Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 81


__ADS_3

Beril menelpon Hans berupaya untuk meminta bantuan mengenai jaringan keamanan datanya, beberapa kali dia menelpon tidak ada respon, hingga akhirnya di angkat juga.


Beril bercerita tentang hal yang menimpah dirinya dan di dalam telpon dia berkata, "Hubungi Ja'far." dan telpon terputus.


Beril akhirnya menghubungi Ja'far dan Ja'far bersedia untuk membantu dengan nilai penawaran yang fantastis dan Beril menyetujuinya.


Setelah merasa akan baik-baik saja Beril pergi ke restorannya dan mulai mencari Ruri, entah kenapa dia selalu ingin bertemu gadis itu mungkin karena Ruri terlalu sulit untuk di dekati jadi membuat Beril tertantang untuk bisa membuat gadis ini menjadi target yang berikutnya.


Waktu tengah asik menikmati keindahan dan kecantikan seorang wanita, terdengar deru sepeda motor bersautan didepan.


Beril mengernyitkan dahinya 'Ada apa sebenarnya kok bising sekali, gak bisanya,' batin Beril


Dia keluar restoran dan menemui sekuriti. "Ada apa Pak kok di luar ramai sekali?" tanya Beril.


"Oh itu Tuan, gak tahu Tuan, sepertinya ada balapan," jawab sekuriti yang berwajah sangar itu.


"Tumben Banget, Ya biasa-biasa gak ada seperti itu," timpal Beril.


"Iya, Tuan, gak tahu, mungkin saja mereka tahu kalau di sini jalanannya itu sepi, dan pelanggan yang ke sini kan bukan mengisi perut saja, Pak," jawab sekuriti yang merangkap pengawal itu sambil terkekeh.


"Gimana, pesanan saya ada, ngak Pak?" tanya Beril,


"Ada, dua orang ni, Pak, satu janda kembang dan satunya masih ting-ting dan bodinya ... hem ... yahut nih, Tuan," kata sekuriti


"Boleh nih, tapi dia mau enggak soal sudah ada yang minta masih ting-ting,"


"Yang janda masih mau engak ni, Tuan karena janda kembang dia baru nikah satu jam suaminya meninggal kena serangan jantung," kata sekuriti itu.


"Kenapa kok kena serangan jantung?" tanya Beril ingin tahu.

__ADS_1


"Setela beberapa saat pernikahannya dia mendengar tempat usahanya terbakar ada barang berharga dan uang ludes ke bakar sedang rumah di dijadikan jaminan bank, dia terkejut dan langsung pingsan dilarikan ke rumah sakit sampai di sana dia meninggal. Tujuh hari setelah pemakaman, jandanya di tagih sama rentenir, kalau gak bisa bayar harus jadi istri bosnya.


"Bawa ke sini dia! Aku akan tawaran kan, janda ting-ting apa janda ting-tong?" tanya Beril.


"Statusnya saja, Tuan tapi semuanya kencang jadi bisa dibilang masih ori semuanya," kata sekuriti itu.


Di selah percakapan mereka terdengar suara deru motor bersaut-sautan kembali. Beril menghembuskan nafas merasa sedikit terganggu.


"Besok bawa mereka ke sini akan ku nilai mereka," kata Beril pada sekuriti itu kemudian masuk kembali ke restoran.


Beril menyapu tatapannya pada seluruh ruangan mencari seseorang yang selama ini ingin lihat walaupun hanya sebentar tapi matanya menangkap sesuatu yang sangat indah. "Hai, kemari!" teriak Beri


Serang wanita menoleh menatapnya lalu melihat ke kiri dan ke kanan lalu menunjuk dirinya, dan Beri mengangguk.


Gadis itu segera menghampiri lelaki matang yang masih sangat gagah.


"Apa Bapak memanggil saya?" tanya gadis itu


"Vivi, Pak," jawabnya sambil menunduk.


