
HAI CHINGU..... 😀😀😀😀
SELAMAT MEMBACA
🌹
🌹
Acara makan malam selesai dengan baik. Kedatangan Bella pun disambut baik oleh keluarga Aristarco dan orang tua Ilham.
Sstelah membantu Maya membersihkan sisa makan malam, Nindia dan Reyhan pergi ke kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya. Mereka memang tidak berencana untuk menginap, tapi apa daya jika keadaan tidak memungkinkan. Nindia juga kasihan melihat suaminya yang baru pulang kerja. Ia tak mau menjadi istri yang egois karena memaksakan kehendak.
Nindia sedabg menyenderkan punggungnya di kepala ranjang. Ia sedang menunggu Reyhan yang sedang membersihkan badannya. Padahal Nindia tidak mengizinkan Reyhan mandi karena aroma Reyhan sangat enak menurut Nindia, meskipun ia tetap menyukai Reyhan yang beraroma sabun.
"Sayang," panggil Reyhan setelah keluar dari kamar mandi.
Reyhan keluar dengan kaos warna hitam dan boxer. Ditangan kanannya terdapat handuk kecil yang digunakan untuk mengelap rambut basahnya.
Nindia mendongak kemudian tersenyum. Ia segera bangkit dan mengambil alih pekerjaan Reyhan untuk mengeringkan rambut. Meskipun ia lebih suka aroma Reyhan saat berkeringat, tapi ia tetap menyukai aroma Reyhan setelah mandi.
Setelah selesai, Nindia menaruh handuk kecil di tempat jemuran handuk yang ada di sebelah pintu kamar mandi.
"Kenapa belum tidur, hm?" tanya Reyhan yang sudah berbaring di tempat tidur.
Melihat Reyhan di tempat tidur, Nindia langsung ikut berbaring disebelahnya. Ia kemudian merapatkan tubuhnya untuk mencium aroma maskulin Reyhan. Mendekapnya dan menggesekkan ujung hidungnya untuk mencari aroma yang ia sukai.
"Stop sayang! geli.." ucap Reyhan karena geli dengan tingkah Nindia.
"Bee, kamu buka baju ya..." bujuk Nindia.
Reyhan mengernyitkan keningnya, "Kenap? Sekarang lagi hujan lo, udaranya dingin. Kamu mau aku sakit?" tanya Reyhan.
Sebenarnya perkataan Reyhan tak kasar sama sekalai. Mungkin hormon kehamilan menyebabkan emosi Nindia tidak stabil dan membuat Nindia cengeng. Seperti saat ini.
hiks hiks
"Kok nangis sih, sayang?" tanya Reyhan sambil mengelus punggung Nindia yang bergetar.
"Kamu jahat! Kamu gak hiks sayang sama aku dan anak kita. hiks aku cuma mau cium aroma kamu." jelas Nindia sambil menahan isak tangisnya.
Reyhan menghela nafas. Ia harus sabar menghadapi iztrinya yang berubah menjadi cengeng ini. Ini merupakan ujian berat untuk dirinya. Secapek apapun se–kesal apapun Reyhan, ia berusaha untuk tidak membentak Nindia. Karena saat ini Nindia tengah berjuang untuk menjaga anaknya.
"Kamu mau aku buka kaos?" akhirnya Reyhan mengalah, mengikuti kemauan istri tercintanya.
Nindia mengangguk. Ia akan sangat senang bila Reyhan akan menuruti kemauannya.
"Ya udah, aku lepas kaosnya."
Reyhan beranjak dari tempat tidur untuk melepas kaosnya. Sedingin apapun di luar, ia akan mencoba menahannya untuk kesenangan orang tercintanya.
Setelah Reyhan kembali berbaring, Nindia langsung mencari tempat nyaman untuk tidur. Ia mulai menghirup aroma Reyhan dari ceruk lehernya, ketiak, hingga dadanya. Pria normal pasti tidak akan tahan jika mendapar serangan seperti itu. Tapi tidak dengan Reyhan, ia akan sekuat tenaga menahan hasratnya. Setelah kemarin cek kandungan, dokter berpesan agar tidak terlebih dahulu melakukan hubungan suami istri karena usia kandungan Nindia masih rsntan keguguran. Ia tidak mau itu terjadi, maka dari itu ia akan menahannya.
"Ya Tuhan... kuatkan" doa Reyhan dalam hati sembari memejamkan matanya.
Reyhan dengan sayang mengelus punggung Nindia agar tidur secepatnya. Menghujani Nindia dengan ciuman sayang. Ia sangat menyayangi wanita ini. Wanita yang sedang mengandung darah dagingnya.
Terdengar deru nafas teratur dari Nindia membuat Reyhan tersenyum meskipun dirinya tersiksa.
"Bisa-bisanya dia tidur nyenyak setelah melakukan penyiksaan. Sayangnya saya tidak bisa marah sama kamu. Saya ikhlas tersiksa asalkan kamu tidur nyaman." ucap Reyhan dalam hati. Setelah itu Ia beranjak menuju kamar mandi.
