Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 76


__ADS_3

Keesokan harinya Beril Kedatangan tuan Yuda, dengan sangat senang dia menyambut pria itu.


"Bagaimana apa Anda senang, Jika Anda ingin yang bersegel kami juga menyediakan untuk Anda," kata Beril mulai menawarkan koleksinya kepada kliennya.


"Saya suka yang ini dan mau saya jadikan untuk saya pribadi, tidak ada yang boleh memakai selain saya," kata Yuda.


"Kalau yang Anda inginkan adalah itu, Anda harus membelinya dari saya itu adalah koleksi saya yang terbaik, sebenarnya dia milik pribadi saya sendiri karena kemarin saya sangat marah padanya hingga memberikan pada Anda," kata Beril mengulum senyum.


"Ok! Akan saya beli berapa harga yang Anda tawarkan?"


"Yang ini sangat mahal tidak sesuai dengan yang Anda dapatkan, apa Anda tidak ingin yang bersegel yang lebih legit, kenapa memilih yang sudah terbuka dan sudah di cicipi oleh beberapa orang?" tanya Beril pada Yuda karena merasa sangat aneh dengan keinginan pria ini.


Yuda tertawa. "Ini masalah rasa bukan masalah bersegel ataukah tidak andai pun ada yang masih terbungkus rapi jika bukan seleraku tidak akan ku ambil dan meskipun sudah tidak terbungkus dan sudah terinjak beberapa kaki jika aku suka maka aku pungut,"


"Aku membuka harga 10 M untuk dia," kata Beril.


"Ok! Deal aku mau semua yang menyangkut dirinya di berikan semua padaku termasuk video syurnya yang viral itu dan satu lagi aku juga ingin gadis bernama Sari, berapa kau buka harga untuknya?" tanya Yuda kembali.


"Kalau mau tiga M ambil kalau tidak tinggal kan setiap hari gadis itu akan memberiku banyak penghasilan," kata Beril sambil tertawa.


"Ok! Aku ambil, dan berikan semua video, foto dan lain sebagainya karena aku tidak ingin keruwetan di kemudian hari jika hal itu terjadi aku tidak bisa jamin bisnismu akan berjalan lancar," kata Yuda.


"Kau mengancam ku?" tanya Beril pada Yuda.


"Aku tidak mengancam mu tapi aku punya sesuatu yang akan membuat tidak bisa bangkit lagi," jawab Yuda sambil berbisik ke telinga Beril lalu tersenyum.


"Bagaimana?"


Beril mendengus kesal wajahnya merah padam, terlihat rasa geram tersimpan di hati lalu dia memanggil seseorang untuk menyiapkan dokumen kedua gadis itu termasuk file video dan foto-foto yang di gunakan untuk menekan kedua gadis itu untuk mengikuti segala apa yang menjadi kemauannya.


Setelah semua lengkap Beril memanggil Sari untuk datang ke ruangannya.

__ADS_1


Sari berjalan menunduk menuju ruangan Beril, dia begitu sangat takut akan terjadi sesuatu padanya. dia memakai gaun sederhana yang dibelikan oleh tuan Al karena selama berada di sini dia tidak pernah diberikan pakaian yang tertutup jadi itu satu-satunya pakaian yang terbaik yang dia punya.


Setelah sampai di sana dia melihat tuan Yuda tersenyum ramah. Lalu Yuda terlihat jemari tangannya sibuk mengetik sesuatu dan tersenyum pada Beril. Sudah ku kirim sejumlah uang yang kau minta, deal dia sudah jadi milikku jangan sekali-kali kau usik mereka," katanya kepada pria itu.


"Mari mbak, ikut saya," katanya pada Sari.


Sari belum mengerti apa yang terjadi pada dirinya, yang dia tahu ada seseorang yang membelinya dan dia harus patuh pada sang pembeli itu.


Gadis itu mengikuti langkah seorang pria yang mengajaknya keluar dari restoran itu, mereka menuju sebuah mobil yang terparkir tepat di depan restoran, Yuda masuk kedalam dan Sari masih terpaku di luar.


"Yuda membuka pintu mobil di sebelahnya sambil berkata, "Masuk dulu Mbak nanti akan saya jelaskan."


"Baik, Pak," jawab Sari sambil masuk kedalam mobil dan duduk di sebelah pria itu.


Mobil pun berjalan meninggalkan restoran itu dengan kecepatan sedang.


"Aku membeli mu karena berharap suatu saat kamu bisa bantu kami untuk mengungkap kejahatan tuan Beril, selama ini kami tidak punya bukti apapun padanya, jika ini di proses buktinya tidak kuat karena nyatanya di dalam video maupun foto-foto para korban, mereka lah yang menginginkannya, bukan tuan Beril atau klien lainnya.