"Umur berapa? Tolong tegakkan wajahmu saat berbicara dengan saya.


"Iya, Pak, saya berusia 18 tahun pak," jawab wanita itu.


"Nanti sebelum pulang menghadap ke ruangan bersama Ruri," pesan Beril pada wanita itu.


"Baik, Pak," jawab gadis dan permisi untuk kembali menyelesaikan tugasnya pada Beril.


Beril kembali menyapukan pandangannya dan menemukan di mana Ruri berada, ia pun berjalan mendekati gadis itu.

__ADS_1


"Masih sibuk?" tanyanya tiba-tiba membuat gadis itu berjengkit.


"Eh, pak Beril bikin kaget saya saja," ucap Ruri.


"Saya cuma mau bilang nanti tolong ke ruangan saya sebelum kamu pulang, sama Vivi, ya," kata Beril.


Ruri mengernyitkan alisnya berfikir keras, untuk apa dia dan Vivi di suruh ke ruangannya.


"Ruri! Kamu dengar apa yang saya katakan?"


"Iya, Pak, cuma heran, untuk apa saya dan Vivi di panggil di sana, apa bisa di jelaskan di sini saja, Pak?" tanya Ruri.


"Oh tidak bisa Ruri harus di ruangan saya, ya sudah selesaikan tugasmu!" kata Beril sambil berlalu di hadapan Ruri berjalan kembali keruangan kerjanya setelah sampai di sana tak seberapa lama ada gadis masuk dan kemudian datang pria menjemputnya. terlihat transaksi sudah tiga kali hari ini.


Lalu Beril ke ruang privasi sudah menunggu beberapa lelaki dengan makanan ringan dan dua botol wine di sana lalu beberapa perempuan berbaris dengan dengan pakaian minim dan mereka memilih lalu di bawah pergi dari pintu yang berlawanan sehingga dari luar tidak pernah terlihat seseorang keluar membawa wanita seksi atau mereka akan langsung keatas dengan ruang kamar yang mewah untuk melakukan segala kesenangan mereka sesuai permintaan mereka.


Waktu berputar dengan cepat sudah jam sembilan malam, Ruri dan Vivi masuk keruangan Beril. Terdengar ketukan tiga kali dan suara menyuruhnya masuk, mereka pun masuk dalam ruangan lalu di mintanya mereka duduk di sofa.


Sebelum Beril mengatakan sesuatu pada mereka Vivi dengan perasaan was-was bertanya," Apakah kami akan di pecat, Pak? Apa kamu melakukan kesalahan-kesalahan? Tolong jangan di pecat, Pak! Saya baru saja bekerja hari ini, Pak!"


Beril tertawa. Yang pecat kalian itu siapa? Aku tidak sedang memecat kalian, aku akan umumkan berita bahagia pada kalian bahwa kalian terpilih untuk mendapatkan bonus sebesar dua puluh lima juta dan bonus berpergian keluar kota dengan saya dan Minggu depan kalian berangkat persiapkan kalian.


"Tepatnya tanggal berapa kami pergi?" tanya Ruri


"Untuk itu, nanti saja saya beritahukan lagi kalau sudah mendekati berangkat," kata Beril


"Wah, ini rejeki Vivi dan Mbak Ruri bisa liburan dan bonus gede," jawab Vivi.


"Apa kalian senang, jika kalian senang aku juga ikut senang, itu saja yang ingin saya sampaikan, sekarang kalian boleh pulang," kata Beril sambil tersenyum.

__ADS_1


Trimakasih, Pak," jawab Ruri sambil meninggalkan ruangan itu.


Dalam perjalanan keluar dari restoran Ruri berfikir keras bagaimana mencegah Vivi untuk tidak ikut liburan, jika Ruri melarangnya maka akan timbul kecurigaan. Bukan kah ini yang di tunggunya untuk bisa menangkap basah mereka.


__ADS_2