
Di sebuah Rumah besar nan megah, di salah satu kamar yang berkesan mewah dan begitu luasnya dengan gaya interior yang mewah serta artistik, seorang pria paruh baya dan seorang pria berusia tiga puluh tahun dan dia belum menikah, karena memang dia tak berniat menikah.
"Dadd, sudah kau temukan gadis itu, aku menginginkannya dia sangat cantik dan tatapannya begitu tegas, sangat mengairahkan," kata pria itu pada sang ayah.
Pria paruh baya itu terseyum. "Dia sudah dikamar sebelah, sedang dipersiapkan untukmu," kata pria paruh baya itu.
Pria itu mempunyai kelainan sek yang membuat sang ayah mencari beberapa gadis untuk memenuhi kebutuhan sang putra dan dia sendiri pun yang sama dengan sang putra, setelah pria itu bosan maka akan di lempar di koleganya yang mempunyai kegemaran yang sama serta punya kondisi yang sama dengannya dan putranya itu. Dia akan menikmati wanita yang lain yang tidak di pilih putranya atau sama-sama menikmati secara bergantian.
Damian Marley seorang pengusaha kaya raya dia sudah enam kali menikah, dan semuanya wanita yang dinikahinya meninggal dunia karena tidak kuat dengan gairah tinggi Damian.
Yang bertahan lama adalah nyonya Valeria istri pertamanya lima tahun pernikahannya wanita itu meninggal dunia dengan memberikan dua putranya yang berjarak dua tahunan, Hansel Marley dan Ari Marley keduanya berprofesi sebagai dokter. Hansel dokter bedah dan Ari dokter kandungan.
__ADS_1
Kedua putranya itu sangat berbeda perangai, Hans mirip dengannya sedangkan Ari perasaannya sangat lembut, Ari tinggal di rumah berbeda bahkan dia tidak tahu jika sang ayah mempunyai rumah besar di tengah hutan yang tersembunyi dan sangat besar ada jalan khusus yang tidak sembarang orang tahu.
"Kenapa mereka begitu lama, Dadd, aku sudah tidak sabar menunggu," tanya Hans kembali pada sang ayah.
Sementara gadis yang bernama Cahaya sedang berdebat dengan dua wanita yang mempunyai perawaan kekar itu.
"Aku akan pakai baju itu sendiri, lagi pula aku juga harus mandi, tuan muda mu tidak akan berselera jika bau badan ku tidak enak, bukan?" katanya pada pengawal wanita itu.
Di dalam kamar mandi Cahaya mulai berbicara sendiri, mengumpat sepuasnya, setelah membersihkan diri lalu merogoh saku baju untuk mengambil racikan obat-jabatannya. ditariknya rusuk konde rambut yang terbuat dari gading gajah peninggalan nenek moyang itu, lalu dimasukan obat-obat itu kedalam tusuk kondenya kemudian di gulungnya lagi rambutnya dan di pakainya kembali hiasan rambutnya itu.
Gadis itu kemudian memakai baju yang di berikan oleh pengawal rumah itu, dia menghembuskan nafas kasarnya. "Sial! Baju ini tidak bisa menutupi tubuhku sama sekali, melarikan diri jelas tidak mungkin," umpatnya kesal.
__ADS_1
Mau tidak mau dia harus merelakan tubuhnya di nikmati oleh mata-mata lelaki durjana itu, terdengar keras ketukan pintu dari luar kamar mandi.
"Nona, cepat keluar atau ku dobrak pintu ini! Kau terlalu lama di dalam," teriak pengawal wanita itu.
Cahaya pun akhirnya keluar. "Anda cantik sekali, Nona, tapi kenapa kami tidak pernah melihatmu di desa itu, bukan karena wanita gila itu tuan muda tak akan menemukan gadis secantik anda, Ayo ikut kami tuan muda sudah menunggu," kata pengawal wanita itu.
"Tapi saya belum berdandan, malu jika kelihatan kucel sama Tuan muda mu itu, tidak apa-apa lama bukan? Jika untuk mendapatkan pelayanan istimewa," kata Cahaya sambil mengambil bedak di dalam tasnya dan di sapukan ke wajahnya lalu di oles lipstik ke bibirnya.
"Aku sudah selesai ayo," katanya pada si pengawal wanita itu.
Pengawal itu pun menyuruh Cahaya untuk berjalan terlebih dahulu, Cahaya mengepalkan tangannya dengan sangat kuat dia benar-benar dalam keadaan terjepit, tidak bisa berbuat apa apa-apa di membaca surat apa yang yang di bisa memohon kepada Allah agar bisa di selamatkan dari rumah laknat ini.
__ADS_1