Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 62


__ADS_3

Tanpa kasih sayang dan kelembutan seorang ibu dia tumbuh menjadi pria yang keras dan tidak punya rasa belas kasihan. Hingga bertemu wanita yang menjadi istrinya ini.


Karena memakirkan ke keadaannya sehingga bisnis terlarangnya terjegal oleh lawan bisnisnya. Damian menjadi pendiam dan mengurung kembali di kamar.


Sementara itu di pulau yang lebih terpencil lagi, Tuan Beril bekerja sama dengan seorang sesepuh terkemuka di sana yang bernama mbah Harjo yang umurnya sekitar 50 tahunan. Dengan mengatas namakan persembahan meminta hujan dengan memilih gadis yang paling cantik dan masih perawan untuk jadikan persembahan.


Didandani layaknya seorang pengantin dan di bawah di gua dekat air terjun di sana sang gadis di minta minum air suci yang sebenarnya adalah air yang mengandung obat perangsang yang sangat kuat yang bekerja setelah satu jam gadis itu meminumnya, setelah arak-arakan pergi. Maka si gadis di bawah di sebuah tempat dan seorang pemesan dengan nilai fantastis sudah menunggunya.


Gadis persembahan yang bernama Sari di bawah ke dalam kamar sudah dalam pengaruh obat itu langsung memeluk pria yang memesannya. "Tuan anda siapa, ada apa dengan tubuh saya rasanya gerah sekali," celoteh gadis sambil melepaskan pakaian satu persatu begitu pun pria itu sambil tersenyum menyeringai.


Tanpa bersusah payah memaksa, dia mendapatkannya. Gadis itu menghampirinya memeluk tubuh pria itu dan menggesekkan tubuhnya pada pria itu. "Sabar sayang akan ku puaskan kau segera," kata lelaki itu langsung mengesekusi gadis itu.


Tiga ronde terlewati tetapi wanita itu masih ingin di puaskan sang pria pun beristirahat sebentar lalu mengesekusinya dua kali setelah puas sang pria menyambar handuk menutupi area privasi lalu memanggil pemilik tempat itu.


Beril pun dengan wajah ceria berjalan menuju kamar itu dan mengetuknya, lalu pintu terbuka dan dia melihat gadis itu menggeliat menahan rasa untuk di puaskan. " Ayo tuan kenapa berhenti saya masih ingin," katanya dengan tatapan sayu.


"Obat lo luar biasa dia memang masih perawan tadi, sekarang tidak sudah gue ambil tapi dia masih mau tuh, gue sudah sangat puas tapi besok, atau lusa gue ingin yang ini sebelum ada lagi yang masih perawan, kalau lo mau boleh pakai dia sekarang mumpung dia masih dalam pengaruh obat lo, gue tinggal mau mandi dulu.


"Kenapa buru-buru setelah giliranku dan mbah Harjo kita main bertiga bagaimana? Bakal seru," usul Beril tanpa mengenal rasa kasihan.


"Ok! Deh, aku tunggu di sini," kata pria itu duduk di sofa kamar, tak lama kemudian mbah Harjo datang bergabung sambil melihat permainan Beril.

__ADS_1


Tuan Beril ikut menikmati tubuh polos gadis itu lalu mbah Harjo kemudian mereka pun melakukan bersama-sama.


Begitu selesai sang gadis dalam ke adaan masih polos di kembalikan ke gua itu dan ditunggui oleh tuan Beril dan Mbah Harjo. Saat tersadar dia terkejut dengan keadaan dirinya.


"Apa yang terjadi dengan saya mbah kenapa tubuh saya terasa tak bertulang dan nyeri, mana pakaian saya mbah? saya malu sama embah," kata gadis itu.


