
Setelah sholat isya, Vino keluar menemui teman-teman di sirkuit untuk berpamitan dan juga balapan terakhir untuk yang di lakukan di sirkuit resmi karena saat ini dia sudah beda lagi, harus lebih menahan diri untuk melakukan suatu pelanggaran hukum yang akan menjadikan dia gagal dalam mencapai apa yang di raih saat ini.
Dia pun keluar rumah dengan motor kesayangannya berjalan di jalur yang tidak terdapat rambu lalu lintas dengan kecepatan tinggi dan tak seberapa lama, dia pun sampai dan berhenti di samping motor-motor mereka.
Mereka pun beradu tangan untuk tos sebagai selebrasi pertemuan mereka.
"Jadi juga kau mewujudkan keinginan mu untuk jadi polisi, kita akan lama untuk bertemu kembali," kata Rion
"Ya sesuai dengan perjanjian kita dulu ketika kita sudah lulus dari SMU sudahi balapan liar, jika kalian ingin tetap mengasah kemampuan kalian bisa di sini saja dia area resmi," kata Vino.
"Hai, siapa pemimpinnya, kenapa jadi kamu yang memutuskan?" tanya Rion.
"Tidak, buka begitu, tetapi hanya mengingatkan janji kita saja," jawab Vino sambil terkekeh.
Mereka pun mulai mengambil start dan pertandingan persahabatan pun di mulai dengan 14 kali putaran.
__ADS_1
...----------------...
Di meja makan di pagi hari yang cerah Albert, Naila juga Belvina duduk di sana untuk menikmati sarapan paginya. Pria itu melirik sang putri, Lalu menarik nafas perlahan dan mulai berbicara.
"Besok kau akan berangkatkan? tanya Albert pada Belvi,
"Iya, Dadd," jawab Belvi di sela makannya.
"Nanti Daddy pulang lebih cepat, kita akan keluar sebentar untuk menghabiskan waktu bersama sebelum kau pergi," kata Albert lagi pada Belvi.
Lalu Albert menoleh pada sang istri. "Nanti sepulang dari keluar bersama Belvi akan ku Jemput yaa," ucap Albert pada istrinya itu dan Naila pun mengangguk.
Setelah makan mereka pun berangkat bekerja, sementara itu, Belvi berada di rumah mengemas pakaiannya di dalam koper, setelah dia membuka Album foto, melihat foto-foto dia dan Ayahnya.
"Aku akan merindukanmu, Daddy," katnya sambil menatap foto pria yang menjadi cinta pertamanya itu.
__ADS_1
Hari semakin siang dia melaksanakan sholat dzuhur selepas adzan berkumandang.
Sambil menunggu sang Ayah datang, Belvi pun memakan puding buatan sang bunda lalu menikmati rasanya. Aku akan merindukan ini, batinnya.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya terdengar suara mobil datang dan berhenti tepat di depan rumahnya.
Belvi menyambar tas kecilnya, lalu berjalan keluar rumah dan menghampiri mobil sang ayah setelah dia Mengunci pintu rumah dan pagar kemudian dia masuk kedalam dan kendaraan itu berjalan meninggalkan Rumah dengan kecepatan sedang.
Hening tidak ada yang pembicaraan hanya lagu Coldplay lagu favorit mereka berdua mengalun menemani perjalanan di dalam mobil itu.
Tak lama kemudian, mereka sampai disebuah pantai yang indah, Albert menghentikan mobilnya tepat di parkiran area wisata pantai. Sambil melepaskan sabuk pengamannya sambil berkata," Maaf Ayah tidak punya waktu yang banyak untukmu sampai menunggu matahari terbenam di sini karena Bundamu sedang hamil jadi Daddy tidak sampai hati menyuruhnya untuk naik taksi."
"Tidak apa-apa, Dad, sebenarnya tak ada acara seperti ini pun aku juga tidak apa-apa, Dad. Bukankah kita selalu bertemu di rumah," katanya sambil tersenyum dan membuka pintu mobil setelah melepas sabuk pengamannya.
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju pantai, mereka menikmati kebersamaan di sore itu dengan berjalan di tepi pantai dan membiarkan kaki mereka diterjang air pasang.
__ADS_1
"Gloria juga menyukai pantai, kenapa kami berdua menyukai hal yang sama, apa karena kami berdua adalah kembar. Bahkan saat ini aku menyukai pria yang sama, Dad," katanya pada sang Daddy.