Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
BAB 94


__ADS_3

Vivi tersenyum kecut, dia menunduk tajam.


"Pria itu tak terjangkau, Vi, dia sulit untuk berpindah hati, jangankan kau aku saja sulit menjangkau hatinya, bahkan aku tidak tahu apakah hatinya sekarang milikku atau milik kakakku, aku sendiri tidak tahu," kata Belvi membuat mata sari terbelalak lebar.


"Kakakmu?" tanya Sari


"Iya kakakku tepatnya kembaranku," jawab Belvi tersenyum lalu melanjutkan makannya.


"Kembaran mu? Tetapi aku melihat sinar cinta di matanya hanya untuk mu kak Ruri," kata Sari pada Ruri


Vivi duduk di sofa dengan wajah murung, dia kecewa karena Ruri tidak melepaskan Vino untuknya.


Sari berjalan menuju sofa setelah duduk di pinggir ranjang menemani Belvi yang tengah makan, dia pun duduk di sebelah Vivi. "Kau baru saja bertemu dengan tuan Al, mala meminta sesuatu yang aneh pada teman mu, dan kau pun tidak tahu siapa tuan Al, aku perna bersamanya dengan pakaian minim yang tidak mampu menutupi tubuhku polos ku, dan dia tidak melirik sama sekali padaku, sedangkan untuk wanita itu, lihatnya betapa cueknya dia pada pria itu, tetapi mampu membuat tuan Al melakukan segalanya untuk melindungi gadis itu, lihat kita seujung kuku pun kita tak sanggup bersaing dengannya," kata Sari.

__ADS_1


Vivi menatap dalam sari. "Benarkah kau perna bersama pria itu?" tanya Vivi dengan heran.


"Ya, bahkan satu kamar di hotel, dan dia tidak mendekatiku sama sekali malah aku berikan baju yang tertutup dan dia meninggalkanku seharian di sana," jawab Sari.


"Apa? Betulkah itu kalian satu kamar dan dia tidak berbuat apa-apa?" tanya Vivi.


"Iya, apa dia normal?" tanya Vivi.


"Tentu saja normal hanya saja dia tidak mau melakukan dosa dan yang jelas dia tidak tertarik dengan diriku sehingga dia tidak bisa melakukan itu," papar Sari pada Vivi.


"Tidak usah ingin tahu kita bicara apa? Kamu cukup melihat kami berbicara saja, iyakan Vivi," kata sari pada Belvi.


"Kenapa kalian pelit aku ingin sekali tahu apa yang kalian bicarakan," jawab Belvi.

__ADS_1


"tidak semudah itu nona kami akan tetap merasakan kepadamu," kata Sari.


"Oke jika kalian pelit maka sekarang juga kalian boleh pulang buat apa punya teman pelit berbagi cerita saja tidak mau apalagi aku minta sesuatu hal yang berharga dari kalian," kekehnya


"Kenapa kok kejam sekali sekarang mana rasa impatimu terhadap teman, Ri?" jawab Vivi dengan ketus.


hai kok lebih galak dari aku coba lihat, kalian benar-benar tidak menghormati orang yang sedang sakit masak gosipin orang gak bilang," kata Belvi.


Ya udah kalau begitu kita pulang saja tak yang lagi Sudah sembuh apalagi ada keluarga mereka yang banyak begitu banyaknya,"


sudah ya Kak Ruri kita akan pergi biasanya Kak Sari nanti kalau kakak sudah sembuh maka kita akan pulang bersama-sama itu sih kata bapak-bapak yang berseragam di diluar," kata Vivi.


Hai jangan ngambek dong tungguin aku sebentar saja aku masih kangen dengan kamu Vi jadi tolong jangan pergi dulu kita bisa bisa saling curhat untuk mengurangi kerisauhan kalian itu sebabnya saat ini aku ingin bersama kalian emang betul sih ada tapi tidak akan bisa membantuku dalam berbagai hal,"

__ADS_1


Sementara itu Vino sedang berbicara tentang dirimu beberapa ?"


__ADS_2