
Vino berjalan cepat menyusul Belvina. "Vi, tunggu!" teriak Vino sambil menarik lengannya hinga menabrak tubuh pria itu, belvi terbelalak. Vino terkekeh, sedikit mundur kebelakang lalu melepaskan tangannya Belvi.
"Apalagi si Vin, kan sudah jelas aku tidak mau mundur apa yang perdebatkan lagi," kata Belvi
"Demi aku, Vi, feeling aku tidak bagus tentang ini," kata Vino lagi.
"Jika hanya itu aku keberatan mundur dan jangan kau katakan bahwa kau kawatir karena kau adalah mantan calon iparku itu tidak berlaku pada ku," kata Belvi berapi-api.
"Tidak, bukan itu," jawabnya sambil menunduk.
"Lalu apa?" tanya Belvi pada Vino.
"Apa aku harus punya alasan untuk bisa mencegah mu ikut dalam misi ini Vi? Aku tidak memintamu untuk mundur dari kesatuan kecuali nanti ...."
Belvi menghela nafas. "Kecuali apa,Vin? Kau tahu bahwa ini tugas ku dan aku senang melakukannya bahkan ketika aku dapat menyelesaikan misiku dengan baik itu adalah kepuasan tersendiri buatku, Vin. Karena itulah aku tidak bisa mundur dari kasus ini," kata Belvi,
"Baiklah, jika begitu kau harus menghubungiku saat benar-benar dalam keadaan genting Vi, kau mau berjanji padaku Vi?" tanya Vino pada Belvi.
"Baik, aku akan menghubungi dalam keadaan Darurat," kata Belvi pada Vino.
"Ada lagi yang ingin katakan Vin, jika tidak maka aku akan pergi," kata Belvi kembali.
__ADS_1
"Tidak, itu saja yang ingin ku katakan," kata Vino.
Belvi berjalan menuju motornya sambil bergumam lirih, "Kenapa kau tidak katakan saja kalau kau mencintaiku dan kau ingin aku mundur dari kasus ini maka aku akan mundur sayangnya itu tidak kulakukan."
Vino masih bisa mendengar ucapan Belvi. Namun dia hanya diam saja dipandangi gadis itu mulai dari menghidupkan mesinnya hingga motor itu melaju dengan sangat cepatnya.
'Apakah aku mulai menyukaimu Belvi, kau kau memang berbeda dengan kakakmu tapi kenapa sekarang itu adalah pesona yang luar biasa darimu, aku benar-benar tidak tahu hatiku yang sesungguhnya,' batinnya
Vino berjalan gontai menuju motornya. dengan hati galau dia menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi, hari ini pun dia tidak ingin pulang ke rumah Vino langsung menuju apartemennya dia ingin mendinginkan otak dan hatinya untuk benar-benar berpikir apa yang di hatinya itu memanglah benar jika itu benar maka dia akan katakan ke Belvi suatu saat nanti.
30 menit perjalanan akhirnya gak sampai di apartemennya,
yang memasuki lift yang mengantarkannya ketempat tinggalnya.
"Aku berjanji padamu untuk menjaga adiknya Glow, Apa kau bahagia jika aku bersama adikmu," gumamnya lirih.
Sementara itu Belvi yang masih di jalan seperti ada orang yang membututi dirinya. dua pe sepeda motor terlihat mengejarnya karena Belvi tidak ingin terjadi masalah maka dia pun segera menuju motornya dengan kecepatan tinggi pernyataan ini dalam benaknya, 'Apakah orang-orang itu tahu siapa dirinya dan identitasku?' batinnya.
Setelah berjalan di jalan yang berkelok-kelok untuk untuk menghilangkan jejak agar mereka tidak mengejarnya lagi,
Belvi pun Akhirnya sampai ke rumah dia memarkirkan motornya di garasi kemudian dia pun masuk dalam rumah lewat jalur tembus dari ruangan garasinya.
__ADS_1
Dia berjalan menuju kamarnya, dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, otaknya berputar siapakah yang membuntutinya tadi, apa ada hubungan dengan tugas terakhirnya yang gagal itu.
"Ah masa bodoh, Kenapa aku begitu kepikiran apa yang dia katakan padaku," gumamnya lirih lalu bangkit dari ranjang menuju ke kamar mandi, 30 menit kemudian dis keluar dengan wajah yang segar setelah itu dia pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
waktu terus bergulir malam pun semakin larut Belvi tak sanggup memejamkan matanya sedikitpun, dia masih berpikir tentang apa yang dikatakan Vino dan apa yang terjadi ketika dia berada di jalan waktu pulang dari rapat.Tiba-tiba terdengar dering telpon, Belvi menyambar telponnya dan menerima panggilan yang ternyata Vino.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Vino pada Belvi.
"Kau tahu?" tanya Belvi kembali
"Ya, berhati-hatilah, jangan lengah dan jangan minum dan makan di sana, kau harus waspada Bel, Ahh kenapa kau tak mundur saja agar aku tidak mencemaskan, dihari terakhir misi kita itu saja kau membuatku sangat khawatir apalagi yang ini akan membuatku susah bernafas apalagi yang ini," kata Vino pada Belvi
"Kau berlebihan Vin, kau tidak perlu mencemaskan ku aku ini bukan siapa-siapa kamu," kata Belvi dengan ketus.
"Aku harus apa Vi? agar kau mau menuruti apa yang ku katakan padamu, aku punya firasat yang tidak baik itu sebabnya aku memintamu untuk mundur dari kasus ini," kata Vino.
"Tadi kamu sudah tidak membicarakan ini lagi yang terpenting ketika aku dalam bahaya aku menghubungimu, jadi untuk apa kau risaukan hal ini, aku akan menghubungimu jika terjadi sesuatu yang tidak ku inginkan," kata Belvi.
"Baiklah aku berusaha mempercayaimu, tapi ku mohon tepati janjimu untuk menghubungiku jika dalam keadaan terdesak, kau mengerti!" kata Vino pada Belvi.
"Baik, aku janji!" jawab Belvi
__ADS_1
"Ya sudah, selamat malam, lekas tidur!" katanya lalu mengucapkan salam dan menutup panggilan teleponnya.
Belvi meletakan handphone-nya di atas nakas, lalu merebahkan kembali tubuhnya di ranjang, di pejamkan matanya dan berharap segera terlelap dan melupakan apa yang baru terjadi pada dirinya.