
Keesokan misi di mulai Belvi berdandan ala perempuan udik melamar sebuah pekerjaan di restoran itu, berbekal Ijazah dan indentitas baru dan dia diterima.
Awalnya dia merasa aneh dengan pertanyaan HRD yang cukup genit itu.
"Kamu masih perawan atau sudah janda?" tanyanya pada Belvi.
"Apa ini harus saya jawab pak?" tanya Belvi pada pihak HRD.
"Iya akan ada perlakuan khusus kalau masih perawan bonusnya pun gede," katanya sambil mengedipkan mata.
"Apa pak?" tanya Belvi pada pria itu.
"Bonus pertama pasti uang gedeh, bonus kedua akan ada paket liburan di sebuah pulau eksotis berdua bersama Bos," kata HRD.
"Kalau Janda bagaimana pak?" tanya Belvi.
"Kalau janda mah tetap bisa di terima di sini, tapi tidak akan mendapatkan bonus seperti yang disebut di atas tapi kalau kamu ingin berpenghasilan lebih dari itu, kau bisa menemani tamu sehari semalam, dengan penghasilan paling kecil 25 juta persekali kerja.
"Oh, saya masih perawan pak, tapi kalau dapat bonus bepergian hanya dengan bos saja saya gak berani pak, takut dosa, kalau sama teman-teman yang lain sih gak masalah pak, saya mau bonus uangnya saja," kata Belvi pada HRD.
"Ngak bisa begitu itu satu paket jadi ngak bisa diambil satu-satunya begitu," kata pria itu.
"Ya sudah pak gak apa-apa, gak usah bonus, yang penting saya bisa bekerja di sini, kasihan keluarga saya kalau saya tidak bekerja," kata Belvi.
"Kalau begitu kamu di terima di sini Ruri dan langsung bekerja saat ini juga, untuk usulanmu tadi saya akan tanya kepada Bos kami," kata pria itu sambil tersenyum.
Belvi meninggalkan ruangan itu dan menuju ruangan ganti dia melihat keseluruhan ruang itu ternyata ada CCTV di pasang di pojok ruangan. Belvi menghela nafas dia mencari celah yang tak terjangkau tetapi tak ada ruangan yang tidak luput dari jangkauan CCTV itu.
Belvi memutar otaknya dia keluar dari ruangan itu dan menuju toilet, di sini juga hampir sama tapi ternyata hanya ada di luar saja sedangkan di dalam tidak ada CCTV-nya.
__ADS_1
...----------------...
Sementara itu Vino menyamar pengunjung restoran dan memesan ruang privasi dia berdandan layaknya tuan muda bersama dengan rekan-rekan lainnya.
"Vino menghela nafas. 'Apakah aku juga harus minum wine?' pikirnya.
"Jika kau tak terbiasa biar kami saja yang minum fokus saja dengan tujuan kita," bisik rekannya.
"Selamat malam Tuan, perkenalkan, Saya Beril pemilik restoran ini, di sini kami tidak hanya menyuguhkan menu makanan istimewa tapi kami juga menyediakan gadis-gadis yang cantik untuk memuaskan dahaga kalian yang tidak cukup terpuaskan hanya dengan wine dan minuman keras lain.
"Apa itu kami ingin tahu, kami baru dapat rekomendasi dari teman kami bahwa tempat ini sangat sepesial.
"Teman anda betul tuan tempat ini sangat spesial," kata Beril menepuk tangannya dan menekan remote kecil terbukalah pintu di sudut ruangan lalu datanglah para wanita dengan memakai lingire yang sangat seksi, mereka terbelalak melihat pemandangan yang indah itu tubuh-tubuh polos terlihat di balik pakaian transparan.
Ada satu orang wanita yang dari tadi menunduk tajam kelantai, seolah malu beberapa lelaki menontonnya.