____________________
Sinar mentari pagi berhasil mengusik tidur nyenyak Nindia. Ia mencoba menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari. Setelah terbuka sempurna, Nindia langsung dihadapkan pada wajah damai Reyhan. Kali ini ia yakin Reyhan tidur nyenyak. Kenapa? karena ia tidak melihat kerutan pada kening Reyhan yang biasanya didapatkan saat terjadi masalah di kantor ataupun di kampus.
Meneliti wajah Reyhan adalah hobi Nindia setelah bangun tidur. Rahang yang tegas, jidat lebar merupakan daya tarik tersendiri buat Reyhan. Apalagi matanya, mata yang selalu menatapnya penuh cinta dan terkadang terkesan tajam. Tapi utu tak bisa menutupi keindahan mata Reyhan.
"Udah puas lihatinnya?" tanya Reyhan.
Nindia tersentak mendengar pertanyaan Reyhan. Ia kira suaminya masih nyrnyak dalam mimpi. Ia secepat mungkin menarik tangannya dari wajah Reyhan. Tapi sayangnya Reyhan jauh lebih cepat daripada Nindia.
"Enggak usah malu! Udah sah juga." ucap Reyhan sambil meletakkan tangan Nindia di wajahnya.
Nindia mengulum senyum. Meskipun Reyhan bukan tipe laki-laki romantis, tapi setiap tindakannya berhasil membuat Nindia tersipu.
"Mandi gih," ucap Nindia sambil membelai rahang Reyhan.
"Bentar dulu! Pinjam tangan kamu."
Nindia menyipitkan matanya, "Buat apa?"
"Udah, siniin tangan kamu." ucap Reyhan setelah meraih ponsel di atas nakas.
cekrek
"Buat apaan sih?" tanya Nindia.
"Lihat aja nanti" ucap Reyhan sambil mencolek hidung Nindia, kemudian beranjak menuju kamar mandi karena hari ini jadwalnya mengajar pagi.
Nindia mulai merapikan tempat tidur. Mengambilkan pakaian yang akan dikenakan Reyhan saat mengajar. Pilihannya jatuh pada kemeja hitam dengan celana formal warna abu.
__ADS_1
abaikan wajah
Nindia tertegun saat melihat penampilan Reyhan yang bertelanjang dada dengan handuk yang hanya menutupi bagian bawahnya saja. Apalagi air yang mengalir dari rambut Reyhan semakin membuat kesan sexi. Tangan Reyhan sibuk menata rambutnya yang masih basah. Sungguh pemandangan pagi yang menyejukkan.
Reyhan tersenyum melihat Nindia yang fokus pada otot perutnya, "Sayang,"
Karena tak mendapat jawaban dari Nindia, Reyhan melangkah dan berhenti tepat di depan Nindia. Istrinya ini masih belum sadar dengan apa yang terjadi.
Reyhan menampilkan smirk nya dan membawa tangan Nindia menyentuh otot perutnya dan berhasil membuat Nindia terkejut.
"Apaan sih," ucap Nindia saat sadar apa yang terjadi.
Reyhan maju dan membisikkan sesuatu.
"Bukannya dari tadi kamu ngelihatin ini?" tanya Reyhan sembari meletakkan tangan Nindia di perutnya.
"E– enggak, siapa juga yang ngelihatin" bantah Nindia menutupi rasa malunya.
Reyhan belum beranjak dari depan Nindia. Ia menatap wajah Nindia lekat. Lebih tepatnya menatap bibir pink Nindia yang sangat menggoda. Reyhan semakin maju dan mendaratkan bibirnya tepat dibibir Nindia. Melumatnya dengan lembut. Nindia memejamkan mata dan mulai menikmati cumbuan Reyhan. Setelah cukup lama, Reyhan terlebih dahulu menghentikan kegiatannya. Ia tak mau mandi untuk kedua kalinya.
"Morning kiss, Sayang." ucap Reyhan.
"Ish, nyebelin tau gak, cepetan ganti baju. Entar telat, aku tunggu kamu di bawah." ucap Nindia sebelum berlalu dari kamar untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya.
"Gemesin,"
___________________
"Ternyata prof. Reyhan udah punya istri?"
"Seriusan lo?"
"Tahu dari mana lo?"
"Gue lihat di akun instagram pribadinya."
"Siapa sih cewek beruntung itu,"
"Pupus deh harapan gue buat jadi colonnya prof. Reyhan."
"Ngimpi aja lo. Bangun! udah siang noh."
"Kuota cogan makin menipis deh..."
Itulah beberapa bisikan yang di dengar Nindia mulai dari pos satpam hingga koridor menuju kelasnya. Ia bingung apa yang sedang di bicarakan oleh teman-temannya. Mengapa juga mereka membawa nama Prof. Reyhan dan menjadikannya sebagai topik.
