, akhirnya Anin memberitahukan segala kegiatannya di Kampus, Kapan dia pulang, kapan dia masuk, jadi tidak ada alasan untuk Reyhan bertanya-tanya lagi.
γ
____________________
γ
Kamis. Anin sudah selesai bersiap. Rambut cepol asal yang menampilkan leher jenjangnya, make up tipis dengan lisptik pink, kemeja yang dimasukkan ke dalam rok jeans di atas lutut, dengan tas merah maroon. sudah mirip dengan Im Yoona SNDS
Anin cantik kan kalau gini???
Reyhan yang sudah keluar dari kamar mandi hanya diam memperhatikan Anin yang sudah selesai bersiap. Reyhan memperhatikan dari atas sampai bawah. Dia hanya bisa menelan salivanya saat memperhatikan leher mulus milik Anin.
Disisi lain, Anin mulai memutar musik. Menari milik Rizky Febian untuk menemaninya saat ini
Salahkah bila ku mencinta
__ADS_1
Salahkah bila semua selalu tentangmu
Izinkan agar ku sampaikan
Ku tahu walau kau dengannya
.
Reyhan mulai jalan mendekati Anin. Dia berhenti tepat dibelakang Anin. Dipandanginya tengkuk Anin. Lagi-lagi Reyhan hanya bisa menelan salivanya. Reyhan sudah setengah mati mencoba menahan kabut gairah yang sudah menyelimutinya
Haruskah terdiam
Menahan semua rasa
Inginnya kau dengar
Apa yang ku rasa
Entah setan apa yang merasuki Reyhan sehingga berani melakukan hal ini. Reyhan membalikkan badan Anin. Mengabsen setiap jengkal yang ada di wajah Anin. Reyhan mulai memiringkan kepalanya, semakin dekat, dan akhirnya sudah menyentuh bibir tipis milik Anin. Anin yang mendapatkan perlakuan itu hanya bisa terkejut dan tidak melakukan apapun.
Menari bersamaku
Temani hingga akhir waktu
Jalani bersamaku
Kau pasti kan bahagia
Ku temani dirimu di setiap perjalanan cinta
Reyhan mulai melumat bibir tipis Anin. Rasanya manis seperti madu. Mencoba membuat Anin relaks. Reyhan menggigit bibir bawah Anin supaya terbuka. Anin yang merasakan sakit tanpa sadar membuka mulutnya dan menjadi akses masuk untuk Reyhan memperdalam lumatannya. Diaraihnya tengkuk Anin dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya sudah melingkar di pinggang Anin. Diabsennya setiap inci tanpa tertinggal sedikitpun.
"Ehmm..." desahan Anin disela-sela ciumannya. Desahan tersebut keluar tanpa sepengetahuan Anin.
Mendengar desahan Anin membuat Reyhan semakin terbakar. Anin yang sudah terbawa suasana mulai mengalungkan tangannya ke leher Reyhan dan memiringkan kepalanya untuk membalas dan memperdalam lumatannya. Tapi tiba-tiba kegiatan mereka terhenti saat Reyhan menyudahi aktivitasnya.
Anin sendiri bingung. Kenapa berhenti dan kenapa dia merasa kecewa saat kegiatannya berhenti.
"Maaf,,"
Setelah mengucapkan kata itu Reyhan meninggalkan Anin sendiri di dalam kamar. Anin masih terdiam mendengar permintaan maaf dari Reyhan.
Anin menyentuh bibirnya. Masih dirasakan rasa bibir Reyhan disana.
"Maaf?"
"Setelah lo ambil first kiss gue lo minta maaf?"
__ADS_1
"Sial,"