Hijab Cinta Belvina Dari Gloria

Hijab Cinta Belvina Dari Gloria
Itu Lebih Baik


__ADS_3

Ketika sampai rumah dia hanya melihat bundanya yang ada dirumah memasak untuk makan siang, Belvi mengucapkan salam pada Naila dan wanita itu itu menjawab sambil tersenyum.


"Ganti baju dulu, sayang lalu sholat kemudian bantu bunda menyiapkan makan siang, nanti dady pulang," kata Naila.


"Loh, bunda sudah resign?" tanya Belvi pada Naila.


"Belum ini tadi ijin saja, Vi. Tadi bunda lagi gak enak badan jadi, ijin pulang dulu," katanya pada Belvi.


Kalau bunda gak enak badan kenapa, masak, lebih baik beli bun, jangan terlalu capek," kata Belvi,


"Iya, ngak apa-apa sebentar lagi bunda juga istirahat kok tenang saja, bunda masih kuat sayang tadi sudah istirahat sebentar ," kata Naila.

__ADS_1


Belvi pun berjalan menuju kamar, untuk berganti pakaian, tak lama terdengar suara mengucapkan salam, sepertinya sang daddy sudah pulang.


Setelah berganti pakaian dan menunaikan sholat dzuhur, ia pun menyambut sang ayah, lalu duduk bergabung di meja makan dengan mereka.


"Jadi meneruskan kuliah di mana kamu sayang?" tanya Albert pada putrinya itu.


"Aku akan ikut Bintara Ayah aku sudah menjalani berbagai test dan aku lolos lusa aku akan berangkat ke tempat pelatihan,"


"Kau tetap ingin mengejarnya, jika di akhir usahamu, dia tidak menoleh ke arahmu, apa kau tetap mengejar, Vi, hanya kau yang Daddy punya dari masa lalu daddy, tolong cintai dirimu sendiri, sebelum benar-benar kau terluka dengan segala usaha yang kau lakukan saat, ini.


Setelah menyelesaikan makan siangnya Belvi pun kembali ke kamarnya merebahkan dirinya di atas ranjang dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Maafkan aku, Ayah, aku juga tidak tahu kenapa aku ingin mewujudkan keinginan Gloria saudariku, gumamnya dalam hati.


Di pejamkan matanya untuk menghilangkan ingatan akan tatapan seorang ayah yang memohon putri untuk tidak pergi di saat makan siang tadi.


Mata itu pun mulai terpejam merajut mimpi-mimpi indah yang menjadi kenyataan.


Sementara di meja makan wajah Albert terlihat muram dan sedih bagaimana tidak jika Belvi, memberikan kabar kepergian dengan secara tiba-tiba dan hanya ada waktu dua hari terhitung hari ini bersama putrinya itu.


Terdengar helaan napas berat dari bibir Albert. Glo, kenapa kau memberikan beban pada adikmu apakah ini benar? protesnya dalam pada putri kembarnya itu.


Naila menyentuh jemari kokoh pria itu "Kita doakan saja semoga di sana dia baik-baik saja dan selalu dijaga oleh malaikat-malaikat Allah agar terhindar dari yang tidak di inginkan, Bunda tahu bahwa daddy tidak bisa jauh dari Belvi, karena sedari kecil kamulah yang merawatnya, membesarkannya kemanapun kamu berada selalu membawanya dalam gendongan, ikhlaskan agar segala apa yang yang ingin dicapai menjadi lancar, doa kita adalah usaha untuk menyingkirkan batu kecil maupun besar yang menghalangi langkahnya."

__ADS_1


"Albert menatap Naila dengan tatapan kagum. "Terimakasih Nai, telah hadir dalam kehidupanku di saat aku benar-benar butuh sosok yang menguatkan hatiku, baiklah aku akan berusaha ikhlas dan mengantarkan kepergian dengan seyuman dan doa menyertai keberangkatan." kata Albert pada Naila.


"Itu lebih baik," kata Naila dengan seyuman di bibirnya.


__ADS_2