"Lah semalam itu kan kamu jadi pengantinnya yang menunggu tempat ini, yaa jadi beginilah keadaan mu ndok, Maaf kamu harus berkorban untuk desa kamu, agar hujan segera turun dan kamu sudah tidak bisa lagi menikah dengan pria lain jika sudah menikah dengan penunggu di sini dan tidak bisa kembali ke desa, yang bisa kamu lakukan hanya ikut tuan Beril bekerja dengannya kau akan mendapatkan uang banyak," kata mbah Harjo sambil menelan salivanya karena melihat tubuh polos sari, dia juga tidak bisa mengulang ke indahan tadi malam karena gadis itu sudah sadar sepenuhnya.


Tuan Beril berjalan mendekat pada sari yang tergeletak di atas batu berbentuk persegi panjang yang menyerupai ranjang itu.


"Maaf, aku merasa kasihan saja pada kamu dalam keadaan seperti ini. Aku ingin mengobati lukamu itu, pasti sakit kan," kata Beril pada gadis itu sambil mengoleskan salep pada luka Sari.


"Ayo ikut saya mumpung masih petang matahari belum terlihat, jangan sampai para pemuda melihat seperti ini, kau bisa malu," kata Beril pada gadis itu.


"Pakaian sudah hancur tercabik-cabik, sudah tidak usah pikirkan pakaian toh yang melihat dirimu cuma aku dan Mbah Harjo," kata Beril sambil mengangkat tubuh polos Sari dan di masukan dalam helikopter. "Saya bawa yaa mbah," kata Beril bersandiwara.


"Tolong jaga dia Tuan, kasihan dia," kata mbah Harjo pura-pura bersimpati.


Helikopter pun mulai jalan dan lepas landas meninggalkan tempat itu. "Beuh, kalau begini caranya aku akan jadi cepat kaya dan bawah atas kenyang," kekehnya sambil pergi meninggalkan tempat itu menuju tempat tinggalnya.


Sementara itu di markas Bareskrim sedang membahas tentang rumah mewah yang menjadi tempat hiburan terselubung memperkerjakan banyak wanita cantik di sana, di depan nampak sebuah restoran western ternama. Namun di situ lah tempat transaksi mereka di ruang privasi yang tertutup, jika sudah terjadi kesepakatan bisa menyewa kamar di lantai atas.

__ADS_1


Di ruang privasi yang terhubung pintu rahasia itu gadis-gadis akan di panggil dan pelanggan bebas memilih wanita mana yang akan menemaninya semalaman dengan harga yang mahal dan layanan spesial.


Polisi sudah menyelidiki berkali-kali. Namun belum menemukan titik terang. Mereka rapat di ruangan tertutup dan mulai mengatur strategi.


Setelah selesai mereka pun bubar Vino berjalan menghampiri Belvi. "Vi, tunggu!" panggilnya.


"Ada apa lagi Vin?" tanyanya.


"Tolong mundur lah dari kasus ini, kasus kemarin masih akan meninggalkan masalah yang sangat membahayakan mu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu," kata Vino di sebuah lorong yang sepi.


"Aku tidak mau Vin, aku tidak bisa mundur begitu saja pada tugas ini!" kata Belvi menghindari tatapan tajam mata pria itu.


"Kenapa? Kau tahu tempat itu sangat bahaya buatmu, penuh manipulatif, jika kau bertarung aku tidak meragukan itu tapi apa kau bisa melawan dengan obat-obatan terlarang bahkan obat perangsang bisa saja di campurkan saat kamu bekerja di sana sebagai pelayan, dan pasti mereka akan mengincar mu karena kau cantik," jelas Vino.


"Karena itu tugas Vin, aku tidak bisa mundur, kenapa kau bersikeras melarang ku?" tanya Belvi kepada


"Karena aku menguwatirkan mu dan aku peduli," katanya


"Hanya itu?" tanya Belvi pada Vino.


"Ya, hanya itu tidak ada yang lainnya," kata sambil menunduk tajam.

__ADS_1


"Kalau begitu aku tak akan mundur," jawab Belvi sambil meneruskan langkah meninggalkan Vino yang termangu di tempatnya. Setelah sadar dia pun mengejar gadis itu yang sudah menjauh darinya.


__ADS_2