Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 79


__ADS_3

"Lalu, bagaimana dengan karyawati yang hilang itu? Apa dia di bawa kesana, jika dibawa kesana kemungkinan tuan Beril akan ikut juga, tetapi dia berada di sini, Pak," jelas Vino.


"Hem, benar juga," sahut Yuda.


"Akan saya coba menyusup ke jaringan data pegawai serta data-data transaksi dengan klien-kliennya, Pak, tetapi akan memakan yang agak lama untuk bisa menemukannya," jawab Vino


"Tidak apa-apa kerjakan saja setelah mendapatkannya tolong berikan padaku," kata Yuda pada Vino.


Vino pun keluar dari ruangan itu lalu berjalan dan masuk di ruangan sebelah yang penuh dengan alat-alat IT dan mulai fokus menatap layar komputer dan jari jemarinya dengan cekatan menari-nari di atas keyboard beberapa kali menembus pertahanan mereka. Namun, selalu saja gagal.


Vino menekan intercom yang terhubung dengan Yuda.


"Pak, sepertinya mereka siaga saya tidak bisa menembus pertahanannya, mohon tim mengalihkan mereka agar saya bisa masuk dalam jaringan seluler mereka," pinta Vino


"Baik tunggu sebentar," kata Yuda.


"Siap, Pak," jawab Vino.


Yuda menekan sebuah nomor telepon, beberapa saat tersambung. "Bobol kembali sebesar 13 M dan buat mereka kalang kabut!" perintah Yuda


"Siap, laksanakan!" jawab seseorang dari sambungan telepon Yuda, setelah itu sambung an terputus.


Vino di ruangan yang berbeda mulai kembali menyusup di jaringan data karyawan serta transaksi ilegal mereka tak seberapa lama dia mendapatkan seluruh data karyawati dari yang terdahulu hingga sekarang, begitu juga transaksi ilegal mereka.


Setelah mendapatkannya, dia pergi ke ruangan tuan Yuda, memberikan data yang berasil di ambil dari data mereka.


Vino kembali mengetuk ruangan tuan Yuda, dan terdengar perintah dari dalam, Vino pun masuk serta menyerahkan data kepada tuan Yuda.


Yuda menghubungkan flashdisk dengan laptopnya dan mencari data yang diinginkan di sana tertera gadis yang bernama Ratna telah terbeli oleh tuan Costa dengan tertera tanggal waktu transaksi. "Jam 19.30, tadi malam." Yuda membacanya dan menoleh ke arah Vino.

__ADS_1


"Kita terlambat tuan," jawab Vino.


"Aku memprediksi dia yang menawarkan diri dengan sejumlah uang yang fantastis," jawab Yuda.


"Itu artinya mereka tidak hanya melakukan manipulasi dengan masyarakat desa terpencil, tetapi memberikan sarana bagi mereka ingin mendapatkan sejumlah uang yang besar secara instan," kata Vino mulai menganalisa sebuah kasus.


"Jadi bagaimana, Pak? Kita lanjutkan mencari si Ratna atau sesuai rencana awal?"


"Kita lanjutkan rencana awal kita lihat siapa dulu yang akan di berangkatkan di desa terpencil itu, kamu harus selalu berkomunikasi dengan Briptu Belvi posisi dia ada di sana," jawab Yuda.


"Baik, Pak, sekarang saya harus bagaimana? apa saya harus di sekitar restoran?" kata Vino


"Kamu dan yang lainnya nanti menyamar menjadi anak berandalan yang habis kebut-kebutan mangkal di situ setelah itu bubar, karena gak mungkin menyusup kedalam semua pegawai yang di terima cuma cewek, cowok gak ada yang di terima, kecuali mereka menambah armada bisnis mereka," papar Yuda.


"Apa pak?" tanya Vino


"Melayani, tante girang," seloroh Yuda


"Ya sudah itu rencananya, mobil kamu taruh saja di sini bawah motorku, yang lain sudah siap meluncur," kata Yuda


"Baik, siap, laksanakan, Pak!" kata Vino.


