Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Bab 43


__ADS_3

Sementara di kamar yang besar dan megah itu Hans mondar-mandir sendirian menantikan wanita yang di inginkannya, sudah dua jam lebih dia menunggu tetapi pengawalnya juga belum datang.


"Ahh, lama sekali mereka belum datang juga, apa perempuan itu lari lagi? keluhnya lirih, hingga terdengar ketukan pintu di luar kamarnya, dia tersenyum senang makan malam istimewanya telah datang. Waktunya berpesta, pikirnya.


Dia berjalan menuju pintu, dengan langkah cepat dan segera membukanya. Lelaki itu terkejut di depan pintu mulutnya menganga dan matanya terbelalak, Gairah makin meningkat saat dia melihat keindahan tubuh gadis itu serta di dukung kecantikan gadis itu, dia terpaku sejenak lalu menyuruh gadis itu masuk.


"Masuklah," katanya sambil tidak melepaskan pandangan pada tubuh gadis tersebut.


Cahaya terpaku melihat pria yang wajah dan tubuhnya begitu sempurna, tampan bahkan sangat tampan dengan tubuh yang mungkin sangat bagus.


"Masuklah, kenapa diam di situ saja? Aku sudah menunggumu dari tadi," katanya sambil menatap lapar pada gadis itu.

__ADS_1


"Aku terkejut saj karena wajahmu itu tidak pantas menjadi orang yang jahat dan licik," kata Cahaya sambil melangkah kakinya ke dalam ruangan yang megah itu.


"Apa itu artinya kamu takut denganku," katanya pada Cahaya sambil mengunci pintu kamarnya dan bejalan menyusul Cahaya tangannya mulai jahil menyentuh tubuh gadis itu menyusup di sela-sela kaki bagian atas.


"Tidak, hanya saja aku heran, kenapa kau justru mencari gadis untuk kau tiduri, bukan kah pria yang punya segala-galanya sehingga wanita manapun bersedia tidur di ranjangmu kata Cahaya sambil. menahan rasa dari sentuhan jemari Hans.


"Apa kau mau dengan sukarela melayaniku?" tanya Hans sambil memeluk tubuh gadis itu dari belakang merapatkan tubuhnya pada gadis itu.


"Apa kau bersedia?" katanya lagi, sambil tangannya tak bisa diam dalam hati dia menjerit dan menangis tidak ada yang bisa dilakukan untuk melawan terang-terangan selain bermain siasat semoga saja apa yang di rencanakan itu akan terlaksana dengan baik-baiknya.


"Kalau begitu ayolah lakukanlah aku sudah tidak sabar untuk merasakan sensasi itu," katanya sambil terus beraksi.

__ADS_1


"Harus ditutup matamu dulu baru aku akan tunjukkan caranya," kata Cahaya.


"Kau jangan menipuku aku tidak bodoh gadis kecil saat ini aku biasa merobek baju itu dan membuat mu berada di bawahku menikmati apa yang bisa ku lakukan untukmu, dan jangan salah mereka itu tidak pernah ku paksa, mereka sendiri yang memintaku untuk melakukannya," kata Hans sambil membalikkan tubuh gadis itu menghadapnya.


"Aku tidak mau, aku bisa menjadi singa yang membuatmu ketakutan sekaligus berteriak-teriak ke enakan dan itu membuatku semakin bergairah," katanya langsung meraup bibir gadis itu dan mencumbunya dengan sangat kasar, dan melepaskan setelah cahaya sudah kehabisan pasokan udara.


Hans tidak tahu kenapa dia tiba-tiba saja pusing setelah mencium aroma bedak dari Cahaya, dia begitu sempoyongan, gadis itu menuntun pria itu duduk di bibir ranjangnya.


"Kenapa aku jadi pusing? Apa yang kau pakai hingga membuatku pusing?" tanya pria itu padak Cahaya.


"Aku tidak memakai apa-apa Tuan, mungkin Anda terlalu capek menunggu jadi sekarang Anda sangat lelah," kata Cahaya.

__ADS_1


"Tidak mungkin aku pria yang sangat kuat bercinta, bahkan aku takkan sanggup berhenti jika sudah menemukan kenikmatan," katanya sambil memijit keningnya sebab kepalanya semakin sakit.


"Aku yang akan melayani Anda walaupun aku merasa kecewa karena tidak bisa menikmati keganasan mu,Tuan muda," katanya sambil melepas sanggulnya, dan itu semakin membuat Hans terpesona. Gadis itu berjalan menuju meja yang sudah tertata rapi minuman anggur termahal dan dua gelas yang sudah terisi, dia sudah bisa menebak bahwa salah satunya terdapat kandungan obat perangsang.


__ADS_2