"Aku telah mengambil semua data mu juga Rania, di sini ada foto-foto kamu Video kamu saat di bawah ke hotel tuan Beril, di sana kamu masih memakai baju pengantin itu artinya saat itu kamu tidak menikah dengan bangsa gaib, tapi benar-benar melakukan dengan manusia, dan saat itu kamu di jual sebesar 800 juta untuk keperawanan mu dan pelayananmu di malam itu.


"Sebagian ada tersebar di club-club milik tuan Beril," jawab Yuda.


"Jadi selama ini penduduk desa di bodohi begitu?" tanya Sari


"Hem," jawab Yuda.


Sari menghela nafas, rasanya begitu menyesakan hati, seperti petir menghantam seluruh tubuhnya air matanya mengalir deras tidak bisa di bendung sama sekali.


"Apa kau bersedia membantu kami untuk mengungkap hal ini?" tanya Yuda pada Sari.


"Ya, saya bersedia, akan bantu sebisa mungkin," kata Sari pada Yuda.

__ADS_1


"Trimakasih, untuk sementara kamu tinggal di apartemen saya bersama Rania dan di jaga 24 jam, jangan pernah keluar apartemen tanpa seijin saya, keadaan saat ini belum kondusif," kata Yuda pada sari


Tak terasa perjalanan begitu cepat karena larut dalam sebuah percakapan, mereka sudah di area parkir gedung apartemen.


"Ayo saya antar ke atas dan saya kenalkan dengan orang yang berarti bagi hidup saya, kalian mengalami hal yang sama, semoga hal itu menjadi sebuah ikatan persahabatan," kata Yuda pada Sari.


Mereka berjalan melewati lobby lalu masuk kedalam lift kemudian pintu tertutup dan berjalan ke arah atas. Tak seberapa lama berhenti bergerak dan elevator pun terbuka, mereka keluar menuju flat yang di tempati oleh Rania saat ini.


Yuda menempelkan key card-nya pada pintu lalu terbuka Rania tersenyum, Namun kemudian senyum itu pudar saat melihat sari ada di samping Yuda, Yuda pun mengerti wanitanya tengah cemburu.


"Duduk, Sari!" perintah Yuda lalu menghampiri Rania dan memeluk pinggangnya.


"Kamu juga duduk sayang," pintanya dengan halus.


"Dengarkan aku! Jangan di jeda! Karena wanita di hati ku hanya kamu seorang," katanya sambil mengecup pipi wanitanya.


"Sari punya punya kisah yang sama denganmu, kami butuh dia untuk mengungkapkan kejahatan Beril yang berkedok ritual adat, apalagi dia penduduk asli sana, dia akan menemani mu di sini, sedangkan aku akan tinggal di rumah, bersabarlah! Begitu kasus menemui titik terang aku akan menikahimu.


"Jadi dia ini akan menemaniku di sini?" tanyanya pada Yuda sambil menatap wajah nan tampan.


"Hem," jawabnya sambil menatap sang kekasih dengan penuh kerinduan.


"Lalu apakah kita bisa pergi keluar bersama? Ke mall misalnya," tanya Rania.


"Tidak boleh, keselamatan kalian lebih utama, jika kalian ingin pergi harus ijin aku dulu dan aku akan menugaskan anak buah ku untuk mengawal kalian, mengerti!" jawab Yuda penuh penekanan.


Yuda menarik nafas berat. "Oh yaa, Sari tidak punya baju jadi tolong pinjemin baju kamu dulu, ya, sayang. Sekarang aku mau pulang, ingat jangan keluar dulu karena keadaan lagi gak bagus," katanya sambil beranjak dari duduknya dan keluar apartemen nya.


Yuda berjalan menuju lift sambil menerima telepon dari temannya. "Bagaimana sudah kamu eksekusi? Setidaknya bikin dia kalang kabut, salah sendiri menyentuh milikku," katanya dengan nada sedikit jengkel.


Dia masuk kedalam lift, pintu tertutup dan bergerak menuju lantai dasar setelah sampai pintu terbuka Yuda keluar dan berjalan melewati lobby menuju area parkir kemudian masuk kedalam mobil lalu berjalan meninggalkan gedung apartemen miliknya.

__ADS_1


...----------------...


Di tempat lain Beril mendapatkan laporan uangnya tiba-tiba saja hilang membuatnya sangat marah, uang yang di ambil dari perusahaan Ayahnya Rania dengan tipu muslihat itu bahkan putri angkat dia jadikan pelampiasan hasratnya setelah dia rusak begitu saja.


__ADS_2