Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 92


__ADS_3

Setelah tiba di rumah Sari Vivi diajak ke dalam kamarnya lalu Sari memberikan baju pada Vivi agar bisa berganti pakaian sebab saat ini TV masih mengenakan pakaian pengantin yang dijadikan ritual saat berada di Gowa.


Setelah berganti pakaian Vivi pun menyusul Sari membaringkan tubuhnya di atas kasur berbahan kapuk itu.


memang sangat berbeda dengan tempat tidurnya di rumah akan tetapi ini lebih baik daripada harus berada dalam cengkraman tuan Beril.


"Trimakasih banyak telah menolongku, aku tak tahu apa yang harus kulakukan untukmu agar bisa membalas segala kebaikanmu padaku," kata Vivi pada Sari.


"tidak perlu melakukan apapun untuk membalas Apa yang kulakukan padamu karena semua itu memang sudah direncanakan ketika kami tahu bahwa kalian akan pergi ke sini kami berangkat satu hari sebelum kalian, itu sebabnya aku mempunyai waktu untuk bisa memberitahukan kepada warga Apa yang terjadi pada diriku sehingga penduduk desa bersepakat untuk menangkap pasal Pak Harjo yang selama ini selalu membuat keresahan, karena setiap apapun yang terjadi di desa ini akan di sangkutkan dengan ritual adat itu," kata Sari.

__ADS_1


"jadi Kakak adalah korban sebelum aku, lalu apa yang terjadi sampai Kakak bisa melarikan diri dari Tuhan beri," tanya Vivi.


Aku tidak melarikan diri tapi aku telah ditolong oleh seseorang yang menebusku pada Tuhan beri dengan sangat mahalnya padahal dia mendapatkanku dengan begitu gratisnya," kata Sari.


"Kakak jika hal ini sangat melukai hatimu lebih baik tidak usah dibicarakan lagi maafkan aku telah mengungkit kepahitan mu, ayolah kita tidur! Karena malam sudah larut," kata-kata Vivi.


Setelah berbincang-bincang cukup lama mereka pun mulai tertidur dan terbangun saat suara ayam berkokok Mereka pun terbangun lalu saling bergantian membersihkan tubuhnya kemudian mereka melakukan sholat berjamaah.


bisa kata senang membantu orang tua Sari memasak makanan saat itu. satu jam kemudian makanan pun jadi mereka membawanya ke dalam ruang tengah yang dialasi dengan tikar yang terbuat dari pandan semua menu makanan ditaruh di atas tikar beberapa polisi sudah duduk di bawah dengan melingkar Vi dan Sari sendiri berada gitu aja ke ruangan yang paling ujung.

__ADS_1


Mereka makan dengan lahap dari menu yang sederhana, Vivi pun sangat menikmati suasana di rumah Sari apalagi di desa ini yang menurutnya begitu sangat nyaman dan hangat.


di ruang tengah masih banyak lah perwira polisi yang sedang bercakap-cakap membahas sesuatu.


Vivi beranikan diri untuk bertanya tentang temannya yang pergi bersama dengannya.


"Tuan Apakah anda bertemu dengan nona Ruri," tanyanya pada perwira polisi itu.


Gadis itu kemarin mengalami luka sayatan pada tubuhnya jadi dia harus dilarikan ke rumah sakit terdekat di sekitar bandara nanti kita akan pergi ke sana setelah semua yang di sini telah selesai sehingga nanti kami bisa membawa serta mereka pergi ke kota agar tidak menggunakan pesawat domestik.

__ADS_1


"Apa lukanya tidak parah?Aku sungguh sangat mengkhawatirkannya karena diriku lah dia terluka," katanya sambil menunduk.


Nona Ruri tidak apa-apa memang sempat kehilangan banyak darah tapi sudah teratasi dari kemarin siang sehingga keadaannya pun saat ini mungkin lebih baik dari yang kemarin," kata salah satu dari perwira polisi.


__ADS_2