
Nona Ruri tidak apa-apa memang sempat kehilangan banyak darah tapi sudah teratasi dari kemarin siang sehingga keadaannya pun saat ini mungkin lebih baik dari yang kemarin," kata salah satu dari perwira polisi.
Setelah sarapan mereka pun berangkat menuju rumah sakit tempat di mana Belvi dirawat.
Dengan mobil polisi mereka berangkat ke sana 30 menit perjalanan Mereka pun sampai, dengan sangat antusias Vivi mencari kamar yang ditempati oleh balfi nggak akhirnya mereka menemukannya, dua anggota polisi berada di luar ruangan bersama dengan Vino yang saat itu baru saja kembali mencari makanan.
"Kak Ruri!" teriak Vivi sambil menghampiri Belvi.
"Bagaimana keadaan kakak karena aku kakak jadi begini?" tanyanya pada Ruri
"Aku baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa," katanya sambil tersenyum.
'Baik apanya kak Ruri terluka begitu," jawabnya sedih.
"Aku memang terluka tetapi sudah sedikit sembuh
"Apa kalian sudah makan?" tanya Vino.
__ADS_1
"Sudah kalau kamu mau makan silahkan," kata salah satu teman.
"Oh, ya sudah aku mau masuk dulu untuk memberikan ini, pada Belvi," kata Vino pada rekannya itu.
"Silahkan saja kami tunggu di sini di dalam banyak cewek," jawab rekannya itu kembali.
"Siapa?" tanya Vino
"Sari dan temannya calon istrimu," kata mereka tertawa
Vino pun ikut tertawa, "Amin deh, semoga setelah ku lamar dia mau resign."
"Mana ada pasien pilih-pilih makanan?" tanyanya pada Belvi
"Ada, yaitu aku," katanya sambil tertawa.
Vivi begitu terpukau oleh ketampanan Vino sehingga tak mampu melepaskan tatapannya pada Vino.
__ADS_1
"Maaf, Mas, apakah kamu kakaknya Mbak Ruri?" tanya Vivi pada Vino.
"Bukan, aku calon suaminya," kata Vino tanpa menyembunyikan sesuatu lagi, mendengar itu Belvi pun tersedak sebab saat itu dia sendang makan.
"pelan-pelan dong, Ri, kalau kamu tersedak lukamu itu juga ikut goyang dan sakit," nasehat Vino sambil memberikan air mineral yang sudah di buka tutupnya kepada Belvi.
"Iya," katanya tanpa protes apa pun tentang apa yang di katakan Vino.
'Jadi ini wanita yang di cintai Pak Al,' ucap dalam hati Sari. Sementara itu, Vivi yang matanya berbinar merasa kecewa mendengar perkataan Vino tadi hatinya benar-benar terluka, dia menatap pria itu. Namun, Vino tak membalas tatapan matanya juga tidak melihat ke arahnya, ingin sekali dia berbicara pada Ruri kalau dia menyukai pria ini tetapi lelaki itu tidak kunjung pergi keluar.
Setelah di tunggu beberapa saat, akhirnya Vino pun keluar dengan membawa satu kotak makanan untuk di makan di luar kamar.
Hati, Vivi terasa lega, karena dia ingin berbicara dengan Ruri dan meminta sesuatu karena dia benar-benar telah jatuh hati pada pria itu.
Setelah di pastikan lelaki itu keluar dan tak akan mendengarkan apa yang menjadi perbincangannya dengan Ruri.
"Kak, Ruri apakah dia benar-benar calon suami kakak, jika aku memintanya apakah kakak akan memberikannya?" tanya Vivi.
__ADS_1
"Tidak karena perasaannya miliknya sendiri, apa hakku memberikannya padamu, kau harus mencari orang lain," jawab Belvi.
"Hai, percuma kau meminta dari wanita ini, karena sesungguhnya Pak Al sangat mencintai kak Ruri jadi jangan rusak hubungan pertemanan mu dengan perasaan mu yang tidak mungkin terbalas," kata Sari pada wanita itu.