"Yang ini baru datang Tuan, jadi masih malu-malu, Anda boleh melihatnya lebih dekat dan boleh menyentuhnya sebelum menjatuhkan pilihan dan bertransaksi," Beril
Yuda segera berdiri, pria ini rekan Vino yang paling yang paling tajir dari semuanya dengan santainya dia mendatangi wanita itu satu persatu, disapukan tangannya tangannya pada seluruh tubuh wanita itu, ada yang menggeliat manja ada memejamkan matanya sambil tangannya mengepal seolah tak rela tubuhnya di sentuh, "Aku ingin yang ini," kata Yuda tegas,
Dia sangat mahal, Tuan, apa Anda tidak mengenalnya dia Rania, seorang model papan atas yang sekarang pamornya turun karena vidio syurnya dengan beberapa pria yang viral itu.
"Iya aku tahu itu dan aku sudah melihat Video itu tuan, itu sebabnya saya ingin dia, coba anda lihat punyaku bereaksi dengan tubuhnya." katanya sambil menyentuh area bawah gadis itu. Wanita itu terbelalak menatapnya seolah mengenal pria itu.
"Berapa kau minta aku ingin booking dia di tempat lain.
Dua ratus juta untuk satu hari satu malam. Namun jika anda membawa keluar harga menjadi 250 juta.
"Ok! Aku ambil yang ini tuan dua hari dua malam," katanya ringan.
__ADS_1
"Al, kau pilih yang mana? Aku yang traktir," kata Yuda dengan ringannya
Yuda adalah seorang anggota polisi berpangkat tinggi, Namun tak ada orang yang tahu jika dia seorang polisi identitasnya tersembunyi dan dia juga pengusaha sukses yang terkenal, dia bekerja di balik layar selama ini dan saat ini tengah mencari kekasihnya yang konon hilang di sebuah kepulauan terpencil bersama tunangannya, kisahnya sangat pelik, dia di khianati atau apa lah hanya Yuda dan gadis itu.
Aku memilih dia kata Vino mendekat pada sari, bagaimana pun dia harus berekting dengan sangat baik. Tatapan matanya menyapu tubuh gadis itu lalu dia mengerlingkan matanya pada gadis itu.
"Berapa dia?" tanya Yuda pada Beril.
"Dia Baru, harganya seratus juta sehari semalam," kata Beril tersenyum.
"Kau mau berapa malam Al? aku yang bayar, yang lain ayo pilih saja, mau berapa malam terserah loh batas hanya 3 malam lebih bayar sendiri," kata Yuda pada Vino dan teman-temannya.
"Aku coba satu Malam satu hari dulu deh kalo servis ok! Gue nambah," katanya terkekeh.
Lo mau di sini apa di luar Al," tanya Yuda.
"Aku mau diluar, dong," kata Vino kembali ke tempat duduknya.
"Sudah hitung saja, Bos," kata Yuda sambil menatap wanita pilihannya itu.
Dia menarik tangan wanita itu hingga terduduk di pangkuannya.
"Apa aku sudah bisa bawa wanitaku Bos?" tanyanya pada Beril.
"Belum, kau harus bayar di muka dan memilih hotel yang kau inginkan akan kami bukakan kamar yang istimewa sesuai dengan harganya.
"Ok! Cepat pilihlah teman-teman agar bos segera menghitungnya dan kalian bisa segera bersenang-senang, buat apa mencintai kalau begini saja kita bisa menikmati surga dunia, betul bukan, sayang," katanya sambil menatap wanita itu dengan tatapan nakal dan tangannya tak berhenti bermain di lembah terlarang gadis itu.
Setelah Beril menghitungnya dan Yuda membayarnya dengan mentransfer sejumlah uang mereka pun pergi dengan pasangan-pasangan sendiri-sendiri menuju hotel yang mereka pilih sebelumnya dengan mobil mereka masing-masing, Vino memberikan Jasnya kepada sari dan berjalan menuju mobilnya.
__ADS_1