"Terus Nindia dikemanain?"
"Iya juga ya. Dia bukan tipe Prof. Reyhan kali.."
"hahahaha...."
"Jangan kenceng-kenceng. Entar orangnya denger loh."
"Biarin aja. Biar sekalian ngaca juga."
Nindia semakin bingung karena namanya juga ikut terseret dalam topik yang dibicarakan teman-temannya. Nindia terus memperhatikan wajah teman-teman satu angkatannya satu persatu.
"Nindiaaaa......" teriak seseorang dari belakang.
Nindia balik badan dan mendapati Bella, Gita, dan Tia yang sedang lari kearahnya.
"Ada apa sih?" tanya Nindia.
Sahabtnya masih mengatur nafas setelah sampai di depan Nindia.
"hah hah.. lo udah hah lihat instagram Prof Reyhan." tanya Tia dengan nafas tersengal-sengal.
Gita tak menghiraukan pertanyaan Tia dan langsung menarik Nindia menjauh dari mahasiswa yang kepo karena mendengar Tia menyebut nama Prof Reyhan.
"Eh eh, mau kemana sih?" tanya Nindia yang ikut lari karena tarikan Gita.
Disinilah msreka sekarang. Di taman belakang yang keadaannya memamng cenderung sepi dari pada tempat lainnya.
"Sekarang cerita! Ada apa sih?" tanya Nindia yang semakin penasaran.
Bella mengambil ponselnya dan membuka akun instagram pribadinya untuk mencari akun Prof Reyhan. Setelah ketemu, Bella langsung menunjukkan pada Nindia.
"WHAT?" teriak Nindia yang terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Bagaimana tidak, ia melihat akun Reyhan baru update dan menampilakan foto tanganya dan Reyhan yang sedang berpegangan tadi pagi. Ya, itu foto yang diambil Reyhan tadi pagi dengan caption yang ambigu.
a_reyhan11
❤ 💬 ↗
543.965 Suka
a_reyhan11 i love you my wife 'N'💞
__ADS_1
.
.
#temanhidup #pacarhalal
Lihat semua 11.567 komentar
profreyhanfans1 siapa sih orangnya... kita gak rela kalau Prof. Reyhan sama tu cewek.
andhika_wiratama akhirnya up juga
hetersnindia jangan ngarep deh lo @nindiaputri1102 udah tahu punya istri, tetep aja di deketin.
_ilham.mhmmd selamat bro
kania.rumansayu selamat kak Rey.
peninggibadan_terbaik mau tinggi tanpa olahragan??? yuk kepoin ig kami
mayaaaaaa_ semoga langgeng Prof. Reyhan sama istrinya.
bella_william langgeng prof.
up_suscribe_youtube mau nambah subsribe youtube???? cuss cek story ku....
_cantikkkkk palingam B aja istrinya.
gita.anggrita happy wedding
real_satriagautama selamat Prof. jangan lupa jaga in.
tiktokers_lucu mau nonton video lucu...??? cek langsung postingan
bahari.pramestia kyaaaaa, stok cogan berkurang.
_123fans ****** mana sih??? cantikan juga gue.
bagasadiaksa selamat Prof Reyhan, semoga samawa.
Nindia masih melihat komentar yang diberikan. Ada yang baik bahkan ada yang berani men-tag dirinya. Padahal di foto tersebut taka ada dirinya sama sekali. Yang paling menyentil hatinya adalah salah satu akun menyebut dirinya '******'.
"Nin, jangan ngeliat komentarnya kalau lo gak suka." ucap Bella.
Gita menggelengkan kepalanya, "Gila, pada sadis semua. Padahal cuma ngomong pakek fake akun aja."
"Jangan lo lihat, Nin. Sakit hati sendiri entar," ucap Tia.
Nindia tersenyum menanggapi kekhawatiran sahabatnya.
"Gue enggak apa-apa kok. Cuma akan kesentil sedikit sama salah satu komentar. Tapi no problem toh mereka gak tahu siapa yang ada di foto. Lucu gak sih yang hujat?" tanya Nindia pafa sahabatnya.
"Maksud lo?"
"Ya maksud gue itu, orang mereka gak tahu siapa tapi main hujat aja. Mana di ig dosen lagi."
Mendengar perkataan Nindia, Bella, Gita, dan Tia hanya mengangguk. Mereka sangat memaklumi jari netizen yang mengetik tanpa etika. Padahal sudah jelas ada UU tentang ITE yang melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like 👍 & Komentar 💬
Jadikan Favorit ❤
Bila berkenan silakan beri Tip ⭐
Baca juga karya ku yang lain :
- My Wife's Beautiful Widow
- BINTANG
__ADS_1
A/n : Maaf bila tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan dan banyak typo bertebaran. Untuk kata-kata yang terbilang kasar, author tidak akan mengubahnya karena takut feel nya akan beda. Terimakasih 😊😊