
Sore harinya Vino mengajak poli klinik kandungan, tidak harus mengantri sebab mereka sudah punya janji temu sesuai yang di jadwalkan, mereka langsung masuk ke ruangan dokter Dara,
"Silahkan duduk, Pak, Ibu. Keluhannya bu?"
"Sering mual di pagi hari dok, badan terasa lemas," jelas belvi.
Haid terakhir, Bu?"
"Satu bulan yang lalu, dok," jawab Belvi.
"Sudah di tes dengan testpack sebelumnya?" tanya Dokter Dara kembali.
"Sudah, Dok hasilnya ada garis dua tetapi samar, itu artinya apa?" tanya Vino dan Dokter Dara pun tersenyum.
"Silahkan berbaring di ranjang bu, kita periksa lebih detail, ya."
Belvi, membaringkan tubuhnya di ranjang dan perawat mengoleskan jel di perut Belvi lalu Dokter Dara mengerakan alatnya sambil menatap layar monitor. Ia tersenyum.
"Lihat Pak, Istri Anda positif hamil perkiraan empat Minggu di hitung mulai haid terakhir, dan sebentar, coba Anda lihat baik-baik, Pak, ada dua titik di rahim ibu itu tandanya Anda akan memiliki bayi kembar, selamat Bu, Pak," ucap Dokter Dara.
Belvi bangun dan berjalan menuju tempat duduknya setelah selesai di periksa. Dokter memberikan resep obat yang harus di konsumsi selama kehamilan kemudian mereka pun keluar dari ruangan Dokter Dara, dengan bergandengan tangan mereka berjalan keluar klinik menuju mobil yang terparkir di halaman klinik.
Mereka masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian, mobil berjalan meninggalkan klinik tersebut.
"Vino mengemudi sambil sesekali melirik istrinya, tangan satunya mulai meraih tangan istrinya di bawah ke bibirnya di ciumnya dengan lembut punggung tangan sang istri "Trimakasih dek, aku sangat bahagia sekali, sebentar lagi rumah kita akan ramai dengan tangis dan gelak tawa mereka.
__ADS_1
Mobil berhenti di apotek, Vino keluar dan berjalan masuk ke dalam apotik kemudian keluar kembali dengan membawa satu kresek obat untuk sang istri.
Vino masuk dalam mobilnya dan kembali mengemudikan dengan kecepatan sedang.
.
.
.
Sembilan bulan kemudian. Vino dengan dengan sangat cemas mengikuti bankar dorong yang membawa istrinya masuk kedalam ruangan bersalin. Ia pun masuk kedalam menemani istri yang tengah berjuang untuk melahirkan anak-anaknya.
Selama dua jam berjuang akhirnya bayi kembar laki-laki dan perempuan itu pun terlahir, dengan mata basah Vino mengadzani kedua anaknya. Setelah itu, memberikannya pada suster untuk di kembalikan di box.
Dua hari kemudian Belvi sudah di ijinkan pulang, dengan membawa ke dua bayinya, Ratih benar-benar menyempatkan diri untuk datang ke Surabaya untuk bisa menjemput adik ipar di rumah sakit.
Mereka masuk kedalam mobil dan berjalan meninggalkan rumah sakit.
Ratih berencana akan tinggal selama satu Minggu di sana sambil menunggu perayaan Aqiqah.
Satu Minggu pun terlewati. Perayaan aqiqah di laksanakan dengan sangat sederhana. Vino memberikan nama Zulfikar dan Zalfa. Setelah perayaan selesai, Ratih dan suami pulang ke Jakarta mengingat sang anak di tinggal bersama sang kakek membuatnya tidak tega untuk meninggalkan anaknya terlalu lama.
Semenjak kehadiran Zulfikar dan Zalfa membuat kehidupan mereka lebih berwarna, putra-putrinya tumbuh dengan sangat baik.
.
__ADS_1
.
.
Tujuh tahun kemudian, di Boston dan di pusara Gloria mereka duduk memanjatkan doa terbaik untuk almarhumah.
"Aku berterimakasih padamu, karena mu aku bertemu adikmu Belvina Birdella yang sekarang menjadi istriku, aku sadar sepenuhnya kau bukan takdirku walaupun kau sempat mengunci hatiku sangat lama, ya, kau hanya jalan atau perantara aku bisa bertemu takdir ku yaitu Belvina adik kembar aku sangat bahagia, Glori, terimakasih banyak," ucapnya.
Sementara itu Belvi pun berdialog sendiri dalam hatinya juga. "Kakak aku telah mendapatkan hatinya terimakasih, telah membuatku mengejar cintanya. ketika Vino dan Belvi larut dengan hati dan pikirannya sendiri terdengar suara dua anak kembarnya tengah berbicara.
"Tante perkenalkan namaku Zalfa putri Abi dan Umi," kata Zalfa.
"Namaku Zulfikar, ponakan Tante yang paling tampan," katanya sambil menoleh pada Umi dan Abinya.
Mereka memberikan doa terbaik untuk Gloria Ashalina, cinta pertama Vino dan saudara kembar Belvi. Setelah itu, mereka pun bangkit meninggalkan tempat itu.
Saat ini mereka tengah berlibur ke Boston, sekalian datang ke makam Gloria dan mampir ke rumah panti milik Tuan Abraham.
Pertemuan antara Gloria dan Vino adalah takdir. Namun, bukan takdir untuk mereka bersama. Pertemuan mereka hanyalah jalan agar jodoh yang sesungguhnya bertemu dan mengikat janji pernikahan seumur hidup mereka.
Tamat
Terimakasih untuk kalian yang telah membaca karya Author. Jangan lupa mampir ke karya Author lainnya 🙏😘 Semoga Anda semua di berikan kesehatan dan dalam lindungan Allah 🙏
.
__ADS_1
.
.