Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 83


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, hari ini ada hitungan hari ke enam setelah pak Beri mengatakan bahwa akan membawa mereka liburan, pria itu tidak bilang mau liburan kemana dan bonus sebesar 25 juta telah ditransfer ke rekening Vivi dan rekening bik nur Art-ku.


Awalnya Tuan Beril menolak, tetapi karena argumen Belvi membuat dia percaya, Belvi sudah memberi tahu bik Nur jika aku meminjam rekening beliau untuk keperluan transfer bank.


Belvi menatap Vivi yang hari ini begitu ceria, andai dia tahu akhir perjalanan itu akan membuat menyesal seumur hidup atau mungkin terlempar di jurang yang gelap.


Terlihat Beril keluar dari dalam ruangan lelaki itu menyapukan pandangannya keseluruh ruangan seperti mencari sesuatu, hingga ketika tatapan matanya jatuh pada seseorang yang di carinya ia pun berjalan dengan cepat menghampirinya.


"Ruri, tolong kamu keruangan saya sama Vivi, ya, secepatnya, saya tunggu di sana," katanya pada Ruri.


"Sekarang Pak?" tanya Ruri pada Beril.


"Beril menghela napas dan menatapnya. "Jelas sekarang Ruri masak tahun depan.


"Iya, Pak, maaf!" katanya pada Beril lalu berjalan mencari Vivi.


"Vi, kita di suruh ke ruangan Pak Beril," ajak Ruri.


"Ah, benarkah, mungkin besok kita akan berangkat aku akan baju renang kak," kata Vivi membuat hati Belvi terasa teriris.


"Ayo, kak! Kok, malah bengong sih kak," protes Vivi.


"Eh, iya ayo!" katanya sambil menyusul Vivi yang berjalan terlebih dahulu.


Tak lama kemudian mereka sampai ke ruangan tuan Beril. Mereka pun mengetuk pintu terdengar suara menyuruh mereka masuk, dengan sedikit ragu Belvi memutar kenop pintu lalu membukanya.

__ADS_1


"Masuklah!" perintahnya pada mereka saat Beril melihatnya diambang pintu.


Mereka pun masuk dan duduk di sofa. Beril beranjak dari duduknya dia berjalan ke arah mereka lalu duduk di sofa di depan mereka.


"Besok pagi jam sembilan kalian berangkat, take off-nya jam Sembilan jadi kalian berangkat kurang dari jam itu dan jangan terlambat, tiketnya sudah saya kirimkan handphone kalian," jelas Beril.


"Iya, Pak, Baik!" jawab mereka.


"Apa ada yang lain, Pak?" tanya Ruri pada Beril


"Kalian hari ini tidak usah meneruskan tugas kalian. Kalian boleh pulang sekarang agar bisa beristirahat dengan baik dan besok punya tenaga baru untuk berangkat liburan," kata Beril.


"Baik, Pak kalau boleh tahu kita akan liburan kemana ya, Pak," tanya Vivi.


"Sudah tidak perlu tahu kemana, yang di sana pemandangannya indah, kalian pasti senang," kata Beril.


Beril menatap Ruri. "Kamu gak usa minta jemput, Ri, nanti saya antarkan sampai ke rumah," tawar Beril


"Tidak usah, Pak, saya pulang dengan Vivi, karena ada yang harus kami beli dulu Pak, benar kan Vi," kata Ruri sambil menyenggol kaki Vivi dengan kakinya.


"Eh, iya, Pak kami mau mampir dulu ketempat lain sebelum pulang," kata Vivi menyakinkan Tuan Beril.


"Ok! Baiklah kalau kamu tidak mau, juga tidak apa-apa, sekarang kalian boleh keluar dari sini, Jangan terlalu larut pulangnya ingat besok kalian berangkat," kata Beril mengingatkan.


"Baik, Pak, permisi," jawab Ruri kepada atasannya.

__ADS_1


Mereka keluar dari ruangan itu.


"Antar aku didepan masjid, yah," pinta Ruri


"Baik, Mbak," jawabnya sambil tersenyum. Kami pun membereskan peralatan kami lalu bergegas keluar restoran.


Vivi naik ke motornya di ikuti oleh Ruri yang duduk di belakang dan kuda besi itu pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan restoran.


Mereka berhenti di halaman Masjid yang tidak jauh dari restoran di mana mereka bekerja. "Trimakasih, Vi, hati-hati di jalan," ucap Ruri


"Sama-sama, mbak. Mbak Ruri juga hati-hati," jawab lalu melajukan motornya meninggalkan yang berdiri halaman masjid, setelah motor itu menghilang dari pandangan Belvi.


Belvi pun segera masuk ke masjid dan melakukan panggilan pada Vino. Tak seberapa lama tersambung, Belvi mengucapkan salam yang lansung mendapatkan jawaban dari seberang. "Vin, tolong jemput aku sekarang, jangan tanya kenapa akan ku jelaskan nanti, aku ada di mesjid sekarang," pinta Belvi langsung mematikan sambungan setelah dia mengucapkan salam.


Sementara Vino hanya bisa menggelengkan kepalanya karena Belvi tidak memberikan kesempatan pada Vino untuk berbicara sekedar menjawab salam pun ternyata sambungan telah terputus.


Vino segera menyambar kunci mobil yang ada nakas dan bergegas keluar dari apartemennya lalu berjalan menuju lift dan masuk kedalam pintu tertutup dan benda itu mengantarkan Vino kelantai dasar.


Lift berhenti pintu pun terbuka dan keluar berjalan melewati lobby menuju ke basement. Setelah itu, masuk kedalam mobil serta menjalankan mobilnya meninggalkan apartemen menuju tempat di mana Belvi berada.


Mobil dipacu dengan sangat kencangnya karena ingin segera tahu apa yang terjadi kenapa mereka sudah pulang padahal ini masih jam tujuh sore.


Setelah perjalanan memakan waktu setengah jam dia pun sampai di depan masjid, Vino pun berhenti lalu mengambil handphonenya dan menulis pesan kalau dia sudah sampai di depan masjid.


Belvina pun keluar dari masjid dan menghampiri mobil itu, Vino tidak keluar sama sekali karena dia tidak sedang menyamar, untung saja Belvi tidak sedang di ikuti oleh Beril jika itu terjadi Vino tidak akan bisa menyembunyikan identitasnya.

__ADS_1


Setelah Belvi masuk ke dalam mobil itu pun berjalan dengan kecepatan tinggi di jalanan yang sedikit lengang


__ADS_2