Vino keluar dari ruangan Yuda, setelah itu dia berjalan masuk kedalam lift yang membawanya ke lantai bawah kemudian dia berjalan menuju basement mengambil motor Yuda yang ada di sana, beberapa menit kemudian Vino mendapatkan notifikasi harus berkumpul di mana.


Vino pun meluncur di tempat. yang di tentukan mereka akan melakukan balapan di sekitar restoran itu lalu berkumpul bersama teman-temannya di sana.


Beril yang sedari tadi mengamati semua yang di lakukan oleh Ruri tiba-tiba mendapat kan berita yang menyakitkan uangnya kembali raib sebesar tiga belas miliar.


Dia pun bergegas kembali ke ruangannya lalu menelpon Julian.

__ADS_1


"Kenapa bisa di bobol kembali? Katanya kamu perbaikan sistem keamanannya, Apa kalian tidak bisa melacak siapa pelakunya? Apa-apaan ini kenapa raib sebesar uang yang telah ditransfer dia?" cercanya dengan banyak pertanyaan pada Julian.


"Kami sedang memperbaiki jaringan keamanannya, Pak, tiba-tiba kami di serang hingga mereka kembali membobolnya dan sekarang kita harus memperbaiki beberapa jaringan pak dan data pegawai serta transaksi bisnis kita juga di curi.


Bahkan kami juga tidak bisa melacak keberadaan penyerangnya." jelas Julian tim IT-nya.


Beril terduduk lemas di kursi kebesarannya bayangkan dalam dua hari di kehilangan uang sebesar 24 miliar yang pertama adalah 11 miliar dan ke dua adalah I3 miliar. Beril memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.


Ia berpikir apa sebenarnya yang terjadi kenapa tiba-tiba saja uangnya raib tak mungkin menuduh pria itu karena tidak ada bukti di proses di pengadilan justru dia yang runyam, sungguh dia tidak bisa berkutik jika begini caranya bisnis bisa hancur


Dia menekan nomor telepon teman bisnisnya yaitu Hans. beberapa kali melakukan panggilan belum terjawab membuatnya semakin gusar.


"Ayo lah Hans jawablah, bukan dulu kita bekerja sama kenapa sekarang begitu sulit di hubungi," gerutunya lirih.


Dia kembali menelpon nomor yang sama dan kali ini berharap panggilannya tersambung.


"Ayolah Hans sebenarnya kau sedang apa hingga tidak bisa menerima panggilan teleponku." Kembali dia menggerutu


diletakkannya kembali handponenya di nakas dan dia terduduk lemas yang dia pikirkan saat ini bagaimana kalau setiap hari dana keuangannya di curi sebesar itu maka dengan sekejap dia akan menjadi bangkrut.


Termangu di ruangan kerjanya dan tak tahu apa yang akan dilakukan menelpon Julian pasti jawabannya sama dan menelpon Hans tak kunjung tersambung.


Hingga terdengar dering telpon berbunyi di handphonenya dia segera menerima panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang memanggilnya.


"Hello Hans aku mau bicara penting ini," katanya melalui sambungan selulernya.


"Sampai kau harus menelpon temanmu untuk membantumu, Bagaimana rasanya jika uang raib, ini baru permulaan kau akan mendapatkan kejutan yang sangat spesial," kata seseorang melalui sambungan selulernya itu.


"Hai siapa kamu sebenarnya? Apa yang kau inginkan? Ayo kita bersaing dengan secara terangan-terangan," hardik Beril. Namun, ternyata sambungan itu pun terputus.

__ADS_1


Dia semakin kalut sebenarnya apa yang di inginkan pria itu, semakin lama semakin membuatnya bingung selama ini tidak mempunyai musuh kecuali dengan ayahnya Rania yang memang dia tipu mentah-mentah karena tertarik dengan putrinya yang cantik itu sehingga dia membuat jebakan pada mereka, begitu di dapat dia tidak dapat melepaskan Rania begitu saja, sayang nya tian Yuda tahu apa yang di rahasiakan selama ini dan dia mempunyai bukti yang bisa saja di sodorkan dengan pihak berwajib.


__ADS_2