
Beril menatap wanita yang terpejam itu, 'Memang sangat cantik, tetapi jika Ruri yang ada di sini, maka akan lebih cantik dari gadis ini,'
"Apa dia benar-benar dalam kondisi tidak sadar Harjo? Apa sudah kau pastikan dia telah meminum minuman itu?" tanya Beril.
"Sudah, tuan, malah di saksikan warga kampung yang mengantarkan ke mari juga," kata Harjo.
"Baiklah kalau begitu bantu aku angkat dia ke helikopter," perintah Beril.
Saat mereka mengangkat tubuh gadis itu hendak dibawa ke helikopter beberapa polisi menghadang mereka.
"Angkat tangan, letakkan gadis di bawah!" teriak salah satu dari polisi tersebut.
Beril terkejut menoleh ke Harjo.
"Maaf, Tuan saya tidak tahu mengapa ada polisi," kata Harjo Bingung.
"Nona bangunlah, Anda sudah sudah aman," kata polisi lagi.
__ADS_1
Vivi pun bangun, dan menatap nyalang pada Beril. "Andai ini yang akan terjadi pada diri saya pak Beril, saya tidak akan mau mendapatkan bonus apapun dari Anda," kata Vivi pada Beril sambil menampar pipi lelaki itu.
"Kau bandotan tua! seenaknya saja sentuh tubuh saya," kata gadis itu sambil menampar pria itu sebanyak dua kali.
"Beril menatap tajam pada Harjo, lelaki itu hanya mengangkat bahunya. Tiba-tiba saja penduduk desa datang di tempat itu menyaksikan apa yang terjadi.
"Jadi selama ini kamu menipu kami, Harjo, ternyata mereka kamu jual pada pria ini di kota, dasar bangsat, kau!" teriak kepala dusun.
"Lalu kemana mereka? Kenapa hanya Sari yang kembali? Jangan kau bilang bahwa mereka di pekerjakan di bordir!" teriaknya lagi sambil mencengkram krah kemeja Harjo.
"Sudah, Bapak-bapak biar kami bawah mereka untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan mereka," kata polisi pada kepala dusun dan juga penduduk desa.
Vivi mendekati seorang polisi dan bertanya, "Bagaimana dengan teman saya yang bernama mbak Ruri?" tanya Vivi.
"Dia ada di rumah sakit, sekarang sudah sangat larut malam Anda menginap saja di rumahnya nona Sari," kata polisi itu
Seorang wanita yang masih belia muncul di hadapan gadis itu, ayo ikut saya ke rumah saya, besok pagi kita sama-sama menjenguk temanmu itu.
__ADS_1
Beril menatap gadis yang bernama Sari, 'Gadis yang ditebus oleh tuan Yuda, sialan, gadis ini telah menggagalkan semua rencanaku,' pikirnya.
Mereka diborgol dan dinaikan ke helikopter milik Beril.
"Anda tidak bisa memperlakukan saya seperti ini, saya belum jadi terdakwa, lepaskan borgolnya!" tanyanya
polisi itu meminta ijin pada atasannya dan beliau mengijinkan, sehingga polisi itu melepaskan borgolnya.
Mereka masuk kedalam helikopter yang di Kendarai oleh pilot Beril, dan di kawal tiga polisi untuk di terbangkan ke kota untuk di adili di sana.
Sari mengajak Vivi untuk pulang kerumahnya dengan bersama warga desa Vivi dan Sari menyusuri jalanan Desa.
Malam semakin larut, tak membuat Vivi mengantuk dia bersyukur hari ini terselamatkan dari sindikat penjualan wanita.
Tiga puluh menit kemudian Sari dan Vivi sampai di rumah Sari.
Sari mengajaknya masuk kedalam rumah yang terbuat dari bambu itu dengan lantai tanah.
__ADS_1
"Masuklah, ku harap kau betah tinggal di rumahku dalam semalam, mungkin rumahku tak sebagus dan senyaman rumahmu," kata Sari.
"Tidak apa-apa, aku pasti akan betah," jawabnya sambil tersenyum.