Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 23


__ADS_3

Kenapa gue, Tan, lo kalau kawatir gue suka sama cewek lo, itu salah besar, hati gue sudah pergi dibawa Gloria, Tan.


Tak ada yang tersisa sama sekali," kata Vino menatap tajam.


"Kemana dia? Hingga membuatmu sebagai pria asing bagi kami, Vin," kata Natan.


"Untuk apa kalian ingin tahu?" tanya Vino.


"Mungkin kami tak bisa menghibur mu, tetapi kami ini temanmu, sekalipun kami ini brengsek, kami tetap berdiri di sisimu sebagai sahabatmu, Vin, lalu kenapa kau tidak pernah bercerita pada kami?"


"Bagaimana aku bercerita kepada kalian merasakan saja rasanya ingin mati, jadi jangan menuntutku cerita kepada kalian, tidak perlu mencarinya untuk ku, karena dia tidak ada di dunia ini, dan untuk kalian lebih baik nikah jika belum bisa lebih baik saling menjauh agar kalian tak lakukan dosa tiap hari," kata Vino sambil menatap jauh dengan tatapan kosong.


Suara adzan membuat Vino menatap mereka dan berkata," solat magrib dulu deh, Jevelin sama laura saja dan Roan sama Natan," kata Vino dengan menjalankan motornya, tetapi karena teman-temannya tak segera menaiki ia menoleh kebelakang lagi, "Ayo! Apa yang kalian tunggu?" tanya Vino pada mereka.


"Kamu deh, kami nanti menyusul," kata Roan


"Ok! Aku tunggu di sana, yaa," kata Vino pada mereka lalu melesat menuju arah masjid.


Tak lama kemudian, Belvi datang dan meminta tasnya. Trimakasih, yaa, kalian baik sekali," kata Belvi pada mereka sambil mencangklongkan tasnya di pundak.


"Apa kami baik?" tanya mereka pada Belvi


"Hem, akan lebih baik jika mengurangi itu tadi yaa," kata Belvi terkekeh lalu meninggalkan mereka dan menuju masjid yang sama sambil menunggu vino masuk

__ADS_1


duluan ke dalam masjid, lalu ia pun masuk ke halaman masjid dan memarkirkan motornya setelah itu dia masuk ke shaf wanita dan mengambil air wudhu di tempat berwudhu wanita, lalu dia mengambil mukena yang ada di tasnya dan memakainya lalu bersiap sholat magrib berjamaah.


Setelah selesai Belvi menunggu motor Vino pergi duluan. Namun dia tidak pergi melainkan berjalan ke motor Belvi, dan dia semakin gelisa


pasalnya kemarin dia membuntuti motor Vino sampai ke klub beladiri, dia kawatir sekali kalau sebenar Vino tahu bahwa dia membuntuti pria itu.


Belvi melihat sepertinya Vino bertanya pada tukang parkir, motor siapakah ini, Dadanya semakin berdegup kencang, dan dia semakin gelisa saat Vino tidak kunjung pergi.


Hingga beberapa saat kemudian Vino berpamitan pada tukang parkirnya dan menjalankan motornya keluar dari masjid.


Vino yang menjalankan motornya tidak terlalu kencang dia ingin tahu siapa pengguna motor itu sebenarnya.


Belvi yang merasakan curiga bahwa Vino akan menghadangnya hingga akhir dia tidak keluar-keluar.


Vino yang merasa bosan menunggu, motor yang di tunggu-tunggu tak muncul-muncul dia yakin kalau motor itu adalah yang membututi kemarin. Karena terlalu lama menunggu dia pun melajukannya motornya dengan dengan kecepatan kencang menuju club Anggar dan dia menanti pemotor itu di sana karena seperti yang bermain Anggar dengannya adalah pemotor itu. Vino begitu penasaran dengan pemilik motor itu. Sepertinya seorang perempuan tapi kenapa dia membututi ku yaa? batinnya


Setelah di rasakan sudah lama menunggu Vino, Belvi memacu motor nya ke club Anggar.


