Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 72


__ADS_3

Disaat tuan Beril sedang marah karena semuanya gagal sejak tadi malam, tanpa sepengetahuan tuan Yuda dan Rania pergi di sebuah desa pelosok yang dia gunakan untuk menjebak para gadis yang masih perawan untuk di jual dengan harga fantastis setelah itu korban di jerat hutang pengobatan yang tinggi serta vidio syurnya membuat mereka tetap bekerja sebagai penjaja cinta dengan begitu banyak tekanan. Tak mudah bagi gadis-gadis itu untuk melarikan diri dari cengkraman tuan Beril.


Masih di udara Yuda mulai melakukan penyamaran begitu pula Rania di rombaknya wajah kekasih hingga jauh dari aslinya.


Perjalanan memakan waktu enam jam dari berangkat pukul lima pagi. Yuda menatap Rania tangannya begitu dingin mungkin ini tempat yang menakutkan baginya posisi pada saat itu di culik dan sekap lalu di jadikan ritual magis dan di lecehkan di ambil kehormatannya lalu dirusak karir dan dijadikan wanita penghibur kelas tinggi dengan harga fantastis.


"Apa aku bisa pergi dari tempat itu mas, aku tidak kuat rasanya aku ingin mati saja. andai Sora tidak membantuku apa jadinya aku," kata Rania.


"Sora, teman mu?" tanya Yuda.


"Iya, Sora apa kau kenal," tanya Rania pada Yuda.


"Tidak tetapi karena dia kau tidak harus melayani mereka," kata Yuda sambil tersenyum.


"Setelah perjalanan ini aku janji akan menebus dari Beril setelah itu ayo kita menikah, mungkin aku hanya bisa menawarkan menikah siri dulu Ra, apa kau mau Ra?" tanya Yuda.


Dia mengangguk. "Itu lebih dari pada aku harus berada dalam kekuasaan Beril," kata Rania.


"Baiklah sebetar lagi kita sampai bersiap-siap lah," katanya sambil tersenyum.


Helikopter sudah mendarat tepat di depan gua dekat air terjun, di tempat ini memang sengaja di bangun landasan untuk memudahkan Helikopter mendarat.


Rania dan Yuda turun dari Helikopter dan sesat dia melihat keadaan alamnya begitu indah namun tidak terekspos, sehingga di jadikan tempat tipu daya penduduk.

__ADS_1


Yuda dan Rania yang akan masuk ke dalam gua tiba-tiba di hadang seorang paru baya.


"Hai, Siapa kalian dan mau apa?" tanya lelaki itu.


"Saya dari dinas pariwisata ingin meninjau tempat ini, jika kami tidak boleh masuk kami bisa laporkan Anda," jelas Yuda.


"Baik lah, silahkan, kata orang tua itu sambil berlalu dari hadapannya Yuda dan Rania. Lelaki itu langsung menelpon seseorang dengan sangat seriusnya sambil sesekali melihat Yuda dan Rania. Mereka tidak peduli dengan pria paruh baya yang sebenarnya di kenal oleh Rania itu. Lelaki yang bernama Harjo itu sama sekali tidak mengenali Rania.


Yuda dan Rania masuk dalam gua tersebut di dalam gua itu terdapat telaga yang airnya berwarna hijau mereka terus masuk kedalam, dan menemukan obat-obatan terlarang. Yuda memotretnya dan mengirimnya ke markas.


"Sebaiknya kita sembunyikan saja dulu," kata Yuda di angkatnya dan di simpan di Balik batuan dan Yuda yakin di situ mereka tidak akan menemukan barang itu.


Rania kembali melanjutkan perjalanannya hingga menemukan ceruk jalan keluar yang hanya sebesar ukuran tubuh mereka dan harus merayap jika ingin keluar dari lobang tersebut.


Mereka kembali menyusuri tempat itu agar bisa melakukan eksekusi dengan sangat baik. coba kita susuri hutan ini setiap jalan Kita saat pohon agar nanti kita tidak tersesat," kata Yuda


"Baik lah aku menyayat sebelah kiri dan engkau menyayat sebelah kanan," kata Rania.


"Ayo kita lakukan," kata Yuda sambil tersenyum.


Mereka berjalan menembus hutan lebat sekitar seratusan meter dan mereka menemukan padang ilalang yang luas.


"Sebaiknya nanti kita mendarat di sini saja jadi mereka tidak tahu kalau kita menyusup, sekarang ayo kita kembali," kata Yuda sambil meraih tangan Rania.

__ADS_1


Mereka kembali menyusuri hutan untuk kembali ke gua yang tadi dia lihat. Beruntung mereka telah menyayat pepohonan sehingga bisa kembali ke tempat semula lalau merayap kembali masuk kedalam gua kali ini Yuda dulu yang masuk kedalam gua dan di susul Rania di belakangnya.


Setelah sampai terlebih dahulu Yuda menarik tangan Rania agar segera sampai ke dalam gua.


Selanjutnya mereka berjalan keluar dari gua dan di luar sudah menunggu pria paruh baya itu dan beberapa penduduk desa.


Seorang kepala desa pun berjalan mendekati mereka, dan bertanya, "Anda siapa mau apa sebenarnya ke sini?" tanya kepala desa merasa tidak senang entah karena mendapat hasutan dari lelaki paruh baya itu ataukah memang mereka sudah di doktrin oleh suatu kepercayaan yang dihembuskan oleh seorang yang berpengaruh dan mempunyai ilmu untuk menipu daya mereka.


"Tadi sudah saya bilang bahwa saya petugas dinas pariwisata untuk meninjau tempat ini apa bisa di gunakan sebagai pusat pariwisata alam karena tempatnya sangat indah, namun tak langsung bisa di jadikan tempat wisata perlu peninjauan kembali mengenai tempat ini," kata Yuda.


"Kami tidak ingin tempat ini di jadikan tempat pariwisata karena tempat sangat sakral adanya," kata kepala Desa.


"Kami tidak akan tahu kebijaksanaan pemerintah kota kami hanya di tugaskan meninjau dan melihat tempat ini serta memberikan bukti akurat saja selebihnya mereka yang memutuskan, itu saja yang ingin saya jelaskan pada Anda dan kami harus kembali ke kota," kata Yuda dengan tenang.


"Kalau begitu berikan mereka laporan yang buruk-buruk saja jangan yang bagus karena kami tak ingin tempat ini di kunjungi para wisata dari lokal maupun luar negeri sebab tempat ini sangat sakral," kata kepala desa.


"Kalau saya berkata bohong justru akan menyusahkan Anda semua jika saya bilang bahwa tempat ini tidak terurus dan jorok pada pemerintah daerah maka akan bertindak tegas karena ini masih milik daerah," kata Yuda.


"Baiklah terserah Anda saja yang penting kami sebagai perwakilan penduduk di sini tidak setuju di bangun tempat wisata, itu yang kami ingin sampaikan pada Anda dan tolong Anda sampaikan ke pemerintah daerah," kata kepala desa.


"Baik kami permisi dulu. Ayo Nik, nanti kalau kelamaan anakmu, nangis cari kamu aku saja nanti yang ke kantor kamu ke rumah urus anak dulu baru nanti nyusul ke kantor," kata Yuda sambil menggeret lengan Naura dan segera menyuruhnya masuk duluan kedalam helikopter.


Tak lama kemudian helikopter di jalankan beberapa orang terjatuh terkena kekuatan angin yang di hasilkan oleh baling-balingnya dan tak lama kemudian kemudian lepas landas dengan sangat sempurna.

__ADS_1


__ADS_2