Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Aksi Penyamaran


__ADS_3

Hari itu pun tiba semua sudah diatur dengan sangat baik, Belvi pun saat ini menjadi bartender di club milik Juan Carlos, dengan penyamaran yang hampir sempurna, baju tahan peluru menutup hingga ke lehernya dengan kemeja lengan pajang dan celana jins membalut tubuhnya, rambut yang ditutup dengan turban tipis warna hitam lalu mengenakan wig dengan rambut sebahu.


Belvi, berdiri di meja bartender, sebuah jam tangan canggih multi fungsi dipergelangan tangannya. dengan sangat lihai dia meracik beberapa minuman dan memberikan pada pelanggan.


Juan Carlos berjalan kearah bar tender, dia lalu menyebutkan beberapa minuman yang akan diracik, dengan cekatan Belvi meracik minuman itu.


"Jadi, kamu yang namanya Rose, pengganti Violeta," tanya Juan pada Belvi yang mempunyai nama samaran Rose.


"Iya tuan," jawabnya singkat.


"Aku ingin tahu seberapa ahli kamu meracik minuman ku," kata pria pemilik club itu sambil menyapu tatapan pada tubuh Belvi yang terlihat sangat menawan.

__ADS_1


Vino yang duduk bersebelahan dengan tuan Juan itu mengepalkan tangan, entah lah kenapa dia ingin marah ketika pria asing berlaku kurang ajar pada gadis yang selama ini selalu dihindarinya yaitu Belvi.


Belvi pun meracik minuman dan diberikan kepada Juan, pria itu menerimanya dan mulai meneguknya.


"Nikmat sekali racikan mu, Violeta saja kalah, bagaimana kalau kamu saja yang jadi Bartender ku selamanya, Ros?" tanya Juan pada Belvi yang saat ini memakai nama samaran.


"Jangan, Tuan! Kasihan kak Violeta jika saya menggeser pekerjaannya, dia bekerja untuk biaya berobat orang tua," mohon Belvi.


"Akan saya pertimbangkan, Tuan. Maaf tidak bisa memberikan keputusan," kata Belvi.


"Tidak usah buru-buru, aku akan menguji mu dulu selama dua hari ini jika dalam dua hari kedepan tempat ini makin ramai maka kamu akan menjadi Bartender ku, Buat aku satu lagi dan berikan pada anak buahku itu," kata Juan sambil memandang seseorang yang selalu mengikuti pria itu kemanapun dia berada, lalu Juan berjalan melewati Vino di saat itu Vino menyematkan alat pelacak dan perekam suara dan pelacak, alat itu sangat kecil mudah menempel pada serat kain apapun.

__ADS_1


Pria suruan Juan itu pun pergi dengan membawa dua gelas minuman keras dan menyusul sang majikan, keruangan tertutup.


"Rose waktu kita pergi, cepat keluarlah dulu, ini bukan tugas kita lagi," kata Vino pelan setelah dia pindah duduk lebih dekat dengan Belvi.


"Ok!" Belvi pun segera berjalan dengan cepat menuju pintu keluar Vino dengan waspada mengikutinya dari belakang, Belvi langsung mestater motornya dan Vino segera naik di belakang Belvi, motor itu melaju dengan sangat kencangnya,


Alat penyadap suara itu pun sudah merekam apa yang terjadi di ruangan di mana tuan Juan dan asistennya serta beberapa orang yang masuk dengan membawa koper itu.


Rekaman itu langsung terkirim ke kantor pusat. Saat terjadi transaksi itu anggota polisi mengenakan pakaian bebas dan yang lebih senior pun mulai beraksi.


.

__ADS_1


__ADS_2