Dia tersenyum dan berhenti sejenak lalu memasang penyamaran dengan mengunakan gigi tonggos dan tahi lalat di di atas bibirnya lalu ia kembali memakai helm lalu melajukan motornya dengan kecepatan kencang menuju club yang sama dengan Vino dia pun masuk di area parkir dan memakirkan dengan jarak yang berjauhan dengan motor Vino, setelah itu dia pun masuk.


Saat ini dia tengah berhadapan dengan Vino, Vino menyerangku dengan amat gesit sepertinya kemarin hanya untuk mengukur kemampuanku sekarang dia benar-benar sangat lincah aku keteteran.dan dia memenangkan sesi satu.


Belvi sudah tidak mau memperpanjang pertandingan lalu dia berganti pakaian dan keluar menuju motornya sesampainya di sana aku pun terkejut karena Vino sudah ada di sana menunggu motor, ini motormu sambil menatapku tajam, aku mengangguk, dia tidak bertanya lagi mungkin dia menganggap perkiraannya meleset.

__ADS_1


"Baiklah maaf aku kira kamu orang yang kukenal, ternyata bukan," katanya pada Belvi lalu berjalan ke motornya sendiri, kemudian dia menaiki motornya dan dengan cepat melesat meninggalkan tempat itu.


Belvi menghelah nafas dia menaiki motornya, entah kenapa dia jadi engan untuk mengikuti Vino sudah tak seantusias kemarin yang ingin tahu segalanya tentang Vino.


Belvi menaiki motor dan mulai menjalankannya lalu dia pun melesat meninggalkan tempat itu tujuannya sekarang adalah pulang ke rumah tak ingin mengikuti Vino lagi tapi alangkah terkejutnya dia ketika dari kejauhan terlihat Vino duduk di motornya dan di depan rumahnya Belvi akhir membelokan serta mengarahkan ke tempat lain.


Suara handphone terdengar di dalam tasnya dan buru-buru menerimanya.


"Aku di depan rumah mu keluarlah," kata Vino.


"Aku tidak di rumah Vin, aku lagi di toko buku, sedang mencari buku yang ku inginkan," kata Belvi berbohong.


"Dengan siapa? Dengan ayahmu tanya Vino pada Belvi.


"Tidak aku sendiri dan sudah mau pulang." kata Belvi di sambungan telepon.


"Di toko mana?" tanya Vino kembali.


"Di toko Anugrah," kata Belvi


"Jangan pulang dulu aku akan kesana," kata Vino lalu menutup telponnya.


Belvi terbengong saat Vino menutup telponnya tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara, lalu menepuk keningnya. kemudian dia mengirim pesan pada Natan untuk mengambil motornya di toko Anugrah setelah itu segera melajukan dengan kecepatan sangat tinggi mampir ke butik sebentar dan membeli pakaian tanpa memilih setelah itu di masukan kedalam tasnya, setelah itu dia kembali memacu motornya dengan kecepatan tinggi dan bisa menyalip Vino dia terus berjalan tak peduli Vino mulai mengejarnya lalu membelokan motornya di mushola dekat toko Anugrah, Vino tidak mengikutinya. Dia mengirim pesan kepada Natan kembali dan memberitahukan posisi di mana dan mengirimkan lokasi melalui pesan WA lalu bergegas berganti pakaian.

__ADS_1


Tak lama menunggu, Natan sampai, Belvi mengambil Dompetnya dan memberikan tasnya pada Natan yang datang bersama Laura. Laura mengambil tas tersebut dan segera turun dari motor Natan serta menerima kunci sambil tertawa. "Kenapa kalian kejar-kejaran seperti kucing dan tikus?"


Belvina hanya tertawa, lalu berjalan keluar dari halaman mushola, sementara Laura sudah naik di motor Belvi sambil berkata, "Besok ambil di apartemen Natan, yaa," perintah Laura, tanpa menoleh Belvi mengangkat dan mengacungkan ibu jarinya ke atas dan berjalan cepat ke toko buku Anugerah.


__ADS_2