Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 85


__ADS_3

Setelah perjalanan selama enam jam mereka sampai dan turun dari bandara.


"Kita akan mencari mobil untuk mengantarkan kita di tempat itu, kalian tidak akan menyesal dengan perjalanan ini karena memang di sana pemandangannya sangat indah sekali," kata tuan Beril


"Benarkah itu, Tuan?" tanya Vivi.


"Itu mobil sudah datang, kita ke sana. Kalian masuk dulu ke mobil tunggu di dalam, aku mau ke toilet sebentar," kata sambil berjalan berlawanan mencari toilet.


"Ayo kita kesana dulu kak, Ruri!" ajak Vivi.


"Vivi, dengarkan aku, mungkin kita dalam bahaya jangan masuk dulu sebelum kita tahu ada siapa saja, jadi tetap di luar," kata Ruri.


"Baiklah," kata Vivi.


Sementara itu, di mobil ada sekitar lima orang di tempat duduk tengah ada tiga orang dan di depan ada dua orang, menunggu gadis-gadis itu masuk dalam mobil.

__ADS_1


Beril yang memisahkan dari rombongan menatap aneh dan curiga kenapa mereka tidak kunjung masuk ke dalam mobil, akhirnya Beril menelpon anak buahnya. "Lancarkan rencana B," perintah Beril melalui telepon seluler.


Tiba-tiba ada 10 orang menghadang dua gadis itu.


"Ah, siapa mereka, kak, kemana juga Tuan Beril mengapa begitu lama gak kembali-kembali," gerutu Vivi.


"Dengarkan aku, Vi, Dia tidak akan datang karena kita akan di jadikan pemuas nafsu dengan dalih ritual adat. Jika nanti kau tertangkap, jangan minum apapun apa lagi dari gelas bambu," kata Ruri yang siap menyerang.


"Mbak aku menyesal menerima hadiahnya, aku takut," kata Vivi.


Vino yang sedikit kehilangan jejak sedang mencari keberadaan Belvi melihat ada sebuah perkelahian yang tidak seimbang karena satu lawan 8 orang dua orang sudah tumbang bersama Vivi yang menghilang dari tempat itu dan mobil pun berjalan tanpa Belvi yang sedang bertarung.


Karena banyaknya lawan dia tak sanggup melindungi Vivi yang berhasil di tarik tangannya oleh seorang pria kekar dan membiusnya dengan saputangan yang telah diolesi obat bius. Kemudian dibawa ke mobil lalu mobil itu pun pergi.


Orang itu kembali akan membekap Belvi dari belakang, Vino yang sudah mulai dekat itu pun mengetahui gelagat orang itu seketika itu dengan cepat tangannya meraih tangan orang yang membawa obat bius di saputangannya itu dan menekukkan kedepan serta menaruh di hidung orang itu sendiri. Lelaki itu pingsan.

__ADS_1


Belvi yang kewalahan melawan tujuh orang itu terkena sabetan pisau di pinggangnya darah membasahi pakaiannya.


Vino yang melihat itu dengan bergerak cepat menusukkan jarum-jarum bius kepada enam orang karena yang satu sudah di lempar Vino dengan pisau kecil dan menancap tepat di perutnya.


Enam orang itu jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri karena obat bius yang mengenai mereka.


Vino melucuti pakaian dari salah satu dari mereka kemudian menghampiri Belvi dan membalutkan kemeja kepunyaan Lawannya lalu mengikat agar darah tidak keluar terlalu banyak, dia memapah Belvi menuju toilet


dan di dudukan dilantai.


"Bertahanlah Vi, setidaknya di sini sangat ramai mereka tidak mungkin mengejar kemari," kata Vino.


Vino meletakan tas ranselnya di lantai lalu membukanya dan mengambil kotak obat.


"Aku harus membius mu, Vi agar kau tak sakit saat ku jahit lukamu itu," kata Vino.

__ADS_1


"Jangan dan jahit saja! Biar aku menahannya aku tak mau dalam pengaruh obat bius mungkin orang-orang masih mencari kita," jawab Belvi pada Vino


__ADS_2